Bale Bandung

Rp 323 Miliar Dana Desa Belum Diserap, Pemkab Imbau untuk Cegah Covid-19

×

Rp 323 Miliar Dana Desa Belum Diserap, Pemkab Imbau untuk Cegah Covid-19

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab Bandung H Tata Irawan tengah memberikan pandangan dalam acara Tepas bersama Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum bertajuk "Pilkades dan Fenomena Gerbang Desa" di Gedung Pakuan, Kamis (28/2/19). by DPMD Kab Bandung
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab Bandung H Tata Irawan tengah memberikan pandangan dalam acara Tepas bersama Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum bertajuk “Pilkades dan Fenomena Gerbang Desa” di Gedung Pakuan, Kamis (28/2/19). by DPMD Kab Bandung

SOREANG, Balebandung.com – Dana Desa ( DD) sebesar Rp. 323 miliar di Kabupaten Bandung belum terserap. Bahkan dari 270 desa di kabupaten tersebut, yang sudah mengajukan proposal pencairan baru 17 desa.

”Jadi, jangan teriak-teriak engga ada dana. Sebab uang DD itu cukup besar dan tinggal dicairkan. Jika desa mendapat Rp 10 miliar saja dan sekarang dicairkan 40% nya berarti Rp 400 juta. Itu bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bandung, Tata Irawan saat dihubungi, di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/4/20).

Tata mengaku tidak tahu persis alasan para kades belum menyerap dana yang bersumber dari APBN tersebut. Padahal, untuk saat ini pencairan DD diperingan cukup dengan Rencana Anggaran Pembangunan Belanja Desa (RAPBDes) dan Proposal pencairan terlebih dulu, persyaratan yang lainnya bisa menyusul.

“Mengenai proposal, jika kepala desa (kades) kurang paham dalam pembuatannya, bisa meminta tolong pada pendamping desa atau ke kecamatan, dinas pun siap membantu jika kades membutuhkan,” imbuhnya.

Tata mengaku khawatir jika DD tidak terserap akan ditarik kembali ke pusat dan digunakan untuk penanganan Covid-19. Padahal dia sudah mengirimkan sampai empat kali surat pemberitahuan agar para kades segera mencairkan DD, dengan catatan Anggaran Rencana Pembangunan Belanja Desa (RAPBDes)-nya sudah selesai.

“Ini kan sudah masuk bulan April, saya hawatir jika DD tidak terserap akan ditarik kembali dan digunakan untuk penanggulangan Covid-19. DD kan dipantau langsung pemerintah pusat,” ungkapnya.

Saat ini, imbuh Tata, pencairan DD memakan waktu relatif panjang. Sebab proposal pencairan yang sudah direkomendasi kepala dinas, akan diserahkan ke Badan Administrasi Keuangan Negara (BAKN) Provinsi.”Waktunya bisa panjang, mungkin bisa sampai dua minggu lebih,” ujarnya. Kondisi tersebut menurutnya tidak hanya terjadi di Kabupaten Bandung, tapi hampir di semua kabupaten se-Jawa Barat. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]