Bale Bandung

Ada Inkubator dan Layanan Konsultasi Bisnis Gratis

×

Ada Inkubator dan Layanan Konsultasi Bisnis Gratis

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung H. Dadang M Naser saat membuka Sabilulungan Fair II tahun 2017 di Bale Rame Soreang, Rabu (3/5).
Bupati Bandung H. Dadang M Naser saat membuka Sabilulungan Fair II tahun 2017 di Bale Rame Soreang, Rabu (3/5).

SOREANG – Layanan Konsultasi Bisnis (LKB) dan Inkubator Bisnis sudah tersedia bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung. LKB dari Dinas Koperasi dan UMKM Kab Bandung ini ditujukan bagi UKM yang mengalami kesulitan untuk mengembangkan usahanya.

Bupati Bandung H. Dadang M Naser mengajak seluruh pelaku usaha lokal khas Kabupaten Bandung, untuk tidak sungkan bermitra dengan pemerintah. Sebab menurutnya dalam pengembangan perekonomian masyarakat, sudah jadi keharusan untuk saling menguatkan.

“Dukungan pemerintah untuk pengembangan ekonomi UMKM sangat banyak. Salah satunya melalui LKB dan Inkubator bisnis. Saya akan dorong para pelaku usaha lokal agar tidak sungkan berkonsultasi, khususnya untuk pengembangan bisnis,” ucap Bupati usai pembukaan Sabilulungan Fair II tahun 2017 di Bale Rame Soreang, Rabu (3/5/17).

Ada juga inkubator bisnis yakni program yang didesain untuk membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis. Menurut bupati, melalui rangkaian program permodalan yang diikuti oleh dukungan kemitraan atau pembinaan elemen bisnis lainnya, menjadikan usaha tersebut bisa jadi perusahaan.

“Dari UMKM ke UKM, bahkan bisa berkembang lagi menjadi sebuah perusahaan. Hal ini tentu saja selain meningkatkan perekoomian, juga turut membuka peluang kerja dan mengurangi pengangguran bagi masyarakat,” kata Dadang.

Dukungan lain Pemkab Bandung yakni melakukan berbagai pelatihan dan pembinaan bisnis bagi pelaku UMKM dari para pengusaha ternama. Mulai dari manajemen, pemasaran, pengemasan produk serta pengembangan jaringan bisnis lainya.

“Kita akan canangkan bersama Seribu Kampung, termasuk Kampung UMKM, untuk meningkatnya perekonomian masyarakat. Ada Kampung jins, topi, kopi, naga, tomat, kopeah, wayang, lukisan, dan kampung lainnya. Bahkan kampung budaya yang kita tempati saat ini harus dikembangkan,” harapnya.

Soal Sabilulungan Fair ke II, Bupati menuturkan ajang promosi produk lokal tersebut, selain melibatkan para pelaku usaha, beberapa pengusaha besar turut hadir. Maka menurutnya ajang ini perlu digelar jadi agenda tahunan.

“Sabilulungan Fair kedua ini harus dijadikan ajang promosi produk lokal. Karena selain para pelaku usaha, beberapa perbankan dan pengembang usaha hadir. Ini bisa dijadikan moment bisnis yang menjanjikan, khususnya untuk UKM yang ingin mengembangkan sektor ekonominya ke wilayah lain. Jadi, pengusaha puas, masyarakat pun puas,” pungkasnya.

Ketua Kadin (Kamar Dagang Industri) Kabupaten Bandung Ferry Sandiyana mengungkapkan, untuk menggelar event serupa yang selanjutnya, pihaknya menambah jumlah stand, memaksimalkan fungsinya, serta menambah waktu kegiatan. Ferry mengklaim event yang kedua kalinya digelar ini sukses.

“Sebanyak 122 mengikuti ajang ini. Selain UMKM, saya ingin para pengembang juga ikut berperan dalam menumbuhkembangkan perekonomian, khususnya produk lokal khas dan unik untuk maju bersaing dengan pelaku usaha dari luar” ucapnya. Sabilulungan Fair II akan berlangsung 3-6 Mei 2017 dari pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB._Vita

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

Tomé Pires mencatat istana raja Sunda bertiang 330. Prasasti Batutulis menyebut parit, balai, samida, dan talaga. Jika istana Pakuan lenyap, bukan berarti Pajajaran tidak ada. Bisa jadi karena istananya memang dibangun dari kayu, bambu, ijuk, dan umpak batu—arsitektur tropis Sunda yang menyatu dengan alam. Ada pertanyaan yang selalu muncul setiap kali orang membicarakan Kerajaan Pajajaran: […]

Bale Bandung

Perjanjian Sunda–Portugis 1522 bukan sekadar urusan dagang lada. Ia adalah manuver internasional Pajajaran untuk mempertahankan pintu lautnya dari tekanan Demak-Cirebon. Dari Pakuan ke Malaka, kerajaan Prabu Siliwangi pernah bermain dalam geopolitik global abad ke-16. Pada 21 Agustus 1522, di pesisir Sunda Kalapa, sebuah perjanjian penting dibuat antara Kerajaan Sunda/Pajajaran dan Portugis. Di atas kertas, perjanjian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – UNICEF (United Nations Children’s Fund) mengapresiasi kinerja Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung dalam penyediaan layanan air bersih bagi masyarakat. Perusahaan daerah tersebut dinilai menjadi salah satu contoh praktik baik dalam mendukung pemenuhan hak anak, terutama hak atas akses air bersih dan lingkungan yang sehat. Apresiasi itu disampaikan Kepala Perwakilan UNICEF […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna secara resmi membuka Kick Off Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang TK, SD dan SMP Tahun 2026 di Gedung Moh Toha, Kompleks Pemkab Bandung, Selasa (19/5/2026). Bupati yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna (KDS) itu mengatakan, kegiatan kick off ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dari […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung menyatakan siap mendukung pelaksanaan kerja sama Country Programme Action Plan atau CPAP 2026–2030 antara UNICEF dan Pemerintah Pusat. Program tersebut dinilai sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, terutama dalam pemenuhan hak anak dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat menerima sosialisasi pelaksanaan kegiatan […]

Bale Bandung

balebandung.com – Dari Pakuan, Sunda Kalapa, maung, hingga nama Kodam Silliwangi dan Universitas Padjadjaran, Siliwangi bukan sekadar raja masa lalu. Ia menjadi cara orang Sunda mengingat kejayaan yang hilang. Dari sekian banyak raja Sunda, nama Prabu Siliwangi paling keras menggema di telinga rakyat Jawa Barat. Ia hadir dalam cerita rakyat, nama jalan, kesatuan militer, simbol […]