Bale Bandung

Rumah yang Rusak Akibat Longsor Bakal Diperbaiki Melalui Program Bedah Rumah

×

Rumah yang Rusak Akibat Longsor Bakal Diperbaiki Melalui Program Bedah Rumah

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna saat meninjau lokasi bencana longsor di Kampung Pasirbatu RT 02/RW 13 Desa Karamat Mulya Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, Senin (24/10)./bb2/bbcom/

SOREANG,balebandung.com – Bupati Bandung HM Dadang Supriatna melakukan peninjauan lapangan ke lokasi longsor tebing yang ada di permukiman penduduk di Kampung Pasirbatu RT 02/RW 13 Desa Karamat Mulya Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, Senin (24/10/2022) siang.

Peninjauan lapangan ke lokasi longsor itu ada tiga titik lokasi, lokasi pertama di jalan penghubung jalan desa, sebuah tebing dan bahu jalan terlihat longsor. Selain itu tebing setinggi 7,5 meter dan lebar 15 meter longsor dan menimpa rumah panggung milik warga hingga ambruk atau rusak berat. Satu titik lokasi longsor lainnya, tidak jauh dari lokasi longsor sebelumnya yaitu tebing setinggi 7,5 meter dan lebar 4-5 meter longsor.

Lokasi tebing yang longsor itu mengancam rumah permanen milik warga karena jaraknya sekitar 1-2 meter ke pondasi rumah warga. Termasuk jalan gang menuju rumah warga juga ada longsor. Sejumlah warga dan pemerintah setempat berjibaku untuk kerjasama memperbaiki infrastruktur di tiga lokasi longsor itu.

Bupati Bandung HM Dadang Supriatna mengatakan, kejadian longsor di tiga titik lokasi di Kampung Pasirbatu Desa Karamat Mulya Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung pada Sabtu (22/10/2022) malam dan Minggu (23/10/2022) dini hari lalu, setelah sebelumnya turun hujan deras di wilayah tersebut.

“Akibat kejadian longsor itu, sehingga ada rumah milik warga yang ambruk. Rumah yang ambruk akibat longsor itu, siap untuk diperbaiki melalui program bedah rumah,” kata Dadang Supriatna kepada wartawan di sela-sela meninjau lokasi longsor tersebut.

Bupati Bandung mengatakan ada tiga titik lokasi longsor di Kampung Pasirbatu Desa Karamat Mulya itu, dan lokasinya berdekatan. Namun di salah satu lokasi tebing yang longsor menimpa rumah warga.

“Salah satu lokasi longsor di jalur jalan penghubung yang merupakan jalan desa dan masih di Desa Karamat Mulya,” kata Dadang Supriatna.

Bupati menyebutkan untuk penanganan kejadian longsor itu, salah satunya harus segera ada antisipasi pembangunan atau pemasangan beronjong di lokasi longsor tersebut.

“Saat ini pula dalam upaya penanganan bencana longsor, Kepala Desa Karamat Mulya Asep dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama langsung turun ke lapangan,” kata Bupati Bandung.

Penanganan selanjutnya, kata orang nomor satu di Kabupaten Bandung mengatakan, Pemkab Bandung akan segera menganggarkan untuk perbaikan rumah melalui bedah rumah yang mengalami kerusakan akibat longsor tersebut.

“Tapi lebih awal dilakukan perbaikan TPT (Tembok Penahan Tebing/Tanah) dan setelah itu perbaikan rumah,” kata Kang DS, panggilan Bupati Dadang Supriatna.

Bupati juga mengungkapkan, bahwa hari Senin (24/10/2022) ini dikabarkan ada kejadian longsor di Jelekong Kecamatan Baleendah, dan pihaknya akan segera melakukan peninjauan ke lokasi bencana longsor tersebut.

“Dalam beberapa hari terakhir ini, berdasarkan laporan di lapangan ada sekitar 22 kejadian bencana di Kabupaten Bandung, selain longsor juga banjir,” kata Dadang Supriatna.

Bupati Bandung menengaskan bahwa Pemkab Bandung sangat peka terhadap berbagai kejadian bencana di Kabupaten Bandung, mulai bencana banjir, longsor dan kejadian lainnya.

“Kalau ada yang mengatakan Pemkab Bandung tidak peka dalam kejadian banjir di Kabupaten Bandung, itu mah orang yang mengatakannya belum tahu Kabupaten Bandung. Saya minta jangan asal bicara, dan kita juga sudah upaya dan Kabupaten Bandung sudah melakukan langkah-langkah,” ucapnya.

Ia mengatakan salah satu langkah yang dilakukan Pemkab Bandung itu, di antaranya pada penanganan peristiwa banjir bandang di Kecamatan Ciwidey, yaitu di kawasan Sub DAS Ciwidey Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu.

“Kita melakukan langkah penanganan dari mulai kawasan Rancabali sampai Leuwikuray dengan cara perbaikan infrastruktur melalui program pentahelix dan sudah berjalan,” katanya.

Dikatakannya, untuk penanganan infrastruktur di lapangan itu, ada kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC), selain Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), sehingga dalam proses penanganannya tidak usah saling menyalahkan.

“Tapi saat ini bagaimana kita memperbaiki infrastruktur sesuai dengan kewajiban masing-masing. BBWSC memperbaiki sesuai dengan tugas dan fungsinya, begitu juga dengan PSDA Provinsi Jabar. Termasuk Kabupaten Bandung,” ungkapnya.

Bupati Bandung pun mengatakan, dalam setiap kejadian bencana itu, Pemkab Bandung selalu disalahkan. “Padahal tidak seperti itu. Ini merupakan kewajiban kita bersama. Saya kira bahwa kita akan rapat khusus dan fokus pada penanganan bencana maupun untuk mengantisipasi hal lainnya,” ucapnya.

Dadang Supriatna juga memohon bantuan ke BBWSC yang selama ini terus berkomunikasi dan menjalin hubungan baik, termasuk dengan PSDA, untuk sama-sama serempak dalam penanganan infrastruktur di lapangan.

“Usai meninjau bencana longsor di Desa Karamat Mulya, saya pun akan segera meninjau lokasi banjir di Andir dan ke lokasi longsor Jelekong,” katanya.

Ia juga berharap kepada masyarakat untuk memperhatikan dan melihat kondisi lingkungannya masing-masing.

“Ketika ada kejadian rawan longsor, segera lapor ke Pak RT, RW, kemudian ke kepala desa, nanti kepala desa melakukan evakuasi supaya tidak ada kejadian yang tidak diharapkan atau sampai menimbulkan korban,” katanya.

Bupati Bandung juga berharap kepada para kepala desa dan semua camat di Kabupaten Bandung melakukan pengecekan di daerahnya masing-masing. “Sehingga disaat ada daerah yang rawan bencana untuk segera lapor ke Kepala Pelaksana BPBD, dan nanti Kepala Pelaksana BPBD untuk segera melakukan antisipasi,” ujarnya.

Ia pun turut mengungkapkan kebutuhan anggaran segera, nanti bisa dilakukan pergeseran anggaran melalui BTT (Belanja Tidak Terduga).
“Kita akan segera melakukan rapat dengan jajaran Forkopimda, untuk melakukan pergeseran anggaran dari BTT dalam penanganan bencana dan antisipasi di lapangan,” katanya. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong percepatan proses persetujuan lingkungan sebagai salah satu persyaratan perizinan berusaha atau kegiatan di Kabupaten Bandung. Percepatan tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan investasi sekaligus meningkatkan potensi pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu disampaikan bupati yang akrab disapa KDS, saat memimpin Rapat Koordinasi Proses Persetujuan Lingkungan sebagai Persyaratan […]

Bale Bandung

SOREANGl, balebandung.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat melaksanakan entry meeting Pemeriksaan Pendahuluan Kepatuhan atas Pengadaan Barang dan Jasa Infrastruktur Layanan Publik Tahun 2026 di Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Bupati Bandung di Soreang, Rabu (9/9/2026). Pemeriksaan pendahuluan ini merupakan bagian dari upaya BPK menindaklanjuti sejumlah […]

Bale Bandung

CILEUNYI, balebandung.com – Setiap orang memiliki masa lalu, tetapi tidak seorang pun seharusnya kehilangan kesempatan untuk memperbaiki masa depannya. Pesan itu mengemuka ketika Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menghadiri Program Layanan Hapus Tato Gratis Tahap III di Pondok Pesantren Anak Jalanan At-Tamur, Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi Indonesia (AKKOPSI) mendorong pengelolaan limbah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi bagian dari agenda ketahanan pangan nasional. Usulan tersebut disampaikan Ketua Umum AKKOPSI yang juga Bupati Bandung, Dadang Supriatna, dalam audiensi bersama Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) dengan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Bandung bergerak merespons sebaran abu vulkanik yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah. BTB membagikan masker kepada pengendara di kawasan Lampu Merah Al Fathu, Soreang, Senin, 7 September 2026. Pembagian masker dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran pernapasan. BAZNAS mengingatkan masyarakat […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Sebanyak 4.737 peserta ambil bagian dalam Bandung Bedas Run 2026 yang digelar di kawasan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (6/9/2026). Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan sejumlah warga negara asing. Mereka turun dalam dua kategori lomba, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K). Bupati Bandung Dadang Supriatna […]