Bale Bandung

Kapolda Jabar Tinjau Vaksinasi Merdeka 1.000 Santri

×

Kapolda Jabar Tinjau Vaksinasi Merdeka 1.000 Santri

Sebarkan artikel ini
Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri meninjau Vaksinasi Merdeka di Ponpes Baitul Arqom, Kec Pacet, Kab Bandung, Selasa (7/9/21).

PACET, Balebandung.com – Untuk memutus mata rantai Covid-19, Pemerintah Pusat menggelar Vaksinasi Merdeka yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri meninjau langsung Vaksinasi Merdeka di Pondok Pesantren Baitul Arqom, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Selasa (7/9/21). Vaksinasi massal diikuti sebanyak 1.000 santri/santriwati.

“Alhamdulilah, hari ini ada 1.000 santri yang mengikuti Vaksinasi Merdeka,” ucap Kapolda Jabar.

Kapolda menyebut untuk hari ini di Jawa Barat ada 35 titik pelaksanaan Vaksinasi Merdeka yang terdiri dari 27 pondok pesantren, 3 tempat ibadah (masjid) dan 4 tempat organisasi masyarakat, serta 1 gereja.

“Hari ini, insya Allah kami laksanakan sebanyak 42 ribu vaksin di titik-titik yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Menanggapi masih rendahnya vaksinasi di wilayah Kabupaten Bandung, Irjen Pol Dofiri menjelaskan pendistribusian vaksinasi sedang diusahakan. Berbeda dengan di kota hampir rata-rata di Jawa Barat seperti di Kota Bandung, Subang, Cimahi sudah hampir diatas 40 persen.

“Untuk di Kabupaten Bandung, Garut dan Sukabumi itu di atas rata-rata 20 persen,” ungkapnya.

Dengan terus digelarnya vaksinasi tersebut, Dofiri berharap upaya yang dilakukan oleh Pemerintah, TNI dan Polri dapat mempercepat memutus mata rantai Covid-19.

“Kuncinya yang pertama adalah taat kepada protokol kesehatan yaitu 3M, 3T dan program vaksinasi,” pesan Kapolda.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]