Bale Bandung

Hadapi Pilbup Bandung PDI Perjuangan Gelar Diklat Kader dan TOT Saksi

×

Hadapi Pilbup Bandung PDI Perjuangan Gelar Diklat Kader dan TOT Saksi

Sebarkan artikel ini
Pengurus PDIP Kabupaten Bandung menggelar pendidikan kader tingkat pratama dan TOT saksi (Training of Trainer) di eMTe Highland Resort, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali. Foto: Iwa/ TIMES
Pengurus PDIP Kabupaten Bandung menggelar pendidikan kader tingkat pratama dan TOT (Training of Trainer) saksi Pilbup Bandung 2020 di eMTe Highland Resort, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali. Foto: Iwa/ TIMES

RANCABALI, Balebandung.com – Menghadapi Pilbup Bandung 2020 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung menggelar pendidikan kader tingkat pratama dan TOT saksi (Training of Trainer).

Kegiatan yang dilaksanakan di eMTe Highland Resort, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung itu diikuti 150 kader yang berasal dari pengurus Anak Cabang (tingkat kecamatan), badan partai dan sayap partai.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Harjoko Sangganagara menyampaikan kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Diklatcab DPC PDI Perjuangan ini merupakan kegiatan strategis.

“Utamanya dalam mendidik kader-kader yang mumpuni secara ideologis, kreatif dalam menyusun langkah dan selalu berpijak pada kontitusi sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan dalam mensikapi setiap persoalan masyarakat yang timbul,” kata Harjoko, Jumat (18/9/2020).

Harjoko menilai kaderisasi merupakan ruang evaluasi dan penguatan langkah ideologis dalam kiprahnya di masyarakat. Tugas ideologis menjadikan masyarakat yang merdeka dalam konteks multi bidang meminta terus melakukan penyelarasan.

“Sesuai dengan perkembangan, tetapi tidak boleh keluar dari hukum ideologi di mana rakyat harus menjadi tujuan akhir perjuangan,” tandasnya.

Harjoko juga menyebutkan, kaderisasi dilakukan selain tujuan ideologis juga memiliki tujuan taktis yaitu menyiapkan kader dalam menghadapi Pilkada Kabupaten Bandung 9 Desember 2020.

“Momentum pilkada meminta kader untuk konsisten dalam menempuh jalan idologi, jalan dimana perubahan harus memposisikan rakyat sebagai tuan di rumahnya sendiri sehingga mandiri secara ekonomi, berdaulat secara politik dan berkeprinadian secara budaya,” katanya.

Menurut Harjoko, bagi PDI Perjuangan proses pilkada merupakan ruang evaluasi proses pembangunan lima tahunan yang tugas pokoknya mencari pemimpin yang dinamis secara tindakan dan visioner dalam menyusun langkah kerja.

“Pemimpin yang dihasilkan dari proses pilkada tidak boleh statis, apalagi terjebak pada kultur kemapanan,” ucapnya.

Selain memiliki makna ke dalam, imbuh Harjoko, kegiatan kaderisasi sesungguhnya merupakan bekal kader untuk menjadi insan-insan pembaharu di tempat tinggalnya masing-masing. Sehingga kekaderan bukan saja dipahami sebagai kenaikan tingkatan kekaderan, tapi lebih pada lahirnya keberagaman gagasan yang memberdayakan masyarakat.

PDI Perjuangan berharap Pilbup Bandung Desember 2020 akan menjadi momentum rakyat dalam memunculkan identitas kesejatiannya, sehingga perubahan bukan saja menjadi wacana, akan tetapi menjadi kenyataan.

Untuk menjawab kenyataan itu, lanjut Harjoko, keluarga besar PDI Perjuangan bersama Partai Amanat Nasional (PAN) serta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bersepakat mendukung pasangan Yena Iskandar Ma’soem-Atep Rizal, sebagai pilihan cerdas dan merdeka.

“Juga merupakan pilihan yang didorong oleh keinginan luhur tercapainya perubahan yang bukan basa basi, karena kultur monopoli ternyata dirasakan tidak memberikan ruangan cerdas dan merdeka,” tandas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]