Bale Bandung

Bupati : Desa, Terdepan Dalam Pencatatan Data Warga terdampak Covid-19

×

Bupati : Desa, Terdepan Dalam Pencatatan Data Warga terdampak Covid-19

Sebarkan artikel ini

SOREANG, Balebandung.com – Pengelolaan data penerima bantuan untuk masyarakat yang terdampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pemerintah saat ini, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung.

Menyikapi hal itu, Bupati Bandung Dadang M. Naser menggelar Rapat koordinasi (Rakor) yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan.

Bupati Dadang Naser berharap dari rakor itu tercipta penyelaraskan persepsi, sinkronisasi dan integrasi data yang dihimpun Dinas Sosial (Dinsos) melalui Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos)

“Kita harus fokus dalam penanggulangan wabah corona di tengah masyarakat ini. Agar tidak menimbulkan masalah baru, maka akurasi data harus valid dan jelas saat proses verifikasi, sehingga tidak salah sasaran nantinya,“ ucap Bupati Dadang Naser saat memimpin rakor di Gedung Mohamad Toha Soreang, Selasa (7/4/20).

Selain menyampaikan arahan, dalam rakor itu bupati meminta jajarannya bersama para kades memberikan informasi yang jelas mengenai pemberian bantuan selama masa darurat corona.

“Jangan sampai ada miskomunikasi di lapangan. Kita akan lakukan penanggulangan ini secara komprehensif. Masyarakat dimohon tidak panik dan tidak mudah menerima isu yang belum benar adanya,” pesannya.

Pada rakor itu bupati mengingatkan, pendataan sisa dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang tidak tersentuh program agar dilaksanakan secara akurat. Jangan sampai terjadi duplikasi bantuan.

Pihaknya juga terus berupaya untuk melaksanakan pendataan masyarakat miskin baru (misbar) oleh petugas Puskesos yang sebagian besar telah di sampaikan ke provinsi. Misbar lainnya, tambah bupati, diantisipasi juga oleh Pemkab Bandung.

Dadang menjelaskan untuk kriteria penerima bantuan dampak covid-19 adalah warga yang tidak tersentuh bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebelumnya.

“Masyarakat yang terdampak langsung ekonominya akibat pembatasan wilayah dan social distancing (jaga jarak) seperti pedagang kecil nanti yang akan diberikan bantuan ini,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Dadang Naser mengapresiasi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung yang sudah sangat berperan menjaga kondusivitas wilayah saat berlangsungnya proses penanggulangan wabah covid-19.

“Bersama unsur TNI/Polri, kami sabilulungan saling bahu membahu, terus berkoordinasi hingga ke unsur kewilayahan. Mereka sigap turut mengawal kondisi di pedesaan. Dalam kesempatan ini saya meminta para kades sebagai pihak yang berhubungan langsung dengan masyarakat untuk mengajak dan mengimbau masyarakat mengenai upaya pencegahan penyebaran wabah covid-19, seperti melakukan pola hidup sehat, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir dan menerapkan phsycal distancing,” paparnya.

Sementara Kepala Desa Rahayu Kecamatan Margaasih Dadang Suryana berterima kasih atas digelarnya rakor tersebut. Menurutnya, melalui rakor itu akan memperjelas para kades harus bertindak dan berbuat apa sesuai aturan. Termasuk bisa meminimalisir kesalahan dalam teknis pendataan misbar dan masyarakat penerima bantuan. Segala persoalan dan miss komunikasi di lapangan, kata dia bisa langsung disampaikan kepada bupati.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Pak Bupati atas diadakannya rakor ini. Kami pun siap mendistribusikan bantuan Pemkab Bandung untuk masyarakat, karena dengan rakor ini terhimpun data penerima dan aturan yang jelas,”ucap kades.

Hadir dalam rakor tersebut, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bandung, Dandim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Inf. Donny Ismuali Bainuri, S.Hub.Int., M.A.S.S.S., unsur Polresta Bandung, kecamatan dan sejumlah kepala desa (kades) di Kabupaten Bandung.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]