RANCAEKEK, balebandung.com – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Yusuf Ali Tantowi mengajak jajaran MWC NU Rancaekek memperkuat gerakan berbagi dan mengedukasi masyarakat agar menjadi “tangan di atas”, yakni mereka yang mampu memberi dan membantu sesama.
Pesan tersebut disampaikan Yusuf saat menghadiri Konferensi Wakil Cabang (Konfercam) MWC NU Rancaekek ke-3 di Pondok Pesantren Addzimat Da’i Indonesia, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Minggu (13/9/2026).
Menurut Yusuf, sinergi antara BAZNAS dan MWC NU Rancaekek dapat diarahkan untuk memperluas edukasi mengenai zakat, infak dan sedekah sekaligus membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Rasulullah menyampaikan bahwa tangan di atas itu lebih baik daripada tangan di bawah. Maksudnya kita harus menjadi bagian daripada orang yang memberi dan berbagi,” ujar Yusuf.
Ia meyakini semakin banyak masyarakat yang gemar berbagi, semakin besar pula peluang persoalan sosial di lingkungan masyarakat dapat ditekan.
“Kalau di Kabupaten Bandung lebih banyak orang yang memberi, maka akan terbuka pintu keberkahan dari langit dan juga dari bumi,” katanya.
Yusuf juga mengajak para ulama dan keluarga besar NU ikut mengampanyekan kebiasaan berbagi serta meningkatkan kepekaan terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.
Menurutnya, ukuran keberagamaan tidak cukup hanya terlihat dari aktivitas ibadah, tetapi juga dari sejauh mana keberadaan seseorang memberikan manfaat bagi orang lain.
“Kalau kita mengaku beragama, tetapi kehadiran kita tidak dirasa oleh masyarakat, hati-hati,” ujarnya.
Dorong Pengelolaan ZIS Lebih Tertib
Di sisi lain, Yusuf mengingatkan masyarakat maupun pengurus organisasi yang aktif menghimpun zakat, infak dan sedekah agar menata pengelolaannya secara lebih tertib, baik dari sisi agama maupun ketentuan negara.
Ia menyebut pengelolaan dana ZIS sebaiknya dilakukan melalui lembaga yang resmi atau berafiliasi dengan lembaga zakat yang memiliki kewenangan.
“Kalau ada yang aktif fundraising atau menggalang dana infak dan sedekah, mari kita rapikan prosesnya sehingga kegiatan yang kita lakukan itu sah secara agama dan sah juga secara kenegaraan,” katanya.
Menurut Yusuf, ketertiban administrasi juga penting bagi masyarakat yang menunaikan zakat karena terdapat perbedaan antara pembayaran zakat melalui lembaga resmi dengan pembayaran yang tidak memiliki administrasi sesuai ketentuan pemerintah.
“Kalau zakat yang lewat BAZNAS ataupun LAZ resmi, bukti pembayarannya bisa digunakan sebagai pengurang pajak,” ujarnya.
Yusuf mengatakan, BAZNAS Kabupaten Bandung sendiri terus mendorong peningkatan penghimpunan zakat, infak dan sedekah agar semakin banyak dana yang dapat dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program sosial.
Ia menyebut penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung pada tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp17,5 miliar dan berharap capaian tersebut dapat meningkat tahun ini.
“Insyaallah tahun ini mudah-mudahan bisa lebih daripada itu,” katanya.
Karena itu, Yusuf berharap momentum Konfercam MWC NU Rancaekek tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga membuka ruang sinergi yang lebih luas antara NU dan BAZNAS dalam membangun kepedulian sosial.
Ia berharap masyarakat Rancaekek semakin terbiasa berbagi sehingga persoalan sosial di lingkungan sekitar dapat ditangani secara bersama-sama. “Mari kita kampanyekan rajin berbagi dan peka terhadap sesama,” seru Yusuf.***







