Bale Bandung

Pencabutan Subsidi Listrik Beratkan Masyarakat

×

Pencabutan Subsidi Listrik Beratkan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

listrikSOREANG – Dewan Pengurus Nasional Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (DPN-FKSPN) menyurati Presiden Joko Widodo untuk meninjau ulang kebijakan pencabutan subsidi litrik golongan 900 VA. Pencabutan subsidi ini mengakibatkan naiknya tarif dasar listrik untuk kalangan rumah tangga. Permintaan FKSPN ini sangat beralasan mengingat kalangan masyarakat banyak mengeluhkan kenaikan TDL yang melonjak drastis hingga mencapai 143%.

“Kami mengerti dengan kesulitan-kesulitan APBN untuk proses pembangunan berkelanjutan. Tapi kamu mohon kiranya Bapak Presiden juga lebih mengerti kesulitan-kesulitan rakyat kecil seperti kami. Oleh karena itu kami meminta supaya kebijakan pencabutan subsidi listrik golongan 900 VA ditinjau ulang dan dicari solusi lainnya,” ungkap Ketua Umum DPN FKSPN Ristadi dalam rilisnya, Senin (8/5/17).

Pencabutan subsidi listrik untuk pelanggan rumah tangga secara bertahap menurut Ristadi secara makro bisa mendorong peningkatan inflasi dan secara mikro akan melemahkan daya beli masyarakat, termasuk buruh yang jadi pelanggan utama listrik berdaya 900 VA.

“Masyarakat yang terkena dampak tentu akan merasakan beban ekonomi yang lebih berat akibat berkurangnya pendapatan karena kebutuhan pengeluaran untuk membayar listrik yang melonjak 143% hingga Juni 2017,” kata Ris.

Sebagaimana diketahui bahwa listrik berdaya 900 VA merupakan salah satu komponen kebutuhan layak yang diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 13 tahun 2012 yang tentu akan mempengaruhi penetapan upah minimum.

“Namun apakah akan ada penyesuaian penetapan upah minimum dalam jangka waktu 5 bulan ke depan untuk menyesuaikan kenaikan listrik 900 VA ini? Padahal kenaikan upah minimum tahun 2017 ini hanya berkisar 10% per tahun karena dibatasi oleh formula PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan, Ini sudah pasti menjadi tambahan beban ekonomi yang lebih berat buat kami,” bebernya.

Bisa dibayangkan bagi daerah yang upah minimumnya lebih rendah seperti di Yogyakarta yang upahnya hanya berkisar Rp1,3 juta atau bahkan guru honorer yang hanya dapat gaji Rp300-500 ribu per bulan.

“Jalan utama bagi kami untuk menaikkan daya beli kamu hanya dengan cara menuntut kenaikan upah lebih tinggi. Tapi dengan kenaikan upah seperti sekarang saja banyak pengusaha yang keberatan dan tidak melaksanakan upah minimum. Yang terjadi adalah pasti antara kami dan para pengusaha akan selalu berkonflik dan eskalasinya akan terus meningkat. Ini bukan situasi yang baik untuk dunia kerja dan dunia usaha,” pungkas Ristadi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik 4.565 pelaku usaha ayam petelur di Jawa Barat untuk masuk dalam ekosistem pembiayaan yang terintegrasi dengan produksi, pendampingan dan pasar. Potensi pembiayaan yang disiapkan melalui Program EGG (Endog Jabar Go Global) mencapai sekitar Rp456,5 miliar. Program tersebut dikembangkan OJK bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Program Pengembangan […]

Bale Bandung

SOLOKANJERUK, balebandung.com – Universitas Bandung memasuki babak baru setelah dilaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) Alih Kelola sekaligus pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 oleh Yayasan Habibi Bina Cendikia di Kampung Babakan Mundel RT 02/03, Desa/Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung. Momentum tersebut tidak hanya menandai dimulainya rangkaian PKKMB bagi mahasiswa baru, […]

Bale Bandung

Oleh: Toto Izul Fatah (Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA) Ada banyak cara bagi seorang kepala daerah untuk mendekatkan diri kepada rakyatnya. Ada yang memilih pertemuan resmi di kantor pemerintahan, ada yang mengandalkan laporan birokrasi, dan ada pula yang turun langsung menyapa masyarakat. Bupati Bandung Dadang Supriatna memilih salah satu jalan yang sederhana, tetapi […]

Bale Bandung

CIPARAY, balebandung.com — Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong percepatan normalisasi Irigasi Cigugur di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, sebagai bagian dari upaya mengurangi potensi banjir memasuki musim hujan. Namun, pelaksanaannya untuk sementara digerakkan melalui kolaborasi pemerintah, pengusaha, masyarakat, akademisi dan media dalam skema pentahelix. Bupati Bandung Dadang Supriatna memantau langsung pelaksanaan program tersebut di Desa Ciheulang, Jumat […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]