Bale Bandung

Komunitas di Depok Titipkan Bonsai untuk Jokowi ke Kang Hasan

×

Komunitas di Depok Titipkan Bonsai untuk Jokowi ke Kang Hasan

Sebarkan artikel ini
Cagub Jabar no urut 2 TB Hasanuddin (Kang Hasan) menerima bonsai yang dititipkan Komunitas Kampung Kita Depok untuk Presiden Jokowi, di Jalan Juanda, Kota Depok, Selasa (24/4/18). by HMC

DEPOK – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin atau akrab disapa Kang Hasan, bertemu dengan anggota komunitas yang tergabung dalam Komunitas Kampung Kita Depok (K3D), di Jalan Juanda, Kota Depok, Selasa (24/4/18).

K3D merupakan komunitas yang menyulap kawasan kumuh di sisi jalur pipa gas Pertamina di sepanjang Jalan Juanda, Kota Depok. Kepada Kang Hasan anggota komunitas menceritakan proses pengelolaan kawasan yang tadinya terurus dan sering menjadi kawasan PKL yang tidak jelas.

“Alhamdulillah dengan komunikasi yang baik dan gotong royong kami bisa bersama-sama mengelola kawasan ini sehingga menjadi asri,” ucap Bowo, Ketua Dewan Pembina K3D, didampingi jajaran pengurusnya.

Bahkan K3D sudah jadi wadah penggerak ekonomi masyarakat dengan menaungi lebih deri 200 UMKM yang cukup potensial sebagai pemanfaatan lahan tersebut milik pertamina tersebut. “Yang kami harapkan saat ini adalah pembinaan dari pemerintah daerah sehingga komunitas ini lebih baik,” ujarnya.

Bowo menyampaikan apresiasinya, atas kehadiran Kang Hasan ke K3D, yang menunjukan kepedulian dari Purnawirawan Jenderal TNI AD itu, terhadap tata lingkungan dan kenyamanan masyarakat di Kota Depok.
“Dengan silaturrahmi ini kita bisa berkomunikasi dan bisa berdialog,” ungkap Bowo saat menerima kedatangan Kang Hasan.

Bonsai untuk Jokowi

Pada kesempatan tersebut, Kang Hasan juga sempat dititipi tanaman bonsai yang dipersembahkan K3D kepada Presiden Joko Widodo. Salah satu sesepuh K3D, Abdul Hamid memandang Kang Hasan adalah kader PDI Perjuangan yang juga mampu berkomunikasi baik dengan Pak Jokowi, sehingga harapannya bisa menyampaikan bonsai tersebut.

Hamid juga berharap, Kang Hasan dan pasangannya Anton Charliyan (Kang Anton), bisa komitmen memberikan perhatian terhadap penataan daerah Jawa barat, khususnya Kota Depok, untuk memberikan kenyamanan, serta menumbuhkan perekonomian masyarakat.

“Tentunya suara kami ingin masyarakatnya mampu mewujudkan kemandirian ekonomi tanpa harus merantau ke daerah lain,” jelas Hamid.

Sementara itu, Kang Hasan menyampaikan, Jawa Barat memang memiliki segudang permasalahan yang memerlukan solusi tepat dan terasa manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya, masalah kemiskinan dan tingginya angka pengangguran. Sehingga, lanjut Kang Hasan, melalui kerjasama dengan relawan dan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, seperti K3D, bisa menanggulangi pengangguran ini.

“Komunikasi antara pemerintah dan komunitas harus terus terjalin untuk kepentingan masyarakat. Banyak hal yang harus kita selesaikan baik angka kemiskinan maupun angka pengangguran,” kata Kang Hasan.

Lebih lanjut ia memaparkan, melalui program yang digulirkannya, ia ingin memangkas angka pengangguran di Jawa Barat hingga 50%. Bukan hanya menyediakan lapangan kerja, Kang Hasan juga akan menciptakan para entrepreneur muda di Jawa Barat.

“Kita kembangkan ekonomi di Kota Depok, sehingga jangan sampai yang dari luar masuk, yang di dalam (warga Depok) keluar, bahkan keluar negeri dengan jadi TKI. Kita majukan daerah kita,” tandasnya.

Usai bertemu dengan komunitas Kang Hasan langsung melakukan apel siaga bersama kader PDI Perjuangan se-Kota Depok, serta melakukan konsolidasi kemenangan Hasanah di Kota Depok. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BANDUNG — Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, resmi meraih gelar doktor dari Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor di Auditorium Lantai 5 Sekolah Pascasarjana UPI, Senin (27/7/2026). Dalam sidang terbuka tersebut, Yusuf mempresentasikan disertasi berjudul “Ayat-Ayat Kinayah Berimplikasi Hukum: Suatu Kajian Berbasis […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com — Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan komitmennya menjadikan Kabupaten Bandung sebagai destinasi sport tourism bertaraf internasional. Komitmen tersebut ditandai dengan penyelenggaraan World Boomerang Championship (WBC) 2026, kejuaraan boomerang tingkat dunia yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia, di Lanud Sulaiman, Margahayu, Senin (27/7/2026). Kejuaraan yang diikuti peserta dari 12 negara itu dinilai […]

Bale Bandung

KATAPANG, Balebandung.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah tidak khawatir maupun beranggapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan menurun akibat kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam Program 3 Juta Rumah. Menurut Mendagri, kebijakan tersebut justru akan menggerakkan sektor […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung,com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan komitmennya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter melalui pemenuhan hak-hak anak sejak usia dini. Komitmen tersebut disampaikan saat Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Bandung di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang, Sabtu (25/7/2026). Peringatan HAN tahun ini berlangsung semarak dengan melibatkan sekitar 5.000 […]

Bale Bandung

KATAPANG, balebandung.com — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan Jawa Barat menjadi salah satu daerah prioritas Program 3 Juta Rumah. Hal itu ditandai dengan lonjakan kuota rumah subsidi melalu Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang meningkat dari sekitar 6.000 unit tahun sebelumnya menjadi 46.000 unit pada tahun ini. “Peningkatan kuota rumah […]

Bale Bandung

balebandung.com – Majalaya dikenal sebagai salah satu kawasan industri tekstil terbesar di Kabupaten Bandung. Julukan sebagai “Kota Dolar” pernah melekat karena geliat ekonominya yang tumbuh pesat sejak dekade 1960-an. Di balik deretan pabrik dan aktivitas industri yang tak pernah berhenti, ternyata masih hidup satu warisan budaya yang usianya jauh lebih tua dari mesin-mesin produksi itu: […]