Bale Bandung

Mantan Ketua DPRD Kab Bandung Soroti Banyak Penyaluran Dana ke Desa Jelang Pilbup Bandung

×

Mantan Ketua DPRD Kab Bandung Soroti Banyak Penyaluran Dana ke Desa Jelang Pilbup Bandung

Sebarkan artikel ini

SOREANG, Balebandung.com – Banyaknya aliran dana yang turun ke seluruh desa di Kabupaten Bandung jelang Pilbup Bandung 9 Desember, jadi sorotan.Dana yang akan turun seperti Dana Raksa Desa Rp63 juta per desa; dana penanggulangan Covid-19 Rp 55 juta desa untuk 214 desa non mandiri; dan dana penanggulangan Covid-19 untuk 56 Desa Mandiri sebesar Rp 105 juta/desa.

Ketua DPD Nasdem Kabupaten Bandung, Agus Yasmin mengatakan, seluruh dana itu merupakan upaya penguatan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19, yang perlu mendapat perhatian khusus mekanismenya berdasarkan peraturan bupati.

“Para kades tidak boleh menjadi korban dalam pertanggung jawaban administrasi dana-dana tersebut nantinya. Sehingga pengawasan internal dan kendali administrasi memerlukan peran serta camat. Karena camat sebagai pembina wajib memvalidasi obyek sasaran kegiatan dan masyarakat penerima manfaat,” kata Agus Yasmin yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung ini, Rabu (25/11/20).

Dalam posisi itu, tambah Agus, camat harus membubuhkan persetujuan pencairan. “Kalau camat hanya memberikan pengantar pencairan tanpa memvalidasi permohonan kades, maka camat dan Pemda Kabupaten Badung seperti berbaik hati kepada para kades. Tapi sebenarnya menjerumuskan kades dalam kesalahan pidana yang menjadi tanggung jawab pribadi,” beber Kang AY, sapaan Agus Yasmin.

Melihat posisi itu, kata Kang AY, sangat lucu dan berspekulasi kalau ada dugaan bumbu politik dari penyaluran dana tersebut untuk kepentingan pemenangan politik kandidat tertentu.

“Anu untung kandidat… anu tigebrus kades…(yang untuk kandidat bupati…yang terjerumus para kades),” sebutnya. Ia mengatakan, aparat penegak hukum lebih paham jika ada dugaan pengggunaan dana APBD dan perangkat pemerintah yang dibayar rakyat lewat APBD untuk pemenangan kelompok tertentu.

“Namun kemudian pantas jika MUI Kabupaten Bandung memberikan fatwa apakah penyimpangan dana APBD dan kekuasaan untuk kepentingan kelompok termasuk subhat atau haram. Jelas kan itu agar selamat para pemimpin kita dari dosa,” tukas AY yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung ini. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]