Bale Jabar

Bersihkan Mafia Tanah di Sumedang

×

Bersihkan Mafia Tanah di Sumedang

Sebarkan artikel ini

BaleBandung.com, Sumedang – Pembangunan Tol Cisumdawu kembali menjadi sorotan, masalahnya klise, yakni pembebasan lahan.

Dimana masih saja praktek Mafia tanah dan persekongkolan dalam pembebasan lahan milik masyarakat masih terjadi.

Pembebasan lahan untuk proyek pembangunan tol Cisumdawu, seringkali menjadi ladang korupsi dan bancakan banyak pihak, konflik kepentingan kerap sekali terjadi, tak kecuali di sepanjang jalan tol Cisumdawu yang tengah berproses pembangunannya.

Seperti diungkapkan Asep Riyadi, salah satu aktivis dan pegiat lingkungan yang juga pendiri Lembaga Peduli Lingkungan Gelap Nyawang Nusantara (GNN), saat mendampingi keluarga bapak Cece yang mana tanahnya secara nyata adalah tanah warisan dari orang tuanya, dihambat oleh pihak-pihak yang mengatakan sebagai pemilik gadungan.

“Tanah seluas +/- 2.239M2 yang terletak di Blok Bodoloa Kaler Desa Bongkok Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang, an.Cece Kurdiana Bin Almarhum H. Kurdia Bin Basri, diklaim oleh orang yang mengaku telah memiliki tanah tersebut,” jelasnya, Kamis (8/4) kepada wartawan.

Asep memaparkan, pihaknya telah melampirkan berkas sesuai surat Keterangan Kepala Desa Bongkok Nomor 593/038/2005/DA/2020 Tanggal 25 September 2020.

“Surat Keterangan Kepemilikan Tanah Dari Kepala Desa Bongkok Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang, Nomor 593/030/2005/DS/2020 Tanggal 25 September 2020, sebagai Lampiran bukti kepemilikan tanah Adat An, Cece Kurdiana Bin Almarhum H. KURDIA BIN BASRI yang di sampaikan dan dilampirkan kepada Satgas Pendataan Tanah, P2T Sumedang,” jelasnya.

Pihaknya menduga ada persekongkolan jahat dari sekelompok orang tak bertanggung-jawab yang mengklaim atas kepemilikan bapak Cece.

“Hal ini dipertegas sepihak oleh tim P2T (Panitia Pengadaan Tanah), dimana Sdr. Y, selaku pihak yang bertanggungjawab jawab di P2T, dengan lantang mengatakan tanah ini adalah sengketa kepemilikan dan harus diputuskan di pengadilan,” paparnya.

Asep meminta meminta alat bukti atas dilayaninya dan ditanggapinya komplain atau keberatan atas pengakuan kepemilikan tanah milik bapak Cece tersebut oleh pemilik bodong tersebut.

“Ketika diminta bukti, tetapi pihak P2T mengatakan bahwa ini rahasia dan hanya bisa dibuka di pengadilan, dia mungkin lupa, bahwa subyek dan obyek itu harus nyambung dan ada alat buktinya dalam penetapan suatu hak atas tanah, ini jelas keberpihakan dan ada niatan tidak benar serta patut diduga dan dipertanyakan, ada apa P2T?” ungkapnya.

Dirinya menduga, praktek mafia tanah dan persekongkolan jahat, nyata terbukti dilakukan oleh oknum-oknum P2T dimana mafia tanah berlindung dengan dalih sebagai pihak pemilik lainnya diluar pemilik yang sah.

“Setelah dilihat berkas yang ada diarsip mereka (P2T.red) dan di bacakan oleh sdr.T, disaksikan oleh staf lainnya, tidak ada satu lembar pun bukti hubungan kepemilikan atas tanah yang sah milik bapak Cece yang dilampirkan oleh pihak yang mengaku sebagai pemilik tanah milik dari bapak Cece,” imbuhnya.

Sebagai warga Sumedang, ia sangat bangga akan progres percepatan pembangunan tol Cisumdawu yang terus di dorong oleh pemerintah.

“Dengan adanya jalan tol saya bangga, akan tetapi dibalik itu semua, ada rasa keprihatinan yang sangat mendalam. Dimana masih saja praktek Mafia Tanah dan persekongkolan dalam pembebasan lahan milik masyarakat terjadi,” papar Asep dengan nada kesal.

Selaku masyarakat dan juga pendiri Lembaga Peduli Lingkungan Gelap Nyawang Nusantara, saya minta penegak hukum, satgas Mafia Tanah, secepatnya masuk untuk memeriksa dan menangkapi para Mafia Tanah tersebut.

“Hal ini agar tidak menimbulkan kegaduhan dan kerugian keuangan negara dan terhambatnya percepatan pembangunan tol Cisumdawu,” jelasnya.

Dengan adanya temuan ini, jangan sampai Intitusi Pemerintah dipakai sarang untuk menggarong uang negara dengan cara-cara bersekongkol dan lainnya.

“Ini yang akan merugikan keuangan negara. Seperti rumah hantu, manipulasi Kepemilikan tanah, manipulasi ukuran tanah dan praktek Kejahatan lainnya yang memang bersumber dari korupnya para petugas P2T.” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai sikap pengusaha Pontjo Sutowo dalam menghadapi sengketa Hotel Sultan menunjukkan bentuk nasionalisme yang tidak berhenti pada simbol, tetapi diuji ketika kepentingan pribadi berhadapan dengan kepentingan negara. Menurut Toto, sikap Pontjo yang tetap menempatkan kepentingan negara sebagai sesuatu yang harus dihormati, sekalipun […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Seniman, budayawan, sekaligus pendekar silat Abah Nanu menitipkan filosofi kepemimpinan Sunda “Wana, Wani, Wanoh” kepada Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar, Bambang Melga, sebagai bekal mengawal penyelenggaraan festival yang akan memadukan seni, budaya, dan spiritualitas Islam. Dalam perbincangan yang berlangsung penuh kehangatan, Abah Nanu menekankan bahwa memimpin sebuah perhelatan besar tidak cukup hanya […]

Bale Jabar

Tantangan yang dihadapi dunia pers hari ini benar-benar tidak main-main. Di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ruang redaksi dituntut bergerak secepat kilat. Tapi, di balik kecepatan itu, ada harga mahal yang dipertaruhkan: kepercayaan publik. Realitas inilah yang mendasari pandangan Tantan Sulthon B, M.Sos., calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2026-2031. Baginya, organisasi […]

Bale Jabar

BOGOR, balebandung.com – Calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031 yang juga Pemimpin Redaksi InilahKoran, Tantan Sulthon Bukhawan menyambangi Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Soerjo nomor 4, Kecamatan Tanah Sareal pada Senin (3/8/2026). Tantan berdiskusi dengan jajaran PWI Kota Bogor perihal visi mewujudkan ‘PWI Jabar Istimewa’ dengan tagline ‘Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Tidak banyak orang yang memilih menjadikan musik sebagai jalan untuk mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an. Di tengah perkembangan berbagai metode pembelajaran, Drs. H. Ahmad Kholid HS, M.Li. justru mengambil jalur yang berbeda. Ia memadukan irama, seni baca Al-Qur’an, dan pendekatan pembelajaran yang lebih mudah diterima berbagai kalangan. Nama Ahmad Kholid dikenal sebagai pendiri Metode […]