Bale Bandung

H. Eep: PPKM jangan Dibuat Panik, Jadikan untuk Mempertebal Iman dan Taqwa

×

H. Eep: PPKM jangan Dibuat Panik, Jadikan untuk Mempertebal Iman dan Taqwa

Sebarkan artikel ini
Ketua BK dan Ketua Fraksi PAN DPRD Kab. Bandung dan Pemuka Agama, H. Eep Jamaludin Sukmana.
Ketua BK dan Ketua Fraksi PAN DPRD Kab. Bandung juga Pemuka Agama, H. Eep Jamaludin Sukmana.

Kab. Bandung. Balebandung.com — Menghadapi penebalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat saat ini, dikatakan Tokoh Agama juga Ketua Badan Kehormatan dan Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bandung, H. Eep Jamaludin Sukmana, meminta kepada masyarakat janganlah masalah tersebut dibikin panik. Karena kepanikan itu bisa merugikan diri sendiri.

Jadikanlah masa pandemi covid 19 ini, dia menambahkan, sebagai pembelajaran untuk lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Dengan selalu berdoa dan memohon pertolongan-Nya itu, Insya Alloh semua akan diberikan Rahmat dan Hidayah-Nya.

Dia mengemukakan, jabatan dan kekayaan hanyalah amanah. Sebagai anggota DPRD dia adalah pelayan masyarakat yang harus siap sedia memberikan pelayanan dengan maksimal tanpa melihat latar belakang sosialnya. Karena dia merasa dipilih atas dasar masyarakat mempercayainya untuk memimpin.

“Jadi sudah kewajiban bagi saya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat melalui pelayanan,” katanya melalui telepon, Kamis (22/7/2021).

Eep mengakui masih belum bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat, tapi ia berjanji untuk bisa menjadi baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebab hidup itu adalah untuk menebarkan kebaikan bagi sesama.

Memang untuk saat ini dia menuturkan ada keterbatasan karena pandemi. Tapi bukan sebuah halangan bagi dirinya untuk terus memberikan pelayanan. Begitu juga dengan melakukan syiar Islam.

Ketika ditanyakan dengan jabatan yang sekarang disandangnya itu, dia hanya tersenyum ramah, “Tidak ada jabatan atau kekayaan yang memberatkan kita semua selama kita selalu mensyukuri atas nikamat yang sudah diberikan Alloh. Tapi janganlah kita lalai untuk meminta dan berdoa kepada Alloh, sebab hanya Alloh sang pemberi petunjuk,” ujarnya.

Dia mengimbau kepada semua masyarakat, tetaplah tenang dalam menghadapi pandemi jangan dibuat gusar dengan situasi dan kondisi. Jadikanlah semua masalah itu untuk lebih mempertebal keimanan dan ketaqwaan kepada Sang Khaliq. [Kia].

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]