Bale Bandung

Nini Anteh dalam Arsip Belanda: Ketika Legenda Sunda Dicatat C.M. Pleyte pada 1912

×

Nini Anteh dalam Arsip Belanda: Ketika Legenda Sunda Dicatat C.M. Pleyte pada 1912

Sebarkan artikel ini

balebandung.com – Banyak urang Sunda mengenal Nini Anteh sebagai perempuan tua yang tinggal di Bulan bersama kucingnya, Candramawat. Bahkan ada guyonan yang cukup populer: lain Neil Armstrong nu mimiti nepi ka bulan mah, Nini Anteh atuh.

Di balik candaan itu, ada fakta menarik yang jarang diketahui. Legenda Nini Anteh ternyata pernah dicatat oleh etnografer Belanda Cornelis Martinus Pleyte (C.M. Pleyte) dalam buku De Inlandsche Nijverheid West Java Sociaal-ethnologisch Verschijnsel yang terbit pada 1912.

Dalam buku tersebut terdapat kisah berjudul Grootmoeder Spinster atau Nenek Pemintal. Catatan itu menjadi salah satu jejak tertulis paling awal yang diketahui mengenai legenda Nini Anteh.

Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa kisah Nini Anteh sudah dikenal masyarakat Sunda pada awal abad ke-20, ketika sebagian besar cerita rakyat masih dituturkan secara lisan dari generasi ke generasi.

Namun seperti banyak folklor lainnya, kisah Nini Anteh tidak memiliki satu versi tunggal. Dalam sejumlah tuturan rakyat, ia digambarkan sebagai perempuan cantik yang kemudian menjadi dayang istana. Versi lain yang dikaitkan dengan catatan Pleyte bahkan menyebut asal-usul yang lebih ajaib: seorang pemburu memelihara kucing putih yang kemudian melahirkan anak perempuan berwujud manusia.

Seiring waktu, cerita itu berkembang. Versi yang paling populer saat ini mengisahkan Nini Anteh sebagai dayang Putri Endahwarni yang diam-diam mencintai Pangeran Anantakusuma. Cinta itu tidak terbalas karena sang pangeran mencintai putri yang dilayaninya.

Kesedihan itulah yang dalam cerita rakyat kemudian menjadi alasan Nini Anteh meninggalkan dunia manusia dan pergi ke Bulan. Dalam hampir semua versi, ia tidak pergi sendirian. Ia ditemani seekor kucing bernama Candramawat yang setia menemaninya.

Nama Nini Anteh sendiri diduga berkaitan dengan kata Sunda nganteh atau kantéh, yakni kegiatan memintal kapas menjadi benang sebelum ditenun. Karena itu masyarakat Sunda membayangkan sosok penghuni Bulan tersebut sebagai perempuan yang sedang memintal benang.

Di sinilah keunikan Nini Anteh dibanding banyak legenda Bulan dari berbagai belahan dunia. Jika masyarakat Eropa melihat wajah manusia di Bulan dan masyarakat Tiongkok melihat dewi serta kelinci, urang Sunda justru melihat seorang perempuan biasa yang sedang bekerja.

Dari sudut astronomi, sosok Nini Anteh sebenarnya merupakan tafsir budaya terhadap bercak gelap di permukaan Bulan. Wilayah gelap itu dikenal sebagai mare atau dataran basalt hasil aktivitas vulkanik atau lava purba miliaran tahun lalu.

Namun bagi masyarakat Sunda, bercak-bercak itu bukan sekadar bentang alam Bulan. Di sana mereka melihat Nini Anteh yang sedang memintal benang ditemani Candramawat.

Karena itulah legenda ini terus bertahan hingga sekarang. Bukan karena orang Sunda percaya ada perempuan yang benar-benar tinggal di Bulan, melainkan karena Nini Anteh telah menjadi bagian dari cara masyarakat Sunda memaknai langit malam dan mewariskan cerita dari satu generasi ke generasi berikutnya.*** by iwa

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

RANCAEKEK, Balebandung.com – Tabuhan rebana berpadu kembali menggema di sejumlah kampung di Kecamatan Rancaekek. Masyarakat setempat lebih akrab menyebut kesenian ini sebagai teureubangan atau terbangan. Teureubangan merupakan salah satu kesenian tradisional Islam yang telah lama berkembang di berbagai daerah di Jawa Barat. Terbangan adalah kesenian tradisional yang memakai tabuhan rebana atau terbang, di mana irama […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total harta kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp20.555.150.000. Laporan tersebut disampaikan kepada KPK pada 19 Maret 2025 untuk periode pelaporan tahun 2024. Berdasarkan dokumen LHKPN, harta kekayaan Ketua DPRD […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), di Kompleks Seskoad Kota Bandung, Rabu (22/7/2026). Kehadiran SBY menjadi bagian dari pembekalan kepemimpinan strategis bagi para calon pemimpin TNI AD dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan pertahanan yang terus […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyatakan Stadion Si Jalak Harupat siap menjadi venue atau lokasi pembukaan Piala Presiden 2026 pada Sabtu (25/7/26) mendatang. Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, seusai melakukan peninjauan kesiapan akhir Stadion Si Jalak Harupat bersama Kepala Dispora Kabupaten Bandung Dicky Anugerah dan Panpel, Selasa (21/7). […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung akan dimulai pada Oktober 2026. Sekolah berasrama yang dibangun di atas lahan seluas 7,6 hektare itu diproyeksikan mampu menampung hingga 2.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dari keluarga miskin ekstrem di Kabupaten Bandung. Kepastian […]

Bale Bandung

PACET, balebandung.com – Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK), Ny. Paulina Uli Simanjuntak, meninjau Jembatan Gantung Perintis Garuda II di Kampung Rumbia, Desa Sukarame, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Senin (20/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan bukan hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kuat kebersamaan antara TNI dan rakyat. “TNI […]