RANCAEKEK, balebandung.com – KH. Ending Jauharudin dikukuhkan dan ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah terpilih MWC NU Kecamatan Rancaekek masa khidmat 2026–2031. Sementara Ajengan Wildan terpilih sebagai Rais Syuriyah.
Keduanya terpilih dalam Konferensi Wakil Cabang (Konfercam) MWC NU Rancaekek ke-3 yang digelar di Pondok Pesantren Addzimat Da’i Indonesia, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Minggu (13/9/2026).
Dalam pemilihan Ketua Tanfidziyah, KH. Ending Jauharudin meraih 9 suara, mengungguli Ajengan Aan Aliyudin yang memperoleh 4 suara dan Ajengan Asep Nurjaman dengan 1 suara.
Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung Imron Rosyadi mengatakan, hasil konfercam tersebut menunjukkan dinamika organisasi dan kualitas kader NU di Kecamatan Rancaekek yang terus berkembang.
“Atas nama Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung, kami memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas kinerja seluruh kader Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bandung, khususnya keluarga besar NU Kecamatan Rancaekek,” ujar Imron.
Menurut Imron, Konfercam bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan. Forum lima tahunan tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun arah perjuangan NU untuk lima tahun berikutnya.
“Konfercam merupakan forum tertinggi di tingkat kecamatan. Ini menjadi wadah evaluasi kritis terhadap apa yang sudah dilaksanakan, mengkaji program lima tahun ke depan sekaligus memilih kepemimpinan baru,” katanya.
Ia menilai proses konferensi yang berlangsung di Rancaekek menunjukkan dinamika organisasi yang sehat. Kepemimpinan MWC NU Rancaekek periode 2021–2026, kata Imron, juga telah meninggalkan sejumlah capaian yang menjadi modal bagi kepengurusan berikutnya.
Imron berharap kepemimpinan baru mampu melanjutkan sekaligus meningkatkan kiprah NU di tengah masyarakat.
“Semoga kepemimpinan yang baru mampu melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Rancaekek,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pengurus baru agar memperkuat konsolidasi seluruh unsur NU, terutama pesantren sebagai salah satu pilar penting organisasi.
Menurutnya, kebesaran NU di Rancaekek tidak akan terbangun tanpa kekuatan yang solid di seluruh lini, termasuk hubungan yang baik dengan pesantren, badan otonom dan para kader.
“Tidak akan ada kebesaran Nahdlatul Ulama di Rancaekek kecuali kita mampu secara progresif membangun kekuatan di semua lini dan semua pilar, khususnya pondok pesantren, sehingga komunikasi dan koordinasi terus terbangun secara sinergis,” katanya.
Imron juga menyampaikan penghargaan kepada pengurus MWC NU Rancaekek periode sebelumnya yang telah menjalankan amanah selama lima tahun.
Ia mengakui perjalanan organisasi tidak selalu mudah karena para pengurus menghadapi berbagai konsekuensi, tantangan dan pengorbanan dalam menjalankan khidmat NU.
“Atas nama PCNU, kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada pengurus MWC NU Kecamatan Rancaekek yang telah berjuang selama lima tahun dengan berbagai konsekuensi dan pengorbanan, baik moril maupun materi,” tutur Imron.
Dengan terpilihnya KH. Ending Jauharudin sebagai Ketua Tanfidziyah dan Ajengan Wildan sebagai Rais Syuriyah, Imron berharap kepengurusan MWC NU Rancaekek masa khidmat 2026–2031 dapat menjaga kekompakan serta membawa organisasi semakin kuat dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga seluruh perjuangan para pengurus, pimpinan dan sesepuh yang berkontribusi terhadap bangkitnya NU di Rancaekek mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT,” pungkasnya.***







