Bale Bandung

KDI Dukung Yena Ma’soem di Pilbup Bandung

×

KDI Dukung Yena Ma’soem di Pilbup Bandung

Sebarkan artikel ini
Mantan Balonbup Bandung dari Partai Golkar Deding Ishak bersama Calon Bupati Bandung Yena Iskandar Ma'soem, saat menghadiri resepsi pernikahan Ketua DPD PSI Kabupaten Bandung, di Kota Bandung, Minggu (27/9/2020). (FOTO: Tim Yena-Atep for TIMES Indonesia)
Mantan Balonbup Bandung dari Partai Golkar Deding Ishak bersama Calon Bupati Bandung Yena Iskandar Ma’soem, saat menghadiri resepsi pernikahan Ketua DPD PSI Kabupaten Bandung, di Kota Bandung, Minggu (27/9/2020). by Tim Dahsyat

BANDUNG, Balebandung.com – Beredar foto di media sosial mantan bakal calon Bupati Bandung dari Partai Golkar di Pilbup Bandung, Deding Ishak bersama Calon Bupati Bandung Yena Iskandar Ma’soem. Foto tersebut dibuat saat keduanya menghadiri resepsi pernikahan Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bandung Tjin Bun Loi di Kota Bandung, Minggu (27/9/2020).

Di foto yang beredar tersebut, foto Kang Deding Ishak (KDI) bersama Yena menunjukkan simbol dua jari sebagai nomor urut paslon Yena-Iskandar Ma’soem – Atep di Pilbup Bandung.

Saat dikonfirmasi, Kang Deding Ishak yang akrab disapa KDI ini menyatakan, dirinya mendukung Yena Iskandar Ma’soem di Pilbup Bandung.

“Kebetulan ketemu di acara pernikahan mantan Tim KDI. Jadi, Ibu Yena ini sebenarnya masih satu keluarga juga dengan saya, tentu yah saya support,” ungkap Kang Deding Ishak, Senin (28/9/20).

Kebetulan pula, imbuh KDI, setelah penetapan nomor urut paslon Pilbup Bandung, cabup yang pertama kali bertemu dengan dirinya adalah Yena Iskandar Ma’soem.

Lebih lanjut KDI mengucapkan selamat kepada tiga paslon yang sudah mendapat nomor urut paslon. “Mereka adalah tokoh-tokoh yang baik dan layak dipilih oleh masyarakat Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Deding pun berharap kepada Muspida Kabupaten Bandung, KPU, Bawaslu, paslon, para parpol dan pendukungnya, untuk betul-betul memperhatikan protokol kesehatan di Pilkada Kabupaten Bandung 9 Desember 2020.

“Mari kita berdoa supaya pelaksaaan Pilbup Bandung ini setiap tahapannya berjalan lancar dengan disiplin protokol kesehatan dan pilkada bejalan dengan damai, sehat, terhindar dari konflik, intrik, dan fitnah,” kata KDI.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]