Bale Bandung

Bupati Kang DS Sambut Kajari yang Baru Nurmajayani, Kajari Perempuan Kedua di Kab Bandung

×

Bupati Kang DS Sambut Kajari yang Baru Nurmajayani, Kajari Perempuan Kedua di Kab Bandung

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Jajaran Forkopimda menyambut Kajari Kab Bandung Nurmajayani, di Rumdin Bupati, Soreang, Jumat (7/11/25).

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung menyambut kehadiran Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bandung yang baru, Nurmajayani SH, MH., di Rumah Dinas (Rumdin) Bupati, Soreang, Jumat (7/11/2025).

Nurmajayani merupakan Kajari Kabupaten Bandung kedua, setelah sebulumnya Kajari Bale Bandung perempuan pertama dijabat Rubiyanti tahun 2014. Sementara Nurmajayani menggantikan Kajari sebelumnya yang dijabat Donny Haryono Setyawan.

“Kehadiran Ibu Kajari yang baru ini memberikan semangat baru khususnya dalam penegakkan supremasi hukum demi terwujudnya keadilan di masyarakat,” kata Kang DS.

Bupati Kang DS menegaskan pihaknya sangat mendukung upaya penegakkan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum (APH).

“Hal ini untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap penegakan hukum. Sebagai negara hukum, sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif guna terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tuturnya.

Bupati Bedas menegaskan Pemkab Bandung siap bekerjasama dan berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) dalam berbagai aspek termasuk pencegahan dan penanganan tindak pidana korupsi serta berbagai pelanggaran hukum.

Untuk dipahami bersama, lanjut Kang DS, penegakan hukum yang efektif dan adil adalah salah satu pilar utama dalam membangun masyarakat yang sejahtera, aman dan tenteram.

Dia bilang, Kejari sebagai salah satu lembaga penegak hukum memiliki peran yang sangat strategis dalam memastikan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, dan bahwa keadilan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Ia meyakini kehadiran Kajari Kabupaten Bandung yang baru ini akan semakin meningkatkan penegakan hukum, pelayanan kepada masyarakat maupun menjaga integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum di Kejari.

Kang DS mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Bandung untuk mendukung dan bekerjasama dengan Kejari.

“Mari kita ciptakan suasana yang harmonis dan saling mendukung demi terwujudnya keadilan dan kepastian hukum dalam masyarakat,” ucapnya.

Kehadiran Kajari Kabupaten Bandung yang baru ini juga disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana beserta jajaran Kepala Dinas/Kepala Badan di lingkungan Pemkab Bandung. Hadir pula Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi dan sejumlah pihak lainnya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]

Bale Bandung

Sebuah naskah tua dari daun lontar menyimpan ingatan panjang tentang Sunda. Namanya Carita Parahyangan. Naskah ini dikenal sebagai naskah anonim Sunda Kuno. Nama penulisnya tidak diketahui. Para ahli umumnya memperkirakan naskah ini disusun pada akhir abad ke-16, sekitar tahun 1580 M, tidak lama setelah masa akhir Pakuan Pajajaran. Dalam tradisi pernaskahan, naskah ini dikenal sebagai […]