Bale Bandung

Jampe Pangubaran: Jejak Islam dalam Sastra Lisan Sunda

×

Jampe Pangubaran: Jejak Islam dalam Sastra Lisan Sunda

Sebarkan artikel ini

balebandung.com – Tradisi dan budaya lokal sering kali menyimpan cerita panjang tentang bagaimana masyarakat menjaga hubungan antara masa lalu, keyakinan, dan kehidupan sehari-hari. Hal itu saya temukan ketika mengikuti kegiatan KKL pada 18–20 Mei 2026 di Ciseureuh, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta.

Selama kegiatan tersebut, saya berkesempatan mengenal sejumlah tradisi yang masih dilestarikan masyarakat setempat. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah kesenian terbang, sebuah kesenian tradisional bernuansa Islam yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Pada hari kedua KKL, berlangsung sebuah hajat besar yang diselenggarakan Abah Koko, Kepala Desa Mekar Jaya. Dalam rangkaian acara tersebut, beberapa tokoh dan perangkat desa membacakan berbagai jampe atau mantra.

Di antara sejumlah jampe yang dibacakan, perhatian saya tertuju pada jampe pangubaran, yakni mantra yang digunakan dalam praktik pengobatan tradisional.

Jampe tersebut dipercaya dapat membantu mengurangi rasa sakit, panas atau gangguan pada tubuh. Menariknya, di dalamnya terdapat perpaduan antara budaya Sunda dan unsur keagamaan Islam.

Bagi saya, jampe pangubaran bukan sekadar mantra pengobatan. Ia merupakan bagian dari sastra lisan Sunda yang memperlihatkan bagaimana masyarakat mewariskan pengetahuan, keyakinan dan kebudayaan melalui tuturan dari generasi ke generasi.

Dari bentuknya, jampe pangubaran termasuk sastra lisan Sunda karena diwariskan secara turun-temurun melalui ucapan. Bentuknya berupa mantra yang digunakan dalam praktik pengobatan tradisional, sementara bahasa yang digunakan memperlihatkan perpaduan bahasa Sunda dengan unsur keagamaan Islam.

Salah satu ciri yang menarik terdapat pada penggunaan kata-kata seperti “sisir aing, sisir gunting, cep tiis cep tiis”. Ungkapan tersebut menjadi bagian khas dari struktur jampe dan sekaligus memperlihatkan karakter bahasa yang digunakan dalam tradisi tersebut.

Jika dilihat dari maknanya, setidaknya terdapat tiga hal yang menonjol.

Pertama, makna religius. Penggunaan kalimat La ilaha illallah menunjukkan kepercayaan kepada Allah SWT sekaligus permohonan pertolongan kepada-Nya untuk memperoleh kesembuhan.

Kedua, makna magis. Ungkapan cep tiis mengandung harapan agar rasa sakit, panas atau gangguan yang dialami seseorang segera hilang.

Ketiga, makna budaya. Jampe pangubaran menjadi bukti adanya pertemuan antara budaya Sunda dan ajaran Islam yang kemudian diwariskan dan dilestarikan dalam kehidupan masyarakat.

Di sinilah jampe pangubaran menjadi menarik apabila dikaitkan dengan pemikiran Ajip Rosidi mengenai periodisasi sastra Sunda.

Dalam periodisasi sastra Sunda yang dikemukakan Ajip Rosidi, jampe pangubaran dapat ditempatkan dalam periodisasi Islam. Hal tersebut terlihat dari penggunaan kalimat La ilaha illallah pada bagian awal mantra yang menunjukkan pengaruh ajaran Islam dalam karya sastra Sunda.

Bagi saya, pengalaman di Ciseureuh memberikan pemahaman bahwa sastra tidak selalu hadir dalam bentuk buku, puisi atau cerita tertulis. Sastra juga hidup dalam ingatan masyarakat, dalam tuturan, ritual dan tradisi yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Jampe pangubaran adalah salah satu contohnya.

Ia memperlihatkan bagaimana masyarakat Sunda tidak sekadar mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga mengolahnya melalui perjumpaan dengan nilai-nilai keislaman. Karena itu, mempelajari jampe bukan hanya mempelajari mantra, melainkan juga membaca jejak perjalanan kebudayaan masyarakat Sunda.

Tradisi semacam ini penting untuk terus dikenali dan dikaji. Sebab ketika sebuah tradisi lisan berhenti dituturkan, bukan hanya kata-katanya yang hilang, tetapi juga sebagian ingatan budaya masyarakat yang melahirkannya.*** by Bunga Febrianty Suherman, Mahasiswa FIB Sastra Sunda Universitas Padjajaran.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta data ASN yang terindikasi terlibat judi online segera diverifikasi. Jika terbukti merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Bandung, KDS menegaskan akan memberikan tindakan tegas sesuai aturan disiplin ASN. KDS mengatakan, informasi yang beredar menyebut 1.066 ASN yang berdomisili di Kabupaten Bandung terindikasi terlibat judi online sepanjang 2025, dengan nilai […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung meraih Public Service Award Jawa Barat 2026 dari MarkPlus Institute. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen Disperdagin dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Bandung Marketing Week 2026 – Corporate Day yang mengusung tema “Winning The […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandung membongkar dugaan peredaran minuman beralkohol (miras) oplosan yang dibuat menggunakan alkohol berkadar tinggi dan bahan campuran lainnya. Tiga orang ditangkap dalam kasus tersebut. Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandung Kompol Made Putra Yudistira mengatakan, ketiga tersangka memiliki peran berbeda. Mereka masing-masing berinisial GEP (22) dan BR (28) sebagai […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS, menegaskan pentingnya kedisiplinan, evaluasi kinerja, sinergitas antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta langkah cepat dalam menghadapi ancaman kekeringan di Kabupaten Bandung. Hal tersebut disampaikan KDS saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Desa Sukamulya, Kecamatan Kutawaringin, Jumat (21/8/2026). Dalam rakor tersebut, […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna atau akrab disapa KDS, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perbatasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui percepatan penanganan infrastruktur jalan, peningkatan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), penguatan sektor pendidikan dan keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikan KDS saat meninjau langsung […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menerima Tanda Penghargaan/Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambra dari Kementerian Koperasi RI atas jasa dan darmabaktinya dalam memajukan perkoperasian Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan kepada Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) dalam kategori Pejabat Negara. Penghargaan itu tertuang dalam Piagam Tanda Penghargaan Menteri Koperasi RI berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi RI Nomor […]