Bale Bandung

Nih, Kata Bupati Bandung Soal 3 Calon Sekda

×

Nih, Kata Bupati Bandung Soal 3 Calon Sekda

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat sosialisasi Penetapan Penegasan Batas Wilayah Administrasi, di Sutan Raja Hotel, Soreang, Selasa (8/6/21).
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat sosialisasi Penetapan Penegasan Batas Wilayah Administrasi, di Sutan Raja Hotel, Soreang, Selasa (8/6/21).

SOREANG, Balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna akan memanggil tiga calon Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, yang sudah terpilih Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Bandung.

Ketiga nama calon sekda itu yakni Akhmad Djohara, Asep Wahyu, dan Cakra Amiyana (nama disusun berdasarkan abjad).

“Hari ini sudah diumumkan tiga calon sekda, yang selanjutnya besok saya panggil untuk diwawancara bagaimana kesiapannya dan sebagainya,” ungkap Bupati Bandung kepada wartawan di Soreang, Rabu (9/6/21).

Setelah itu, lanjut bupati, ketiga nama tersebut akan diserahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Kementerian Dalam Negeri.

“Setelah ke KASN dan Mendagri nantinya akan diumumkan sekda-nya pada saat menjelang pelantikan sekda definitif,” imbuh Kang DS, sapaan Dadang Supriatna.

Menurut Kang DS, ketiga calon sekda yang lolos telah memenuhi beberapa unsur penilaian pansel, baik dari penilaian assesment, pembuatan makalah, wawancara dan lain sebagainya. Hasilnya ada yang nilainya memenuhi 80% ke atas.

“Tapi kita harus ambil tiga besar, dan saya sampaikan dan siapapun nanti yang ditugaskan sebagai Sekda Kabupaten Bandung ke depan, itulah yang terbaik untuk semuanya. Semoga ada kemaslahatan bagi semua warga Kabupaten Bandung,

Ditanya soal keputusan final siap sekda yang terpilih dari ketiga calon, Kang DS mengaku hal itu akan diumumkan setelah dirinya mendapatkan surat izin dari Mendagri untuk melaksanakan pelantika sekda definitif.

Sebelumnya, Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Bandung mengumkan tiga besar nama calon Sekda Kabupaten Bandung, Rabu (9/6/21).

Ketiga nama calon sekda itu yakni Akhmad Djohara, Asep Wahyu, dan Cakra Amiyana (nama disusun berdasarkan abjad). Pengumuman juga ditayangkan di laman https://seleksijpt.bandungkab.go.id/.

Penetapan ketiga calon berdasarkan Berita Acara Penetapan Hasil Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Nomor : 820/24/PANSEL/2021 Tanggal 08 Juni 2021.

Ketiga nama calon itu direkomendasikan oleh Panitia Seleksi kepada Bupati Bandung, untuk kemudian ditetapkan dan dilantik sebagai sekda definitif Kabupaten Bandung.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]