Bale Bandung

Paguyuban Pasundan dan Si Jalak Harupat

×

Paguyuban Pasundan dan Si Jalak Harupat

Sebarkan artikel ini
R. Otto Iskandardinata Si Jalak Harupat
R. Otto Iskandardinata Si Jalak Harupat
R. Otto Iskandardinata Si Jalak Harupat

BALEBANDUNG – Hayu kita membaca kembali sejarah, terutama sejarah seputar Jawa Barat. Daerah ini turut berperan penting dalam proses perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.

Nah, kami ingin menghadirkan kembali sejarah itu agar membuat kita tidak lupa identitas dan perjuangan para pahlawan dari Jawa Barat. Kali ini, kami ingin membahas Paguyuban Pasundan dan tokohnya yang terkenal dengan Si Jalak Harupat.

Jadi, berdirinya Paguyuban Pasundan tidak bisa dilepaskan dari Boedi Oetomo, organisasi yang tanggal berdirinya dijadikan sebagai peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Boedi Oetomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Diprakarsai oleh Soetomo, seorang dokter. Sebelumnya ia terinspirasi oleh gagasan dr.Wahidin, yang menginginkan kemajuan bagi rakyat Hindia-Belanda.

Gerakan itu kemudian menular. Gaungnya kemana-mana. Isu kemajuan dan keadilan bagi rakyat yang selama ini ditindas menjadi oase di tengah teriknya penjajahan Belanda. Gerakan itu kemudian secara langsung dan tidak lansgung menginspirasi terbentuknya Paguyuban Pasundan.

Awalnya, menurut berbagai literatur, ada beberapa siswa STOVIA yang berkunjung ke rumah Daeng Kanduruan Ardiwinata. Beliau dianggap sebagai sesepuh orang Sunda. Pertemuan itu kemudian menghasilkan keputusan untuk mendirikan Paguyuban Pasundan, terjadi pada tanggal 20 Juli 1913.

Pada mulanya paguyuban hanya berorientasi pada kegiatan sosial, budaya dan pendidikan saja. Tetapi seiring perkembangan pergerakan nasional yang makin kuat, maka paguyuban juga terlibat.

Paguyuban Pasundan makin meningkatkan perannya dalam pergerakan nasional sejak tahun 1919, seiring dengan dibentuknya Volksraad. Selanjutnya dengan surat keputusan nomor 72, tanggal 13 Juni 1919, pemerintah juga mengesahkan Paguyuban Pasundan sebagai perkumpulan politik.

Lalu Desember 1927, Paguyuban Pasundan masuk menjadi anggota PPPKI, dengan bergabungnya Paguyuban Pasundan maka organisasi ini tidak lagi menjadi perkumpulan lokal, tetapi menjadi perkumpulan nasional dengan tujuan bersama yaitu untuk mencapai kemerdekaan bangsa.

Peran Paguyuban Pasundan dalam pergerakan nasional memuncak pada saat dipimpin R. Otto Iskandardinata. Lahir pada tanggal 31 Maret 1897 dengan nama Raden Otto Iskandardinata, di Bojongsoang, Bandung.

Ia kemudian menempuh pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Bandung dan melanjutkan pendidikan di Kweek-school Onder-bouw (Sekolah Guru Bagian Pertama) yang merupakan sekolah berasrama di Bandung.

Ia dijuluki sebagai “Si Jalak Harupat” karena suara lantangnya yang kerap melontarkan kritik keras terhadap pemerintah kolonial selama berperan sebagai wakil rakyat.

Otto Iskandar Dinata kemudian menjadi anggota BPUPKI dan PPKI pada tahun 1945. Selain ikut merancang UUD 1945, pada 19 Agustus 1945, ia mengusulkan agar Sukarno-Hatta dipilih sebagal presiden dan wakil presiden yang disetujui secara aklamasi.

Setelah proklamasi, Otto diangkat menjadi menteri keamanan negara. Situasi saat itu penuh dengan gejolak, para pemuda dan pejuang membutuhkan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan. Otto sebagai Menteri Keamanan pun melakukan negosiasi dengan Jepang agar menyerahkan senjata.

Namun, Jepang yang dalam situasi dilematis menolaknya. Di tengah situasi ini, Otto Iskandar Dinata diculik pada Oktober 1945 dan baru diketahui telah meninggal pada Desember 1945. Beliau ternyata telah dibunuh di Pantai Mauk, Tangerang. Jenazah beliau tak pernah ditemukan.

Otto ditetapkan pemerintah sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 088/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.

Oh, iya, Si Jalak Harupat inilah yang pertama mengenalkan pekik “Merdeka!” Tepat pada tanggal 20 Agustus 1945 seruan tersebut diteriakkan dengan suara lantang di tangga Gedung Jawa Hookookai —sekarang Gedung Mahakamah Agung. Awalnya ia meneriakkan “Indonesia Merdeka!” tapi kemudian diganti menjadi, dan lebih menyebar luas kata “Merdeka!”

Begitulah sekilas riwayat tentang pahlawan nasional dari Tanah Sunda, Si Jalak Harupat. Semoga kiprahnya bisa menginspirasi kita semua. Hayu Babarengan!

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

MAJALAYA, balebandung.com – Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai gerakan kemanusiaan sekaligus bagian dari gaya hidup sehat. Menurutnya, kebutuhan darah bagi para penyintas thalassemia masih sangat bergantung pada kepedulian para pendonor. Ajakan tersebut disampaikan Renie saat menghadiri kegiatan donor darah yang digelar Yayasan RedTI (Relawan Donor Darah Thalasemia […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan pentingnya integritas, profesionalisme, dan percepatan kinerja kepada para pejabat yang baru dilantik dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung di Rumah Dinas Bupati, Rabu (10/6/2026). Menurut Bupati yang akrab disapa KDS itu, pelantikan merupakan bagian dari dinamika dan kebutuhan organisasi […]

Bale Bandung

CIMENYAN, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menekankan kualitas konstruksi dalam pembangunan RSUD Bedas Cimenyan yang mulai dibangun melalui groundbreaking di Jalan Arcamanik RT 06 RW 01 Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Rabu (10/6/2026). Menurutnya, kualitas bangunan harus menjadi perhatian utama mengingat lokasi rumah sakit tipe D ini berada di kawasan perbukitan dengan karakteristik kontur tanah […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com — Pemerintah Kabupaten Bandung kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Raihan tersebut menjadi opini WTP ke-10 yang diperoleh Kabupaten Bandung secara berturut-turut. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Jawa Barat digelar di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi tiga persoalan krusial antara lain banjir, sampah dan potensi kemarau panjang di Kabupaten Bandung. Langkah tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi pentahelix antara Pemerintah Kabupaten Bandung, Satgas Citarum Harum, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), TNI AD, pihak swasta dan masyarakat. Hal itu disampaikan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung mendorong penguatan partisipasi keluarga dalam mewujudkan lingkungan sehat dan rumah layak huni sebagai bagian dari upaya percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Bandung. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Perkim Talk 3 Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026 yang digelar Disperkimtan (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) Kabupaten Bandung, di […]