Bale Bandung

Dari Maulid Menuju Akhlak: Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung Ajak Umat Buktikan Cinta Rasulullah dengan Amal Nyata

×

Dari Maulid Menuju Akhlak: Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung Ajak Umat Buktikan Cinta Rasulullah dengan Amal Nyata

Sebarkan artikel ini
Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A.,

MARGAASIH, balebandung.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW semestinya tidak berakhir ketika pengajian selesai. Kecintaan kepada Rasulullah SAW justru harus terus hidup dan dapat dirasakan melalui perubahan akhlak, kepedulian sosial, serta perilaku sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Nurul Ansor, Kampung Sindangpalay, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Senin (24/8/2026) malam.

Dalam tausiyahnya, KH. Yusuf mengajak jamaah memaknai Maulid bukan sekadar sebagai momentum mengenang kelahiran manusia paling mulia. Tetapi juga sebagai kesempatan untuk bertanya kepada diri sendiri: sejauh mana kecintaan kepada Rasulullah telah mengubah kehidupan kita?

Menurutnya, kegembiraan menyambut Maulid merupakan ekspresi kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW. Namun cinta tersebut perlu dilanjutkan dengan ittib?’, yaitu mengikuti tuntunan dan keteladanan beliau.

Allah SWT berfirman:

“Katakanlah (Muhammad), jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).

“Maulid adalah pernyataan cinta, sedangkan mengikuti Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari adalah bukti dari cinta itu sendiri,” ungkap KH. Yusuf.

Maulid Harus Meninggalkan Jejak

Sebagai Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung, KH. Yusuf menekankan pentingnya menjaga tradisi Maulid yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat. Menurutnya, tradisi tersebut akan semakin bermakna apabila mampu melahirkan perubahan nyata dalam kehidupan umat.

Ia mengingatkan bahwa salah satu misi penting kerasulan Nabi Muhammad SAW adalah membangun kemuliaan akhlak.

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

Karena itu, keberhasilan sebuah peringatan Maulid tidak cukup diukur dari kemeriahan acaranya. Yang lebih penting adalah jejak yang ditinggalkannya setelah jamaah kembali ke rumah masing-masing.

KH. Yusuf mengajak masyarakat melakukan muhasabah sederhana.

“Kalau setelah Maulid kita semakin menjaga ucapan, semakin hormat kepada orang tua, semakin menyayangi keluarga, semakin baik kepada tetangga, semakin jujur dalam bekerja dan semakin ringan membantu orang lain, berarti kecintaan kepada Rasulullah mulai berbuah dalam kehidupan,” tuturnya.

Cinta Rasulullah Dimulai dari Hal Sederhana

KH. Yusuf juga mengingatkan bahwa meneladani Rasulullah tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Banyak sunnah dan akhlak Nabi yang dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat.

Salah satunya adalah kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Rasulullah SAW mengajarkan:

“Menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah.”

Pesan tersebut, menurutnya, sangat relevan dengan persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Ia mengajak jamaah menjadikan momentum Maulid sebagai awal perubahan sederhana: tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan lingkungan, menjaga jalan dan saluran air, serta bersama-sama menciptakan kampung yang bersih dan nyaman.

“Tidak perlu menunggu menjadi orang besar untuk mengikuti Rasulullah. Memungut sesuatu yang mengganggu orang di jalan saja oleh Nabi disebut sedekah. Artinya, agama mengajarkan bahwa kebaikan besar bisa dimulai dari tindakan yang terlihat kecil,” jelasnya.

Jangan Biarkan Semangat Maulid Berakhir di Panggung

KH. Yusuf juga mengajak para orang tua untuk menjadikan rumah sebagai tempat pertama menanamkan akhlak Rasulullah kepada anak-anak. Sementara generasi muda didorong mengenal Nabi tidak hanya melalui kisah kelahiran beliau, tetapi juga melalui kejujuran, amanah, kasih sayang, kesantunan, kepedulian dan semangat memberi manfaat kepada sesama.

Menurutnya, inilah semangat yang perlu terus diperkuat dalam tradisi keagamaan masyarakat Nahdlatul Ulama: tradisi tetap dijaga, mahabbah kepada Rasulullah terus disuburkan, sementara nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diwujudkan menjadi kemaslahatan sosial.

KH. Yusuf kemudian menyampaikan pesan yang mendapat perhatian jamaah:

“Nanti panggung ini akan dibongkar. Lampu akan dimatikan. Hidangan akan habis. Jamaah pun akan kembali ke rumah masing-masing. Tetapi jangan sampai cinta kita kepada Rasulullah ikut selesai bersama selesainya acara.”

Sebaliknya, menurut dia, justru setelah acara selesai dimulailah pembuktian dari Maulid tersebut.

“Biarkan Maulid meninggalkan jejak: lisan menjadi lebih santun, keluarga semakin rukun, tetangga semakin nyaman, lingkungan semakin bersih, kepedulian semakin kuat, dan masyarakat semakin senang melakukan kebaikan,” pesannya.

Ia berharap Pondok Pesantren Nurul Ansor bersama masyarakat sekitar dapat menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

“Jangan hanya bertanya seberapa meriah kita memperingati Maulid. Mari bertanya: setelah Maulid ini, apa yang berubah dalam diri kita? Sebab cinta kepada Rasulullah yang paling indah adalah cinta yang berubah menjadi keteladanan dan amal nyata,” pungkas Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta data ASN yang terindikasi terlibat judi online segera diverifikasi. Jika terbukti merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Bandung, KDS menegaskan akan memberikan tindakan tegas sesuai aturan disiplin ASN. KDS mengatakan, informasi yang beredar menyebut 1.066 ASN yang berdomisili di Kabupaten Bandung terindikasi terlibat judi online sepanjang 2025, dengan nilai […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tradisi dan budaya lokal sering kali menyimpan cerita panjang tentang bagaimana masyarakat menjaga hubungan antara masa lalu, keyakinan, dan kehidupan sehari-hari. Hal itu saya temukan ketika mengikuti kegiatan KKL pada 18–20 Mei 2026 di Ciseureuh, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. Selama kegiatan tersebut, saya berkesempatan mengenal sejumlah tradisi yang masih dilestarikan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung meraih Public Service Award Jawa Barat 2026 dari MarkPlus Institute. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen Disperdagin dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Bandung Marketing Week 2026 – Corporate Day yang mengusung tema “Winning The […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandung membongkar dugaan peredaran minuman beralkohol (miras) oplosan yang dibuat menggunakan alkohol berkadar tinggi dan bahan campuran lainnya. Tiga orang ditangkap dalam kasus tersebut. Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandung Kompol Made Putra Yudistira mengatakan, ketiga tersangka memiliki peran berbeda. Mereka masing-masing berinisial GEP (22) dan BR (28) sebagai […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS, menegaskan pentingnya kedisiplinan, evaluasi kinerja, sinergitas antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta langkah cepat dalam menghadapi ancaman kekeringan di Kabupaten Bandung. Hal tersebut disampaikan KDS saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Desa Sukamulya, Kecamatan Kutawaringin, Jumat (21/8/2026). Dalam rakor tersebut, […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna atau akrab disapa KDS, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perbatasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui percepatan penanganan infrastruktur jalan, peningkatan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), penguatan sektor pendidikan dan keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikan KDS saat meninjau langsung […]