Bale Bandung

Cucun A Syamsurijal: Lanjutkan Perjuangan Alm KH Asep Besarkan NU

×

Cucun A Syamsurijal: Lanjutkan Perjuangan Alm KH Asep Besarkan NU

Sebarkan artikel ini
Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menghadiri pemakaman alm Ketua Tanfidziyah PC NU Kab Bandung KH Asep Jamaludi, di Pemakaman Ciheulang, Kec Ciparay, Kab Bandung, Jumat (24/11/23).

CIPARAY, Balebandung.com – Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengaku dirinya menjadi saksi atas sepak terjang almarhum Ketua Tanfidziyah PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung KH Asep Jamaludin dalam membesarkan NU di Kabupaten Bandung.

Almarhum KH Asep wafat di Rumah Sakit Jantung Jakarta sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis (23/11/2013). Almarhum dikebumikan Jumat (24/11) di Pemakaman Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

“Saya menjadi saksi almarhum berjuang gigih bagaimana mengangkat marwah NU, harkat martabat jami’iyah ketika dalam posisi tidak seperti saat ini. Saya ingat dulu almarhum pernah menitipkan pesan bahwa ke depan NU akan besar,” kata Cucun saat takziyah dan menghadiri pemakaman.

Menurut Cucun yang juga anggota Komisi III DPR RI ini, almarhum memiliki cita-cita dan visi misi yang jelas. Tentu dalam perjalanan perjuangannya, ada yang suka maupun tidak suka.

“Karena itu saya atas nama besar keluarga besar, adiknya almarhum, mohon dimaafkan kalau ada kesalahan dalam hal perkataan, kebijakan selama dirinya mengemban tugas yang diamanahkan oleh warga jami’iyah se-Kabupaten Bandung,” ucapnya.

Cucun juga menyerukan kepada seluruh warga jami’iyah untuk melanjutkan jejak perjuangan almarhum dalam membesarkan NU di Kabupaten Bandung. Menurutnya, Nahdlatul Ulama sekarang sudah memimpin di Kabupaten Bandung.

“Berkat kepemimpinan almarhum dengan ketawadhuannya. Beliau tidak pernah menunjukan siapa dirinya, tapi ditunjukan dengan wujud nyata dan mampu menyelesaikan berbagai permasalah di Kabupaten Bandung. Saya bersama Bupati Bandung menjadi saksinya bagaimana beliau membawa Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bandung,” kenangnya.

Cucun meyakini semua merasa kehilangan sosok almarhum. Ia pun yakin almarhum seorang yang soleh, husnul khatimah dan ahlul jannah.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana mengungkapkn dirinya sempat menjenguk almarhum saat dibawa ke Rumah Sakit Jantung Jakarta.

“Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhum. Kabupaten Bandung sangat kehilangan tokoh ulama besar yang begitu humble dan smart,” ucap sekda.

Cakra menambahkan almarhum juga sosok ulama yang punya konsep yang visioner dalam memajukan umat.

“Beliau juga banyak memberikan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Bandung untuk lebih membuat program yang menyentuh langsung masyarakat,” kenang sekda.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]

Bale Bandung

Sebuah naskah tua dari daun lontar menyimpan ingatan panjang tentang Sunda. Namanya Carita Parahyangan. Naskah ini dikenal sebagai naskah anonim Sunda Kuno. Nama penulisnya tidak diketahui. Para ahli umumnya memperkirakan naskah ini disusun pada akhir abad ke-16, sekitar tahun 1580 M, tidak lama setelah masa akhir Pakuan Pajajaran. Dalam tradisi pernaskahan, naskah ini dikenal sebagai […]