BANDUNG, balebandung.com — Kabupaten Bandung menjadi salah satu pusat pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit UMKM di daerah ini mencapai Rp13,18 triliun, menempatkannya di jajaran lima wilayah dengan kredit UMKM terbesar di Jawa Barat.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mencatat total outstanding kredit UMKM di Jawa Barat mencapai Rp192,63 triliun hingga Juni 2026. Pembiayaan itu tersebar pada 3,47 juta rekening pelaku usaha dan tumbuh 1,47 persen secara tahunan.
Kabupaten Bandung berada di posisi kelima setelah Kota Bandung dengan Rp24,70 triliun, Kota Bekasi Rp17,18 triliun, Kabupaten Bogor Rp16,78 triliun, dan Kabupaten Bekasi Rp13,72 triliun.
Posisi tersebut menunjukkan Kabupaten Bandung menjadi salah satu wilayah penting dalam perputaran pembiayaan sektor UMKM di Jawa Barat.
Selain kredit UMKM secara umum, Kabupaten Bandung juga termasuk daerah dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Jawa Barat. OJK mencatat penyaluran KUR Jabar mencapai Rp19,67 triliun dengan outstanding Rp18,10 triliun kepada 299.702 pelaku usaha hingga Juni 2026.
Kabupaten Bandung masuk dalam lima wilayah dengan penyaluran KUR terbesar bersama Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, dan Kabupaten Garut.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman mengatakan pembiayaan UMKM ke depan perlu diarahkan lebih dekat dengan potensi ekonomi masing-masing daerah.
OJK Jawa Barat menyiapkan pendekatan melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) berbasis komoditas unggulan, khususnya peternakan, tanaman pangan, dan hortikultura.
Program tersebut menggunakan pola kemitraan terpadu atau closed loop. Model ini mempertemukan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, koperasi, dan offtaker dalam satu ekosistem usaha.
Dengan pola tersebut, pembiayaan tidak semata diarahkan untuk menambah akses kredit. Pembiayaan diharapkan mengikuti kebutuhan usaha sejak produksi hingga pemasaran sehingga komoditas unggulan daerah memiliki rantai usaha yang lebih kuat.
Bagi Kabupaten Bandung, pola ini membuka ruang untuk menghubungkan potensi sektor pertanian dan peternakan dengan pembiayaan formal. Apalagi daerah ini sudah berada dalam kelompok wilayah dengan penyaluran kredit UMKM dan KUR terbesar di Jawa Barat.
OJK selanjutnya memperkuat sinergi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan pemangku kepentingan di daerah. Fokusnya memperluas literasi dan akses keuangan agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung lebih tangguh, berkeadilan, dan inklusif.***







