Bale Bandung

Bharatasena Akabri 1996 Gelar Baksos di Kab Bandung

×

Bharatasena Akabri 1996 Gelar Baksos di Kab Bandung

Sebarkan artikel ini
Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri, melepas baksos Bharatasena Akabri 1996, di depan Gedung Sabilulungan 96 Mapolresta Bandung, Jumat (24/9/21).

SOREANG, Balebandung.com – Pada 25 tahun Pengabdian Bharatasena AKABRI 1996 menggelar bakti sosial serentak di seluruh Indonesia, bertema Sinergi “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”.

Di wilayah hukum Polresta Bandung, sebanyak 4.000 paket sembako dan voucher belanja diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

“Saya selaku Kapolda JAbar sekaligus senior Bharatasena Akabri, merasa bangga sekali dengan acara yang digelar Bharatasena Akabri 1996 ini. Sunggu menjadi kegiatan yang sungguh luar biasa,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri, di depan Gedung Sabilulungan 96 Mapolresta Bandung. Jumat (24/9/21).

Dalam pengabdiannya selama 25 tahun, Bharatasena Akabri 1996 sekaligus melaksanakan vaksinasi sebanyak 9.256 yang ditujukan kepada masyarakat Jawa Barat.

Kapolda Jabar menambahkan, dari kegiatan tersebut ada yang paling menarik yakni dengan dibuatnya aplikasi dalam rangka untuk memberikan pelatihan kepada para UMKM.

“Yang paling keren pada pengabdian Bharatasena Akabri 1996 ini adalah dibuatnya aplikasi pelatihan UMKM digital dan tadi kami juga memberikan langsung sertifikat kepada para peserta pelatihan UMKM,” kata Irjen Pol Ahmad Dofiri.

Lebih lanjut dirinya berharap dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan Bharatasena Akabri 1996 tersebut akan sangat membantu masyarakat, serta program pemerintah di masa pandemi Covid-19.

“Yang paling penting pada kegiatan ini adalah nilai sinergitas TNI – POLRI yang sampai kapan pun harus bisa maju dan semakin kompak,” tandas Dofiri. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]