Bale Bandung

DPRD Kab Bandung Minta Disparbud Optimalkan Perhatian ke Situs Budaya dan Bersejarah

×

DPRD Kab Bandung Minta Disparbud Optimalkan Perhatian ke Situs Budaya dan Bersejarah

Sebarkan artikel ini

CIWIDEY, Balebandung.com – Ketua DPRD Kabupaten Bandung Sugianto berharap Pemkab Bandung melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mengoptimalkan pelestarian situs-situs bersejarah di Kabupaten Bandung, salah satunya situs Nagara Padang, di Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Hal itu dilontarkan Sugianto saat reses di Nagara Padang, Jumat (10/7/20). Sarana penunjang infrastruktur jalan untuk menuju lokasi situs ini harus jadi prioritas agar para pengunjung meningkat dan merasa nyaman di perjalanan menuju lokasi.

“Negara Padang merupakan salah satu situs sejarah dan situs budaya yang ada di wilayah Kabupaten Bandung yang patut dijaga dan dilestarikan,” kata Sugih.

Menurutnya, setelah mendengar paparan dari kasepuhan setempat, ternyata Nagara Padang memgandung makna dan filosopi dalam kehidupan manusia baik individu, keluarga maupun kepemimpinan yang patut dicontoh.

“Selama ini banyak keluhan dari tokoh adat, seniman dan pelaku seni budaya, bahwa Disparbud kurang peduli dan kurang membina seni budaya lokal di Kabupaten Bandung dan lebih mengkedepankan seni budaya luar,” kata beber Sugih.

Padahal menurutnya ada ratusan sanggar seni budaya di Kabupaten Bandung tersebar hampir di setiap kecamatan yang sudah mampu bicara di tingkat nasional. Termasuk salah satunya Situs Nagara Padang yang sudah terkenal di nusantara.

***

Gunung Padang atau Pasir Pamipiran disebut-sebut dalam Sejarah Kerajaan Galuh 536 – 852 M. Gunung ini dikenal sebagai tempat pertapaan Prabu Premana Dikusuma (Ajar Sukaresi, Resi Ajar Padang, Bagawat Sajala-jala) yang memerintah sekitar 703 M. Catatan sejarah budaya menunjukkan pada masa pemerintahan Prabu Premana Dikusuma terjadi pergolakan kekuasaan.

Pergolakan kekuasaan ini berujung pembunuhan Premana Dikusuma oleh Sang Tamperan (Patih Galuh saat itu), orang yang dipercayai untuk menjalankan kekuasaan ketika Raja sedang bertapa. Peristiwa pembunuhan itu terjadi di Gunung Padang. Lokasi Gunung Padang yang dimaksud berada di Galuh bagian Barat (Pamana Sunda, perbtasan Sunda, dekat Sungai Citarum). Cerita pembunuhan itu ditulis dalam Pantun Ciung Wanara, dan Babad Kerajaan Galuh.

Lokasi tersebut saat ini berada di Gunung Padang yang disebut Situs Nagara Padang, di Desa Buni Nagara, Kecamatan Singdangkerta, Kabupaten Bandung Barat saat ini. Sebelum pemekaran Bandung Barat, keberadaan situs ini masuk di wilayah Kabupaten Bandung. Situs Nagara Padang saat ini dikelola oleh para juru kunci di Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]