Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaBale Kota BandungGerhana Adalah Keteraturan Alam Semesta

Gerhana Adalah Keteraturan Alam Semesta

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan didampingi Netty Prasetiyani dan Wagub Jabar Deddy Mizwar juga para pejabat di lingkungan Pemprov Jabar menyaksikan langsung proses Gerhana Matahari yang terlihat di Kota Bandung hanya sekitar 88% di Plaza Masjid Al Mutaqin Gedung Sate Bandung, Rabu (9/3). by Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan didampingi Netty Prasetiyani dan Wagub Jabar Deddy Mizwar juga para pejabat di lingkungan Pemprov Jabar menyaksikan langsung proses Gerhana Matahari yang terlihat di Kota Bandung hanya sekitar 88% di Plaza Masjid Al Mutaqin Gedung Sate Bandung, Rabu (9/3). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Usai menjadi khatib dan imam shalat sunat gerhana di Masjid Al-Muttaqin, Gedung Sate Kota Bandung, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan didampingi Wakil Gubernur Deddy Mizwar, jajaran pejabat Pemprov Jabar dan masyarakat, menyaksikan langsung fenomena alam gerhana matahari yang melintasi Kota Bandung sekitar pukul 07.15 WIB.

Meski di beberapa daerah di pulau Jawa hanya dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian, sekitar 88%, namun gubernur dengan menggunakan kacamata khusus sangat antusias menyaksikan fenomena alam yang terakhir terjadi pada tahun 1983 ini.

Heryawan mengatakan, gerhana matahari ini merupakan fenomena alam yang menggambarkan betapa teraturnya alam semesta yang dirancang oleh Allah SWT. “Kita berdecak kagum atas keteraturan ini,” ucap Aher sambil melihat gerhana.

Aher pun menjelaskan, dalam agama saat terjadi gerhana diperintahkan untuk mengucap takbir, berdoa, melaksanakan shalat dan melihat langsung dengan kasat mata maupun alat bantu.

“Alhamdulillah, kita semuanya di Jawa Barat, di halaman Gedung Sate sudah melihat, kemudian kita sebelumnya melaksanakan shalat di Masjid Al-Muttaqin. Kita bisa melihat kasat mata dan pakai alat, itu terlihat sangat indah, saya kira ini sangat unik, menakjubkan,” ujarnya.

Aher mengimbau kepada masyarakat untuk mensyukuri adanya fenomena ini dengan tidak mengkait-kaitkan dengan mitos-mitos maupun anggapan yang tidak benar.

“Dua tanda kebesaran Allah adalah bulan dan matahari. Semua kejadian alam adalah kehendak-Nya dan jangan mengkait-kaitkan dengan kehidupan manusia,” kata Aher.

“Kita harus bersyukur dengan cara melipat gandakan ikhtiar kita untuk mengelola alam semesta, mengelola bumi Jawa Barat dengan pengelolaan yang berkesinambungan untuk masa depan Jawa Barat yang lebih sejahtera, itu dampaknya,” imbuh Aher.

Di Indonesia gerhana matahari total hanya melintasi 11 Provinsi, dan diperkirakan baru akan terjadi lagi di tempat yang sama sekitar 350 tahun lagi. Karena itu pada gerhana matahari total tanggal 9 Maret 2016 ini banyak wisatawan dalam dan mancanegara mengunjungi daerah-daerah yang dilintasi.

Gerhana matahari total adalah fenomena alam di mana posisi matahari, bulan dan bumi berada pada satu garis lurus. Posisi ini menyebabkan sebagian permukaan bumi akan terkena bayangan gelap bulan yang mengakibatkan wilayah-wilayah yang terkena bayangan ini akan gelap selama beberapa menit.

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

TERKINI