Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/baleband/public_html/index.php:1) in /home/baleband/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/class-counter.php on line 1779
Di Balik PAD Kabupaten Bandung, Ada Rumah Sakit, Pasar, Rusunawa hingga PBG | Bale Bandung
Bale Bandung

Di Balik PAD Kabupaten Bandung, Ada Rumah Sakit, Pasar, Rusunawa hingga PBG

×

Di Balik PAD Kabupaten Bandung, Ada Rumah Sakit, Pasar, Rusunawa hingga PBG

Sebarkan artikel ini

SOREANG, balebandung.com – Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bandung ternyata tidak hanya bertumpu pada pajak yang dipungut Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Sejumlah layanan publik dan aset pemerintah yang dikelola organisasi perangkat daerah (OPD) juga menjadi sumber penerimaan.

Data Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kabupaten Bandung 2025 yang bersumber dari BKAD menunjukkan realisasi retribusi daerah mencapai 99,38 persen dari target. Kontributor terbesarnya adalah retribusi pelayanan kesehatan yang menyumbang sekitar 92,81 persen dari total retribusi daerah.

Rumah sakit daerah menjadi salah satu mesin utama. Retribusi pelayanan kesehatan mencakup layanan di sejumlah RSUD milik Pemkab Bandung, antara lain RSUD Majalaya, RSUD Oto Iskandar Di Nata, RSUD Cicalengka serta jaringan RSUD Bedas.

Kinerja sektor ini mencapai 102,90 persen dari target pada 2025. Peningkatan kunjungan pasien, pembayaran klaim BPJS, pengembangan fasilitas serta bertambahnya kerja sama dengan pihak ketiga menjadi sejumlah faktor yang mendorong penerimaan.

Namun mesin PAD Kabupaten Bandung tidak berhenti di rumah sakit.

Rusunawa juga menghasilkan uang bagi daerah. Pengelolaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan menghasilkan Rp921,96 juta pada 2025, atau 108,79 persen dari target Rp850 juta.

Salah satu pendorongnya adalah meningkatnya keterisian unit Rusunawa Jatisari setelah dilakukan perbaikan terhadap 50 unit hunian. Disiplin penghuni membayar sewa serta penagihan terhadap tunggakan juga ikut mendukung penerimaan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) juga memiliki sejumlah sumber PAD.

Salah satunya retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Namun dibanding sejumlah sumber PAD lainnya, penerimaan dari PBG justru masih rendah. Pada 2025 realisasinya hanya mencapai 46,85 persen dari target.

Dalam evaluasi Pemkab Bandung, rendahnya penerimaan PBG antara lain berkaitan dengan masih rendahnya kepatuhan masyarakat mengurus PBG sebelum membangun, kendala layanan digital, kebijakan baru pemerintah pusat, keterbatasan kelengkapan dokumen teknis serta masih adanya masyarakat yang menggunakan jasa perantara.

DPUTR juga memperoleh penerimaan dari pemakaian laboratorium dan pemanfaatan kendaraan bermotor milik daerah.

Retribusi pemakaian laboratorium DPUTR pada 2025 mencapai Rp165 juta atau 51,24 persen dari target Rp322 juta. Sementara pemakaian kendaraan bermotor menghasilkan Rp367,18 juta atau 41,49 persen dari target Rp885 juta.

Ada pula sumber yang relatif kecil tetapi berhasil melampaui target. Retribusi penyediaan dan/atau penyedotan kakus yang dikelola DPUTR mencapai Rp42,66 juta atau 100,38 persen dari target Rp42,5 juta.

Penerimaan tersebut didorong meningkatnya kesadaran masyarakat, tersedianya IPLT untuk menerima limbah dari truk tinja swasta serta bertambahnya armada sedot tinja.

Pasar juga menjadi mesin PAD. Retribusi pelayanan pasar pada 2025 mencapai 122,82 persen dari target. Pemkab menyebut peningkatan kepatuhan pedagang setelah sosialisasi dan pembinaan oleh UPTD Pasar menjadi salah satu faktor pencapaian tersebut.

Sektor pariwisata dan olahraga ikut menyumbang. Retribusi pelayanan tempat rekreasi, pariwisata dan olahraga mencapai Rp779,37 juta atau 107,83 persen dari target Rp722,75 juta.

Di dalamnya terdapat penerimaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebesar Rp525,5 juta, Dinas Kebudayaan Rp42,57 juta dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rp211,3 juta.

Mesin lainnya datang dari rumah potong hewan, produksi usaha daerah, parkir, pemanfaatan tanah dan aset milik pemerintah daerah hingga penggunaan tenaga kerja asing. Sejumlah sumber bahkan mencatat capaian di atas 100 persen.

Dari sisi aset, misalnya, Dinas Perkimtan memperoleh Rp507,33 juta dari sewa tanah, atau 123,96 persen dari target Rp413,11 juta. Pada 2025 terdapat 55 bidang tanah yang berpotensi dimanfaatkan dan 40 bidang di antaranya telah disewakan.

Data tersebut memperlihatkan bahwa mesin PAD Kabupaten Bandung tersebar di banyak OPD. Rumah sakit menghasilkan dari pelayanan kesehatan, Disperkimtan dari rusunawa dan aset tanah, DPUTR dari PBG serta layanan teknis, Disperdagin dari pasar, sementara sektor pariwisata memperoleh penerimaan dari destinasi dan fasilitas olahraga.

Menariknya, performanya tidak seragam.

Ada sumber yang mampu melampaui target, tetapi ada pula yang masih jauh dari sasaran. Retribusi PBG misalnya baru mencapai 46,85 persen. Pemakaian kendaraan DPUTR 41,49 persen, sedangkan pemakaian laboratorium 51,24 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan PAD Kabupaten Bandung bukan semata-mata seberapa banyak objek yang bisa dipungut, tetapi juga bagaimana pemerintah daerah membaca potensi, menetapkan target secara realistis, memperbaiki layanan dan memastikan masyarakat mengetahui serta memenuhi kewajibannya.

Dalam dokumen LKPJ 2025, Pemkab Bandung sendiri menempatkan pendataan dan pembenahan manajemen data PAD, pemutakhiran data potensi, penguatan koordinasi antar-OPD serta optimalisasi sumber PAD yang dinamis terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai bagian dari kebijakan pendapatan daerah.

Dengan demikian, peta PAD Kabupaten Bandung sesungguhnya lebih luas dari daftar pajak Bapenda. Setiap rumah sakit, pasar, rusunawa, tanah, kendaraan, laboratorium, fasilitas olahraga hingga layanan perizinan memiliki potensi menjadi sumber penerimaan daerah—sepanjang dikelola dengan data, layanan dan target yang tepat.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna atau KDS mengingatkan ASN agar penghasilan yang diperoleh tidak digunakan untuk aktivitas yang merusak, termasuk judi online. Sebaliknya, ia mendorong ASN memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak dan sedekah (ZIS). Pesan itu disampaikan KDS dalam Siraman Rohani bagi pegawai Pemkab Bandung di Gedung Moh. Toha, Soreang, Senin (5/10/2026). […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Akademisi Telkom University (Tel-U) Lia Yuldinawati meraih penghargaan Innovator of the Year dalam ISOUL Women Leadership Award 2026 di Paris, Jumat (3/10). Lia menjadi satu-satunya pemenang dari kawasan Asia dalam ajang tersebut. Lia yang juga menjabat Kepala Program Pengembangan Tel-U dinilai unggul melalui inovasi Ladyverse, platform yang membantu pelaku usaha perempuan memanfaatkan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – DPRD Kabupaten Bandung mendorong pemerintah daerah mempercepat pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung. Selama ini, pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) masih dilakukan melalui kerja sama dengan BNN Kota Cimahi. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M. Akhiri Hailuki menilai keberadaan BNN di tingkat kabupaten sudah menjadi kebutuhan […]

Bale Bandung

CICALENGKA, balebandung.com – Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto menemui Agus, pedagang keliling sapu lidi di Kampung Ciawitali, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (2/10/2026). Pertemuan itu berlangsung di tengah agenda pengecekan wilayah hukum Polsek Rancaekek dan Polsek Cicalengka. Tri berbincang langsung dengan Agus yang selama ini berjualan sapu lidi keliling untuk memenuhi kebutuhan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Mengelola kekayaan tidak lagi cukup dengan menghitung pertumbuhan aset dan mencari instrumen investasi dengan imbal hasil terbaik. Perubahan ekonomi, risiko bisnis, kesehatan hingga kesiapan generasi penerus membuat keputusan finansial semakin berkaitan dengan tujuan hidup dan keberlanjutan apa yang telah dibangun. Perspektif itulah yang diangkat Permata Bank melalui Wealth Wisdom 2026 di Bandung. […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Gerakan infak melalui program Jumat Berkah di Kecamatan Katapang tak sekadar mengumpulkan dana. Sebanyak 29 SD negeri dan swasta di wilayah tersebut berhasil menghimpun infak sebesar Rp17.746.500 yang kemudian diserahkan kepada BAZNAS Kabupaten Bandung. Penyerahan infak berlangsung di SDN Juntigirang 3, Kamis (1/10/2026), dihadiri para pengawas, Ketua K3S Kecamatan Katapang Dindin Nurodin, […]