Bale Kota Bandung

Tragedi Leuwigajah, Kisah Kelam Bandung Lautan Sampah

×

Tragedi Leuwigajah, Kisah Kelam Bandung Lautan Sampah

Sebarkan artikel ini
Pemangku Kampung Adat Cirendeu melakukan tabur bunga di sekitaran lokasi longsornya sampah TPA Leuwigajah, Kota Cimahi, Kamis (21/2/2019). by Jabeks
Pemangku Kampung Adat Cirendeu melakukan tabur bunga di sekitaran lokasi longsornya sampah TPA Leuwigajah, Kota Cimahi, Kamis (21/2/2019). by Jabeks

BANDUNG, Balebandung.com – Ledakan keras tiba-tiba terdengar menyertai longsor sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah Kota Cimahi, sekitar pukul 02.00 WIB, Senin 21 Februari 2005 silam.

Longsoran sampah langsung menyapu dua pemukiman yakni Kampung Cilimus dan Kampung Pojok. Kedua pemukiman yang jaraknya sekitar 1 km dari TPA Leuwigajah itu langsung luluh lantak tertimbun sampah. Akibatnya, 157 jiwa tewas.

Gunungan sampah sepanjang 200 meter dan setinggi 60 meter itu diduga goyah karena diguyur hujan deras semalam suntuk.

Termasuk diduga terpicu konsentrasi gas metan dari dalam tumpukan sampah. Hal itu juga yang diduga menyebabkan munculnya suara ledakan.

Setelah peristiwa itu terjadi, daerah di kawasan Bandung Raya praktis tidak lagi memiliki TPA. Salah satu yang paling terdampak tentunya Kota Bandung. Karena Kota Bandung merupakan daerah yang membuang sampah dengan jumlah terbesar ke TPA Leuwigajah saat itu.

Akibatnya, sampah hanya menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Beberapa hari kemudian, TPS tak lagi mampu menampung sampah.

Dalam hitungan hari, hampir di seluruh penjuru Kota Bandung dipenuhi sampah. Kota Bandung terlihat kotor dan jorok. Bau menyengat membuat warga terpaksa lebih sering menutup hidung.

Hingga akhirnya muncul julukan yang amat pahit untuk kota tercinta ini, “Bandung Lautan Sampah”.

Nama besar Paris van Java langsung runtuh. Kota Bandung yang dahulu dikenal sebagai kota yang asri, bersih, dan indah seperti lenyap dari ingatan.

Peristiwa kelam itu akhirnya mulai berangsur normal saat pemerintah membuka TPA Sarimukti. Sampah-sampah akhirnya bisa diangkut ke TPA Sarimukti.

Namun wajib diingat, Kota Bandung tetap tak memiliki TPA. Bahkan TPA Sarimukti hanya sementara. Hingga saat ini, rencana penutupan TPA Sarimukti pun masih bergulir.

Baca Juga  Yana Kampanyekan Keselamatan Bersepeda

Hal ini juga yang selalu diwanti-wanti oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Ia sangat konsen terhadap masalah sampah. Orang nomor satu di Kota Bandung ini tak ingin peristiwa TPA Leuwigajah kembali terjadi.

Untuk itu, sejak memimpin Kota Bandung, Oded mulai menggulirkan sejumlah program penanganan sampah. Salah satunya yaitu program Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan sampah (Kang Pisman).

Bagi Oded, Kang Pisman tak hanya sekedar cara menangani sampah, tetapi juga bagian dari mengubah peradaban.

“Warga Kota Bandung harus bisa mengelola sampahnya sendiri. Orang yang beradab adalah orang yang bisa menjaga lingkungannya dengan baik,” kata Oded dalam sejumlah kesempatan.

Jika tak ingin peristiwa itu terulang, Oded berharap, warga Kota Bandung bisa mengubah pola tindakannya terhadap sampah.

Jika dahulu dikumpulkan lalu dibuang, warga Kota Bandung harus bisa mengumpulkan, memisahkan, dan memanfaatkan sampah. Sehingga bisa menekan sampah yang terbuang ke TPA.

“Bukan hanya berkaitan dengan sisi lingkungan, Kang Pisman juga bisa memberdayakan masyarakat. Melalui sampah, perekonomian warga bisa menjadi lebih baik. Yaitu dengan mengolah sampah menjadi sesuatu yang benilai ekonomis,” paparnya.

Kini sudah saatnya warga Kota Bandung terus bergerak mengelola sampahnya dengan bijak. Sampah dikelola sejak dari sumbernya. Jika tidak, bukan mustahil peristiwan 16 tahun yang lalu kembali terjadi.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANDUNG, balebandung.com – Yayasan Wahana Bina Insani bekerjasama dengan Tim Dosen DKV FIK Telkom University menggelar pelatihan bagi 20 guru TK dan TA se-Kota Bandung, di PUSDAI Kota Bandung ?Jumat, 28 November 2025. “Pelatihan komprehensif bertujuan memperkuat peran guru di kelas. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut demi penguatan kualitas pengajaran para guru di […]

UJUNGBERUNG, balebandung.com- Gelaran Sasihung Fest 4 kembali mengguncang Alun-alun Ujungberung, Jumat 28 November 2025. Festival yang mengusung semangat kolaborasi dan pelestarian budaya ini menghadirkan ragam kesenian tradisi hingga modern, dengan nafas kuat dari para seniman lokal Bandung Timur. Ketua Sasihung Ujungberung sekaligus pemerhati budaya, Dadang Hendra menjelaskan, Sasihung, singkatan dari Sayunan Seniman Hurip Ujungberung hadir […]

Bale Kota Bandung

LENGKONG, balebandung.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam penyelesaian berbagai persoalan kota melalui sikap peduli dan kebersamaan. “Lawan dari cinta bukan benci, tapi tidak peduli. Kalau sudah tidak peduli, berarti sudah tidak ada rasa. Bandung membutuhkan rasa dan karsa,” kata Farhan saat meresmikan Masjid Al-Ikhlas PC Nahdlatul Ulama Kota […]

Kota Bandung, Balebandung.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan Pemkot Bandung akan terus mengawal berlangsungnya renovasi Teras Cihampelas. Hal itu ia sampaikan di tengah-tengah kunjungannya, Jumat 11 Juli 2025. Farhan menyebut, pembenahan kawasan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi bentuk amanat yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. “Ini bukan cuma proyek renovasi biasa. Teras Cihampelas […]

KOTA BANDUNG, Balebandung.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung menggelar rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah sebagai momentum spiritual dan sosial untuk memperkuat soliditas umat sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat. Dengan mengangkat tema “Hijrah Menuju Kemandirian Umat: Meneguhkan Nilai Keislaman, Membangun Kekuatan Ekonomi”, kegiatan digelar di Gedung BUMNU PWNU Jabar JL. […]

Bale Kota Bandung

Kota Bandung, Balebandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya meningkatkan nilai-nilai toleransi beragama sebagai bagian dari menyejahterakan warga. Hal itu sesuai dengan Misi 05 Bandung Utama yaitu membentuk karakter warga Kota Bandung yang agamis, moderat dan toleran. “Peningkatan sumber daya manusia yang produktif harus juga mampu meningkatkan daya saing spiritual sebagai bekal dalam percaturan dunia […]