Bale Bisnis

Investor Reksa Dana Didominasi Kaum Muda, APRDI dan OJK Jabar Gelar Edukasi di Bandung

×

Investor Reksa Dana Didominasi Kaum Muda, APRDI dan OJK Jabar Gelar Edukasi di Bandung

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 di Kantor OJK Jabar, Kota Bandung, Senin (20/4/26).

BANDUNG, balebandung.com – Jumlah investor reksa dana di Indonesia terus bertambah dan kini semakin didominasi generasi muda. Hingga akhir 2025, jumlah investor reksa dana tercatat mencapai 19,2 juta single investor identification (SID), naik 3,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 18,6 juta SID.

Menariknya, lebih dari separuh investor tersebut berasal dari kalangan muda. Sebanyak 54,24 persen investor reksa dana di Indonesia tercatat berusia di bawah 30 tahun.

Hal ini terungkap saat Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026) di Kantor OJK Jabar, Kotai Bandung, Senin 20 April 2026.

Kondisi ini menunjukkan semakin banyak generasi muda yang mulai sadar pentingnya berinvestasi sejak dini. Selain dianggap lebih praktis, reksa dana juga dinilai sesuai bagi anak muda karena bisa dimulai dengan modal kecil dan dikelola secara profesional.

Seiring meningkatnya minat tersebut, dana kelolaan industri reksa dana di Indonesia juga tumbuh signifikan. Pada akhir 2025, total dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana mencapai Rp679,24 triliun, naik 35,06 persen dibanding akhir 2024 yang sebesar Rp502,92 triliun.

Jenis reksa dana yang paling banyak tumbuh adalah reksa dana pendapatan tetap, disusul reksa dana pasar uang, reksa dana terproteksi, dan reksa dana saham. Hal itu menunjukkan sebagian besar investor Indonesia, termasuk generasi muda, masih cenderung memilih investasi dengan risiko rendah hingga menengah.

Direktur Eksekutif Dewan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), Mauldy Rauf Makmur, mengatakan meningkatnya jumlah investor muda menjadi momentum penting untuk memperluas literasi investasi.

“Pertumbuhan investor, khususnya generasi muda, menjadi momentum penting bagi industri untuk terus memperluas literasi dan inklusi. Kami ingin semakin banyak masyarakat memahami pentingnya investasi yang terencana melalui reksa dana,” ujarnya.

Karena itu, APRDI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026).

Di Bandung, rangkaian kegiatan digelar pada 20-21 April 2026. Kegiatan diawali dengan kelas edukasi investasi reksa dana bagi jurnalis di Kantor OJK Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, edukasi juga diberikan kepada mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Jawa Barat, di antaranya Universitas Muhammadiyah Bandung, UIN Bandung, Universitas Sangga Buana YPKP, UPI, dan UNIBI.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman mengatakan, media dan kalangan muda memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi keuangan di masyarakat.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat memahami investasi yang aman dan sesuai profil risiko, maka semakin besar pula peluang tumbuhnya investor yang cerdas dan bertanggung jawab.

“Program PINTAR Reksa Dana bukan sekadar kampanye, tetapi gerakan untuk membangun budaya investasi yang disiplin, terencana, dan berorientasi jangka panjang,” kata Darwisman.

Sementara itu, Kepala Direktorat Pengawasan Pengelolaan Investasi 2 dan Pasar Modal Regional OJK, Evie Sulistyani, menilai jumlah investor reksa dana di Indonesia sebenarnya masih berpotensi terus bertambah.

Sebab, jumlah investor saat ini masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total penduduk usia produktif di Indonesia.

“Masih terbuka ruang yang sangat besar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam investasi. Karena itu, dibutuhkan edukasi dan penguatan kepercayaan masyarakat,” ujar Evie.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, APRDI juga meluncurkan program PINTAR Reksa Dana dan gerakan #ReksaDanaAja yang puncaknya akan digelar pada 27 April 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

APRDI juga menyiapkan lomba penulisan artikel bagi jurnalis dan kompetisi pembuatan Instagram Reels untuk mahasiswa dengan total hadiah Rp55 juta.

Melalui berbagai kegiatan itu, APRDI berharap semakin banyak generasi muda di Indonesia, termasuk di Jawa Barat, yang mulai mengenal dan memanfaatkan reksa dana sebagai pilihan investasi masa depan.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com — Kabupaten Bandung menjadi salah satu pusat pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit UMKM di daerah ini mencapai Rp13,18 triliun, menempatkannya di jajaran lima wilayah dengan kredit UMKM terbesar di Jawa Barat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mencatat total outstanding kredit […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com – Industri konstruksi didorong tidak hanya mengejar kekuatan dan fungsi bangunan, tetapi juga menekan jejak karbon sejak tahap desain hingga pemilihan material. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), mendorong inovasi material bangunan rendah karbon sebagai bagian dari upaya mempercepat penerapan konstruksi berkelanjutan di Indonesia. Dorongan tersebut […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com — Aktivitas masyarakat Jawa Barat di sektor keuangan terus meningkat. Hingga Juni 2026, jumlah investor pasar modal di Jawa Barat mencapai 5,78 juta Single Investor Identification (SID), setara 20,02 persen dari total investor nasional. Angka tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah investor terbesar di Indonesia. Tingginya jumlah investor tersebut berjalan beriringan […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-64/D.03/2026 tanggal 1 September 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Gaido Indonesia, mencabut izin usaha BPR Syariah Gaido Indonesia yang beralamat di Jalan Raya Bandung Nomor 75, Sadewata, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Pencabutan […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha Unit 2 mencatat satu juta jam kerja selamat (one million safe man-hours) tanpa kecelakaan kerja yang mengakibatkan fatality. Capaian tersebut diraih PT Geo Dipa Energi (Persero) pada 14 Juli 2026, saat progres konstruksi proyek mencapai 75,43 persen. Capaian keselamatan kerja tersebut diapresiasi Geo Dipa Energi […]

Bale Bisnis

JAKARTA, balebandung.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia terus melonjak sepanjang 2026. Hingga akhir Juli, jumlah investor telah mencapai 30,06 juta, bertambah sekitar 1,10 juta investor baru dalam sebulan dan tumbuh 47,63 persen secara year to date (ytd). Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator menguatnya partisipasi masyarakat di pasar modal […]