Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaBale BandungDP2KBP3A Kab Bandung Gelar Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor

DP2KBP3A Kab Bandung Gelar Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor

SOREANG, Balebandung.com – Dalam rangka Hari Keluarga Nasional Ke XXVIII Tahun 2021, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab Bandung menggelar pelayanan KB serentak, Kamis, (24/6/21).

Pelayanan KB ini dilaksanakan di fasilitas-fasilitas kesehatan di setiap kecamatan di Kabupaten Bandung. Adapun alat kontrasepsi yang dilayani dalam pelayanan ini diantaranya IUD, Implan dan suntik dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Kesadaran masyarakat Kabupaten Bandung untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB) tinggi. Hal itu terbukti dari jumlah kepesertaan ber-KB yang sudah mencapai 80 persen.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Pergerakan DP2KBP3A Kabupaten Bandung, Ida Farida mengatakan, saat ini kesadaran masyarakat Kabupaten Bandung untuk mengikuti program Keluarga Bencana (KB) dapat dikatakan sudah mulai berhasil.

Ida menceritakan, kalau dulu untuk mengajak masyarakat agar mau mengikuti program KB ini sangat sulit. Padahal sudah menjadi program prioritas dari pemerintah. Saat ini, KB sudah menjadi sebuah kebutuhan dan mayoritas masyarakat sudah merasakan pentingnya mengikuti program KB.

“Semakin banyak orang yang ber KB, artinya KB semakin melembaga. Sekarang dari aspek kuantitas dapat dikatakan berhasil,” ujar Ida..

Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan program KB adalah Total Fertility Rate (TFR). Saat ini, TFR Kabupaten Bandung itu berada diangka 2,43. Pihaknya menargetkan TFR diangka 2,1 namun memang cukup sulit. Kendalanya diantaranya adalah masih tingginya angka perkawinan muda.

Oleh karena itu, strategi untuk menurunkan TFR adalah dengan meningkatkan kualitas ber-KB-nya, yaitu dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Misalnya Intra Uterine Device (IUD), Medis Operatif Wanita (MOW), Medis Operatif Pria (MOP) serta Implan.

“Strategi lainnya adalah dengan pencegahan yaitu melalui program penundaan anak pertama (PAP) bagi yang sudah terlanjur menikah di bawah umur dan juga melalui program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP),” tutur Ida.***

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

TERKINI