Bale Bandung

Bupati: Ada Sabilulungan di Pilbup Bandung

×

Bupati: Ada Sabilulungan di Pilbup Bandung

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang M Naser (tengah) saat launching maskot dan jingle Pilkada Kabupaten Bandung 2020 yang digelar di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (8/3/20). by iwa/bbcom
Bupati Bandung Dadang M Naser (tengah) saat launching maskot dan jingle Pilkada Kabupaten Bandung 2020 yang digelar di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (8/3/20). by iwa/bbcom

KUTAWARINGIN, Balebandung.com – Bupati Bandung Dadang M Naser mengapresiasi kegiatan launching logo atau maskot dan jingle Pilkada Kabupaten Bandung 2020 yang digelar di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (8/3/20).

Apalagi menurut bupati, maskot yang terpilih adalah Si Mantul (Si Macan Tutul) yang merupakan salah satu hewan endemik yang ada di Kabupaten Bandung.

“Macan tutul ini hewan endemik yang sudah langka di Kabupaten Bandung. Saya apresiasi KPU Kabupaten Bandung dengan kreativitasnya ini. Apalagi Si Macan Tutul juga bermakna filosofis Demokrasi yang Mantap, Aman, dan Tulus,” ucap bupati mengawali sambutannya.

Pada kesempatan itu bupati juga memaparkan sogan Kabupaten Bandung “Sabilulungan” juga diterapkan dalam Pemilu Kabupaten Bandung. Dadang mengakui dari Pilkada Kabupaten Bandung sebelumnya, Kabupaten Bandung dinilai sebagai daerah yang penyelenggaraan pemilu-nya menjadi salah satu yang terbaik di tingkat Jawa Barat maupun nasional.

“Tidak ada sengketa Piilkada Kabupaten Bandung yang disidang sampai ke tingkat Jawa Barat maupun pusat. Semua bisa diselesaikan di Kabupaten Bandung. Karena Pilkada Kabupaten Bandung ada sabilulungan-nya,” kata Dadang.

Slogan sabilulungan yang dimaksud Bupati Bandung adalah karakter masyarakat Kabupaten Bandung yang mengutamakan kebersamaan dan saling asah, asih, asuh.

“Kalau ada perbedaan pendapat, atau ada yang salah, saling mengingatkan. Meski beda dukungan, tapi silaturahmi tidak sampai putus, genteng ulah potong, persatuan tembong. Kalau beres pemilu, saling berangkulan lagi,” jelas bupati.

Dengan kebersamaan pula, imbuh Bupati Bandung, sabilulungan dalam Pilkada Kabupaten Bandung 2020 juga mampu menghasilkan tingkat partisipasi publik yang signifikan. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]