Bale Jabar

Nih, Suara Arus Bawah PDIP Jabar Soal Jatah Menteri

×

Nih, Suara Arus Bawah PDIP Jabar Soal Jatah Menteri

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, Balebandung.com – Kontestasi Pemilihan Presiden 2019 telah tuntas setelah Mahkamah Kontitusi (MK) menolak seluruh gugatan Pasangan Nomor Urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 27 Juni 2019.

Kendati begitu bukan berarti dinamika politik mereda. Dalam koalisi partai pengusung Capres dan Cawapres Jokowi-Maruf Amin sudah tampak berbagai manuver. Salah satunya adalah keinginan untuk masuk kabinet sebagai imbalan atas koaliasi yang dibangun.

Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaemin Iskandar misalnya, berulangkali mengungkapkan keinginan untuk memperoleh kursi menteri lebih banyak, meskipun Presiden Jokowi memiliki hak prerogatif.

“Saya mohon doanya semoga saya diberikan kekuatan melanjutkan dan membuktikan. Tahun 2019 harus ditopang dengan ekonomi yang makmur. Tahun 2019 itu harus betul-betul diwujudkan. Hari ini menteri dari kita ada 4. Mudah-mudahan nanti ada 10 menteri dari NU,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin di Aula Nusantara IV, Kompleks Parlemen Senayan pada Minggu 27 Januari 2019 .

Pasca Quick Count Cak Imin kembali mengulang harapannya. “Semoga dari PKB yang masuk DPR ada 60 orang, dan semoga 10 menteri dari PKB,” ujar Cak Imin di rumah dinas Wakil Ketua MPR, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/19).

Selain PKB baru-baru ini Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Golkar tampak melakukan manuver. Politikus Nasdem Teuku Taufiqulhadi mengusulkan jatah menteri untuk kabinet Indonesia Kerja harus lebih banyak berdasarkan dengan perolehan suara Pemilu 2019.

Menurut Taufiq, Nasdem juga berhak memiliki jatah kursi lebih banyak dari PKB, menyusul permintaan 10 menteri oleh Cak Imin. “Suara Nasdem kan lebih besar daripada PKB di DPR, berdasarkan kursi, maka sepantasnya Nasdem mengusulkan 11,” tandas Taufiq di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/7/19).

Menanggapi manuver parpol di Jakarta, kader PDI Perjuangan di berbagai daerah di Jawa Barat angkat bicara. Ketua DPC PDIP Kabupaten Bogor Dadang mengingatkan agar Jokowi dan tim tidak menutup mata atas dinamika yang terjadi di lapangan saat proses kampanye berlangsung.

“Selama Pileg tidak ada calegnya yang berani pasang foto bareng Pak Jokowi. Malah ada beberapa caleg DPR-RI Golkar terang-terangan nyuruh pilpresnya ke Prabowo,” ungkap Dadang keras.

Senada dengannya kader PDIP Karawang, Rosadi N. Rosadi menyebut partai-partai politik pendukung Jokowi agar intropeksi dan tidak terlalu percaya diri. “Calon DPR-RI dari Golkar yang namanya Dadan S Muhtar jelas-jelas mendukung Prabowo dalam setiap sosialisasinya ke masyarakat Karawang,” kata Rosadi.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat TB. Hasanuddin memberikan komentar yang lebih lugas. “Memang terlihat di banyak daerah caleg Golkar pun enggan memasang baliho Pak Jokowi,” ungkap mantan Sekretaris Militer di era Presiden Megawati ini.

Hasanuddin melanjutkan, pada Pilpres 2014 perolehan suara Jokowi di Jawa Barat mencapai 40, 22% dan pada Pilpres 2019 perolehan suaranya 40,07% .

Dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat, pasangan Prabowo-Sandiaga berhasil menguasai perolehan suara di 21 daerah. Sementara pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf hanya unggul di 6 daerah. Di antaranya di Kota Cirebon, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Indramayu, Kab Cirebon dan Subang. Empat dari 6 daerah yang menang adalah basis PDIP.

“Jika ada pimpinan TKD Jabar yang teriak-teriak menang banyak itu aneh. Karena dulu PDIP sendiri di depan dan dapat 40,22% . Sekarang ada TKD dan TKN, cuma dapat 40,07%. Jadi wajarlah kader-kader kami meragukan kerja keras sebagian teman-teman di partai koalisi,“ ungkap Hasan.

“Bahkan ada juga pimpinan TKD Jabar yang bicara ke sesepuh Jabar, bahwa ia tidak memiliki alasan kuat mendukung Jokowi,” jelas imbuh Hasan.

“Jadi, menurut hemat saya, tak usah rame-ramelah, soal siapa yang jadi pembantu Presiden Jokowi, kita serahkan saja kepada Presiden Jokowi, sebagai pemegang hak prerogatif dalam menentukan para pembantunya,” tutupnya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Interkulturalitas dalam teater tak lagi cukup dilihat sebagai pertemuan berbagai budaya untuk melahirkan karya artistik. Di balik pertukaran itu terdapat persoalan etika, identitas, hingga relasi kuasa yang membuat gagasan interkulturalitas terus diperdebatkan. Persoalan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Interkulturalitas: Masih Mempesona atau Sudah Ditinggalkan?” yang digelar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Komunitas motor tidak hanya dituntut tertib di jalan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjaga kondusivitas dan membangun kepedulian sosial di Jawa Barat. Pesan itu disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat menghadiri rangkaian The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026–Wingday dan Deklarasi Bandung Kondusif di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sinergi TNI, Polri dan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan Jawa Barat. Pesan itu mengemuka dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih hadir bersama jajaran Forkopimda Jawa Barat dalam upacara […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Pengusaha Pontjo Sutowo mengajak anak-anak yatim mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberi kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam memimpin Indonesia hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Ajakan tersebut disampaikan Pontjo saat menghadiri acara “Doa Bersama Anak-anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa” yang digelar Aliansi Kebangsaan di Aula Gedung RRI Jakarta, Sabtu malam (15/8/2026). Pontjo […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai sikap pengusaha Pontjo Sutowo dalam menghadapi sengketa Hotel Sultan menunjukkan bentuk nasionalisme yang tidak berhenti pada simbol, tetapi diuji ketika kepentingan pribadi berhadapan dengan kepentingan negara. Menurut Toto, sikap Pontjo yang tetap menempatkan kepentingan negara sebagai sesuatu yang harus dihormati, sekalipun […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]