Bale Jabar

Kereta Cepat Rampas Ruang Kelola Rakyat

×

Kereta Cepat Rampas Ruang Kelola Rakyat

Sebarkan artikel ini

kereta-cepat-1BANDUNG – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat melihat bahwa proyek kereta cepat yang diklaim pemerintah sebagai solusi terciptanya transportasi massal hanya dijadikan dalih untuk merampas lahan produktif rakyat, demi memfasilitasi kepentingan para pemodal.

“Sebab pembangunan kota megapolitan di sepanjang jalur trase yang akan mengabiskan lahan totalnya seluas 30.000 ha, menjadi tujuan utama dibanding penyediaan transportasi publik. Alasannya, jika pemerintah ingin menciptakan transportasi publik, mereka bisa merevitalisasi jalur kereta yang sudah ada,” kata Direktur Walhi Jabar Dadan Ramdan dalam rilisnya, Senin (28/3/16).

Dalam pemantauan Walhi di lapangan, kata Dadan, halaman rumah dan lahan pertanian warga di Desa Puteran, Kecamatan Cikalong Wetan, Bandung Barat yang juga lebih dikenal sebagai kawasan perkebunan teh Walini, sudah terpasang sehelai kain warna merah sebagai tanda wilayah tersebut akan tergusur oleh jalur trase proyek Kereta Cepat Jakarta- Bandung. Padahal pihak berwenang hingga kini belum melakukan sosialisasi dan penjelasan mengenai nasib warga.

Seperti diketahui, wilayah tersebut merupakan salah satu dari empat Transit Oriented Development (TOD) yang akan dikembangkan di sepanjang jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Kemudian dari Cikalong Wetan pula pelaksanaan pembangunan dimulai. Sementara warga di desa-desa terdampak setempat seperti desa Cikalong, Rende, Tenjo Laut, Puteran dan Mandalasari mengaku belum tahu menahu mengenai detail pelaksanaan proyek yang akan menggusur lahan dan pemukiman mereka.

Selain TOD Halim, Karawang dan Tegalluar, TOD Walini yang lokasinya berada di Cikalong Wetan itu, berpotensi menghilangkan kawasan penting penopang daya dukung lingkungan dan lahan produktif warga setempat. Diketahui, daerah tersebut merupakan wilayah resapan air di mana alirannya sangat menopang keberadaan pesawahan serta suplai air Waduk Cirata. Selain itu, tentunya pembangunan jalur trase kereta cepat beserta pengembangan TOD Walini juga akan menyingkirkan warga setempat dari ruang produksinya.

Luas total konsesi Walini sendiri mencapai 4.401 ha. Dalam wilayah itu direncanakan dibangun TOD seluas 1.270 ha serta pengembangan Kota Raya Walini seluas 3000 ha. “Artinya, pembangunan tersebut luasannya akan mencaplok seluruh konsesi Walini dan setengah wilayah kecamatan Cikalong Wetan. Padahal ada sekitar 5000 jiwa yang masih bergantung kepada komoditas teh dan getah karet kehilangan mata pencaharian dan 1000 kk kehilangan lahan pertanian,” terang Dadan.

Namun, sejak Jokowi meresmikan groundbreaking pada 21Jjanuari 2016, kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan izin pembangunan Prasarana Perkeretaapian Umum kepada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tanggal 18 Maret kemarin, sejauh ini publik masih mempertanyakan urgensi dan motivasi di balik percepatan pembangunan. Pemerintah juga tidak pernah membicarakan nasib warga di daerah terdampak.

Dengan panjang jalur trase mencapai 145 km, jalur tersebut akan melintasi 9 kabupaten dan kota, serta mengorbankan 83 kelurahan dan desa, diperkirakan sekitar 3.500 KK terkena dampak langsung penggusuran pemukiman dan lahan pertanian. Ke depannya, resiko tersebut dampaknya meluas yang akan ditanggung oleh 3 Juta penduduk. Bahkan resiko bencana terpampang nyata, karena lintasan jalur merupakan wilayah pertemuan tiga sesar yaitu Cimandiri, Lembang dan Baribis yang rentan menimbulkan gerakan tanah dan longsor.

“Dari berbagai regulasi yang diterbitkan serta berdasarkan pemantauan lapangan yang telah dilakukan Walhi, kami meminta pemerintah untuk mencabut regulasi terkait pembangunan kereta cepat dan pembangunan infrastruktur lainnya, yang akan menambah beban ekologi dan derita rakyat Jawa Barat,” tandas Dadan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Seniman, budayawan, sekaligus pendekar silat Abah Nanu menitipkan filosofi kepemimpinan Sunda “Wana, Wani, Wanoh” kepada Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar, Bambang Melga, sebagai bekal mengawal penyelenggaraan festival yang akan memadukan seni, budaya, dan spiritualitas Islam. Dalam perbincangan yang berlangsung penuh kehangatan, Abah Nanu menekankan bahwa memimpin sebuah perhelatan besar tidak cukup hanya […]

Bale Jabar

Tantangan yang dihadapi dunia pers hari ini benar-benar tidak main-main. Di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ruang redaksi dituntut bergerak secepat kilat. Tapi, di balik kecepatan itu, ada harga mahal yang dipertaruhkan: kepercayaan publik. Realitas inilah yang mendasari pandangan Tantan Sulthon B, M.Sos., calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2026-2031. Baginya, organisasi […]

Bale Jabar

BOGOR, balebandung.com – Calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031 yang juga Pemimpin Redaksi InilahKoran, Tantan Sulthon Bukhawan menyambangi Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Soerjo nomor 4, Kecamatan Tanah Sareal pada Senin (3/8/2026). Tantan berdiskusi dengan jajaran PWI Kota Bogor perihal visi mewujudkan ‘PWI Jabar Istimewa’ dengan tagline ‘Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Tidak banyak orang yang memilih menjadikan musik sebagai jalan untuk mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an. Di tengah perkembangan berbagai metode pembelajaran, Drs. H. Ahmad Kholid HS, M.Li. justru mengambil jalur yang berbeda. Ia memadukan irama, seni baca Al-Qur’an, dan pendekatan pembelajaran yang lebih mudah diterima berbagai kalangan. Nama Ahmad Kholid dikenal sebagai pendiri Metode […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Festival Al Jabbar 2026 mulai memperkuat jajaran kreatifnya dengan menggandeng dua maestro seni pertunjukan Jawa Barat, Rosikin WK, S.Sn., M.Sn. dan aktor teater sekaligus film senior R. Irwan Guntari WK, S.Sn. Keduanya dipercaya menggarap konsep pembukaan dan penutupan festival yang diproyeksikan menjadi salah satu atraksi utama dalam perhelatan budaya tersebut. Kedua seniman itu […]

Bale Jabar

balebandung.com – Yayasan Bakti Keberagaman Indonesia (YBKI) akan menggelar Bakti Indonesia: Gerakan Derma Sosial dalam Keberagaman Indonesia selama tiga hari, 6–8 Agustus 2026, di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah. Ketua YBKI, Mulia Jayaputri, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat semangat keberagaman melalui pelayanan kesehatan dan kegiatan […]