BALEPAKUAN, balebandung.com – Rudie Kusmayadi kembali dipercaya sebagai Komisaris Bank bjb dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 28 April 2026 di Bale Pakuan, Kota Bandung.
Dalam susunan terbaru Dewan Komisaris Bank bjb, nama Rudie Kusmayadi tetap berada dalam jajaran komisaris bersama Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen, serta Herman Suryatman dan Tomsi Tohir sebagai komisaris lainnya. Keputusan ini menegaskan kepercayaan pemegang saham terhadap kapasitas dan pengalaman panjang Rudie Kusmayadi dalam tata kelola pelayanan publik dan manajemen kelembagaan.
Bagi kalangan birokrasi dan BUMD di Kabupaten Bandung, nama Rudie Kusmayadi bukan sosok baru. Ia dikenal luas sebagai figur teknokrat senior yang lama membangun fondasi pelayanan publik, khususnya saat memimpin Perumda Air Minum Tirta Raharja.
Pria kelahiran Ciamis tahun 1958 ini memiliki latar belakang pendidikan teknik dan manajemen pembangunan daerah. Rudie menyelesaikan pendidikan Bachelor of Engineering di Akademi Teknik Pekerjaan Umum pada 1982, kemudian melanjutkan pendidikan Sarjana Manajemen Pembangunan Daerah di STIA LAN tahun 2001, serta Pascasarjana Manajemen Pembangunan Daerah dari STIA LAN pada 2004. Profil resmi ini tercantum dalam manajemen bank bjb.
Sebelum masuk jajaran Komisaris bank bjb, Rudie Kusmayadi mengabdikan diri cukup panjang di Perumda Air Minum Tirta Raharja. Ia menjabat sebagai Plt Direktur Utama pada 2007–2009, lalu dipercaya sebagai Direktur Utama selama periode 2009–2023. Kemudian terpilih sebagai Ketua Umum Perpamsi (Persatuan Perusahaan Air Minum Selueuh Indonesia)
Selama masa kepemimpinannya, Tirta Raharja berkembang sebagai salah satu BUMD strategis yang pertumbuhannya cukup pesat dan berperan penting dalam pelayanan dasar masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya sektor air bersih dan penguatan infrastruktur pelayanan publik.
Pengalaman panjang tersebut menjadi modal kuat saat dirinya dipercaya masuk ke jajaran Komisaris bank bjb sejak 9 Agustus 2023, hingga kembali ditegaskan dalam RUPS April 2026.
Sebagai komisaris, peran Rudie Kusmayadi berada pada level pengawasan strategis, tata kelola perusahaan, kepatuhan, dan kesinambungan korporasi. Posisi ini sangat penting dalam menjaga bank bjb sebagai Bank Pembangunan Daerah dengan total aset mencapai Rp221,3 triliun, sekaligus menjadi BPD dengan aset terbesar di Indonesia.
Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Rudie Kusmayadi menunjukkan bahwa pengalaman panjang, integritas, dan rekam jejak kepemimpinan tetap menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas lembaga keuangan daerah sebesar bank bjb.
Dari Tirta Raharja menuju bank bjb, perjalanan Rudie Kusmayadi menjadi contoh bagaimana pengabdian birokrasi dan profesionalisme dapat bertransformasi menjadi legacy kepemimpinan yang berkelanjutan.***







