Bale Bandung

Disdik Gelar Bimtek Peningkatan Mutu Pendidikan Nonformal-Informal

×

Disdik Gelar Bimtek Peningkatan Mutu Pendidikan Nonformal-Informal

Sebarkan artikel ini
Kasi Dikmas Disdik Kab. Bandung Hj. M. Sri Laksmi SPd
Kasi Dikmas Disdik Kab. Bandung Hj. M. Sri Laksmi SPd

CIMAHI – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Mutu Pendidikan Nonformal dan Informal Bidang PAUD dan PNFI, di Hotel Endah Parahyangan Cimahi, Senin (26/11/18).

Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat (Kasi Dikmas) Disdik Kab. Bandung Hj. M. Sri Laksmi SPd, MPd menerangkan, kegiatan yang diikuti 70 peserta ini bertujuan untuk peningkatan mutu pendidikan nonformal dan informal.

“Bimtek ini untuk peningkatan mutu tata kelola kelembagaan, baik untuk Taman Belajar Masyarakat (TBM) maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Bandung, bagaimana agar kemampuan PKBM dalam pengelolaan sarana dan prasarana lembaga agar bisa meningkat,” jelas Laksmi kepada wartawan di sela kegiatan.

Pihaknya pun berharap bimtek yang berlangsung hingga 29 November ini mampu meningkatkan wawasan dalam pengelolaan atau manajemen kelembagaan, serta meningkatkan profesionalisme dari para lembaga dalam melayani pembelajaran pendidikan nonformal bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Jadi, materinya secara umum meliputi bagaimana teknis pengelolaan kelembagaan, baik dari segi sarana maupun prasarananya. Kemudian gambaran umum bagaimana membuat laporan yang baik dari awal hingga akhir, bagaimana pengadministrasian keuangannya, agar nanti mendapat bantuan yang akan datang itu mereka sudah tahu bagaimana harus membuat laporan,” urai Laksmi.**

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]