Bale Bandung

Biaya Pendirian Koperasi Merah Putih Ditanggung APBD, Ketua Apdesi Kab Bandung: Bisa Jadi Contoh Bagi Daerah Lain di Jawa Barat

×

Biaya Pendirian Koperasi Merah Putih Ditanggung APBD, Ketua Apdesi Kab Bandung: Bisa Jadi Contoh Bagi Daerah Lain di Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
Ketua DPC Apdes Kab Bandung, Dedi Bram bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna.

SOREANG, Balebandung.com –  Ketua Dewan Pengurus Cabang Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bandung, Dedi Bram menyambut gembira gerak cepat dan tanggap Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam upaya percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di 280 desa/kelurahan di Kabupaten Bandung.

“Kami dari Apdesi sudah melakukan pertemuan bersama Pak Bupati untuk merespon terbitnya Inpres Nomor 25 tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Merah Putih. Kami sangat mengapresiasi karena Pak Bupati begitu tanggap dan cepat dalam upaya percepatan pembentukan KMP di tiap desa/keluarhan ini,” kata Bram dalam keterangannya, Rabu 25 April 2025.

Hal yang lebih menggembirakan, sambung Bram, biaya pendirian KMP di tiap desa/kelurahan ini ditanggung Bupati Bandung melalui dana APBD.

“Ini merupakan gerak cepat dan tanggap dari Pak Bupati, apalagi biaya pendirian KMP-nya ditanggung oleh APBD, sehingga tidak perlu membebani pemerintah desa melalaui APBDes. Tentu langkah cepat yang pertama kalinya di Jawa Barat ini bisa bikin ngiri, bahkan menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain di Jawa Barat,” ungkap Bram.

Untuk itu, imbuh Bram, Apdesi beserta jajaran kepala desa se Kabupaten Bandung siap mendukung berdirinya Koperasi Merah Putih.

“Kami beserta jajaran para kades bergembira karena biaya pendirian KPM di-support Bupati Bandung melalui dana APBD, tidak mengambil dari APBDes,” tandas Bram.

Sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna telah menggelar rapat dengan para camat, kepala desa dan lurah se-Kabupaten Bandung di Rumah Dinas Bupati Bandung, dalam rangka sosialisasi Inpres No 9/2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih.

Untuk memberikan pemahaman tentang pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Menteri Koperasi Republik Indonesia telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Surat edaran tersebut menjadi pedoman untuk disebarluaskan kepada pihak terkait.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]