Kamis, September 29, 2022
BerandaBale BandungRibuan Warga Sumedang Ikuti Haul Pejuang Kemerdekaan

Ribuan Warga Sumedang Ikuti Haul Pejuang Kemerdekaan

SUMEDANG,balebandung.com – Pengajian Majelis Ta’lim Bersatu (MTB) Sumedang ke-104 kembali digelar bersama KH. M. Muhyiddin Abdul Qodir Almnafi di Masjid Agung Sumedang, Kamis (11/8) malam.

Terpantau, pengajian tampak berbeda dengan yang pernah digelar pada sebelumnya.

Karena, secara khusus mendoakan leluhur serta pahlawan serta syukuran Kemerdekan ke-77 Republik Indonesia.

Bahkan, terpantau dihadiri Forkopimda Sumedang Bupati H. Dony Ahmad Munir, Kapolres AKBP Indra Setiawan serta Dandim 0610 Sumedang, Letkol Inf Hendrix Fahlevi.

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir mengapresiasi pengajian yang diusung MTB Sumedang tersebut.

“Atas nama pemda dan pribadi, saya menghaturkan silaturahmi bisa hadir kegiatan MTB,” ucap Dony.

Semoga, ujar dia, menjadikan amal ibadah serta merekatkan tali silaturahmi antara pemda dengan MTB serta warga Sumedang.

“Pemda menyambut baik pengajian MTB, khuusnya malam ini syukur nikmat Allah, nikmat Kemerdekaan ke-77 RI termasuk haul para pahlawan,” ujarnya.

Dikatakan Bupati, kita bersyukur tinggal di negara Indonesia yang aman dan damai.

Karena, bisa ibadah dengan aman dan nyaman termasuk tak ada permusuhan antar umat, suku serta agama.

Menurutnya, berbeda dengan di negara lain yang masih ada permusuhan dan perang, maka kita wajib bersyukur.

Dony mengatakan, para pendiri negara kita diantaranya ulama, merekalah dasar-dasar kita bernegara

Ada bhineka tunggal ika, pancasila, serta menerapkan islam yang rohmatan lilalamin.

Tentu saja, Islam yang mengedepankan ramah, tak marah-marah, islam yng merangkul bukan memukul.

“Dengan aman dan damai, maka kita bisa bekerja serta ibadah dengan nyaman,” ujarnya.

Dikatakan, sekarang tinggal bagaimana kita mengisi pikiran dan ilmu serta ahlak serta moral nilai agama, agar Sumedang khususnya bisa maju dan sejahtera.

“Haul para leluhur dan pejuang kemerdekaan ini, menjadi bagian untuk merefleksikan jejak pahlawan dalam membangun negara serta membina masyarakat,” katanya seraya memberikan cindera mata kepada KH. M. Muhyiddin Abdul Qodir Almnafi.

Semoga para leluhur dan pahlawan kemerdekaan RI serta
para leluhur kita, mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Kapolres Sumedang, AKBP Indra Setiawan mengaku kegiatan pengajian MTB benar-benar mulia.

“Ini majelis untuk kemajuan umat muslim agar bisa bersatu. Kita memanjatkan doa-doa kebaikan, termasuk malam ini haul para pahlawan juga tasyakur kemerdekaan RI,” kata Indra.

Menurut dia, sebagai Kapolres yang baru menjabat di Sumedang, berharap semoga bisa amanah dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Jika ada warga yang membutuhkan pelayanan Polri, maka akan kami layani dengan sebaik-baiknya. Targetnya, berkah dunia akhirat,” ujar Indra.

Mohon doa dari warga Sumedang, agar dirinya bisa melayani masyarakat dengan baik.

Bahkan, semoga bisa mengabdikan diri sebagai Kapolres yang amanah sesuai harapan warga Sumedang.

Sementara, Dandim 0610 Sumedang, Letkol Inf Hendrix Fahlevi pun mengapresiasi pengajian MTB.

Menurut dia, bangsa besar adalah yang bisa menghormati jasa pahlawannya.

Sekarang, warga Sumedang melalui MTB, mendoakan
para pahlawan serta syukuran kemerdekaan RI.

“Sebagai Dandim yang baru, saya mohon doa serta dukungan warga Sumedang, agar bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, KH. M. Muhyiddin Abdul Qodir Almnafi mengupas makna hijrah Nabi Muhammad SAW.

Menurut dia, perjuangan para pejuang kemerdekaan untuk kebaikan dan kehidupan mahluk hidup.

Maka, dalam ajaran islam, tak boleh bermusuhan, tak boleh menzolimi dan menakut-nakuti kepada siapa pun, termasuk kepada hewan.

“Alangkah baiknya kita memudahkan urusan manusia dan membahagikan sesama manusia,” ucapnya.

Melalui ajaran Islam, maka lingkungan aman dan binatang pun aman.

Islam menjaga dari kerugian dan kerusakan sekecil apa pun.

“Nabi kita mengajarkan uapaya kebahagiaan manusia, maka apa pun profesi kita, agar mengingat nilai perjuangan yang agung,” ujarnya.

Dikatakan, pahlawan berjuang bukan untuk ketidakbaikan, mereka mati-matian dalam rangka mewujudkan bangsa Indonesia berahlak mulia, aman agar roda ekonomi masyarakat mencukupi.

Bahkan, pahlawan bertekad membuat rakyat sejahtera, damai, maka itulah makna kemerdekaan.

“Leluhur kita memerdekakan negara ini dari kebodohan, kekacauan dan kerugian. Kita wajib mengingat sepak terjang leluhur yang telah memperjuangkan kemerdekaan,” ujarnya.

Ayo, perangi apa pun yang akan merusak persatuan dan kesatuan negara Indonesia. ***

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI