Bale Bandung

Peringati HUT ke-80, PMI Kab Bandung Lantik 18 Anggota Muda KSR dan Pemberian Santunan

×

Peringati HUT ke-80, PMI Kab Bandung Lantik 18 Anggota Muda KSR dan Pemberian Santunan

Sebarkan artikel ini
Prosesi pelantikan anggota Muda KSR PMI Kab Bandung, Rabu (17/9/25).

SOREANG, balebandung.com – Bertepatan Peringatan HUT ke-80 Palang Merah Indonesia (PMI) yang jatuh pada tanggal 17 September, Kabupaten Bandung resmi melantik 18 Anggota Muda Korps Sukarela (KSR) yang lulus Pendidikan Pelatihan Dasar (Diklatsar) atau Basic Class Angkatan XV di halaman Markas PMI Kabupaten Bandung, Kecamatan Soreang, Rabu 17 September 2025.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua PMI Kabupaten Bandung H. Asep Deni Ramdani, S.IP, A.Md, turut disaksikan Pengurus PMI Provinsi Jawa Barat Tjatja Kuswara. Setelah orangtua peserta mengalungkan syal kepada anak-anaknya, proses berlanjut dengan ikrar Anggota Muda KSR dan pemecahan telur juga penyiraman dengan air bunga ke perwakilan peserta.

Di sela kegiatan pelantikan anggota Muda KSR, PMI Kabupaten Bandung juga menggelar kegiatan bakti sosial dengan pembagian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

Ke-18 peserta Diklatsar Basic Class Angkatan XV yang dinyatakan lulus, sebelumnya sejak 12 hingga 17 September 2025 telah mengikuti serangkaian pelatihan intensif yang dirancang untuk membentuk relawan yang tangguh, profesional dan berintegritas.

“Diklatsar ini merupakan langkah penting dalam regenerasi relawan yang akan menjadi garda terdepan dan tulang punggung PMI di masa depan,” kata Ketua PMI Kabupaten Bandung Asep Deni Ramdani dalam sambutannya.

 

Asep berseloroh, mereka yang sudah mengikuti Diklatsar ini semuanya udah kembali ke Markas PMI dan kedua orangtuanya dalam keadaan utuh.

“Artinya dalam keadaan sehat wal afiat semuanya, tidak kekurangan sesuatu apa pun,” jelas Asep.

Ia menyatakan sebagai anggota muda, KSR Angkatan XV kini sudah memiliki kapasitas sebagai sukarelawan PMI dan siap untuk menerima tugas, terutama tugas untuk erus meningkatkan kapasitas dan kualitas diri sebagai anggota KSR.

“Pelatihan ini bukan hanya tentang bagaimana memberikan pertolongan pertama atau merespons bencana, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kerelaan,” jelas Asep.

Kegiatan Diklatsar ini didukung oleh 25 orang panitia yang membimbing dan mendampingi para peserta. Dengan semangat kebersamaan, PMI Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus mencetak relawan-relawan muda yang siap siaga melayani masyarakat, khususnya dalam bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]