Bale Bandung

KDS Siapkan APBD 2027 Rp5,3 Triliun, Ruang Fiskal Jadi Tantangan Kabupaten Bandung

×

KDS Siapkan APBD 2027 Rp5,3 Triliun, Ruang Fiskal Jadi Tantangan Kabupaten Bandung

Sebarkan artikel ini

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan belanja daerah Rp5,30 triliun dalam Rancangan APBD 2027. Angka tersebut lebih besar dibandingkan proyeksi pendapatan daerah yang berada di level Rp5,16 triliun, sehingga APBD 2027 dirancang mengalami defisit Rp145 miliar.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran ruang fiskal Kabupaten Bandung dalam menjalankan program pembangunan tahun depan.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan rancangan APBD 2027 itu dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Senin (14/9/2026).

Dari sisi pendapatan, Pemkab Bandung memproyeksikan PAD sebesar Rp2,03 triliun. Komponennya terdiri atas pajak daerah Rp1,22 triliun, retribusi Rp731,27 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp78,55 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp5,13 miliar.

Sementara pendapatan transfer masih menjadi sumber terbesar dengan proyeksi Rp3,08 triliun, terdiri atas transfer pemerintah pusat Rp2,69 triliun dan transfer antar-daerah Rp392,38 miliar.

Komposisi tersebut menunjukkan PAD belum menjadi sumber mayoritas pendapatan daerah. Dari total pendapatan Rp5,16 triliun, PAD berada di kisaran 39 persen, sedangkan pendapatan transfer hampir 60 persen.

Di sisi belanja, porsi terbesar dialokasikan untuk belanja operasi sebesar Rp3,99 triliun. Di dalamnya terdapat belanja pegawai Rp2,29 triliun dan belanja barang dan jasa Rp1,44 triliun.

Sementara belanja modal dirancang sebesar Rp692,09 miliar, termasuk Rp268,96 miliar untuk jalan, jaringan dan irigasi serta Rp181,41 miliar untuk gedung dan bangunan.

Defisit Rp145 miliar tersebut direncanakan ditutup melalui pembiayaan netto. Pemkab Bandung memproyeksikan penerimaan pembiayaan Rp200 miliar yang bersumber dari SILPA tahun anggaran sebelumnya.

Di sisi lain, terdapat pengeluaran pembiayaan Rp55 miliar, terdiri atas penyertaan modal Rp35 miliar dan pemberian pinjaman daerah Rp20 miliar.

KDS Buka Ruang Koreksi DPRD

Menariknya, dalam jawaban terhadap pandangan umum fraksi DPRD, KDS tidak menempatkan kritik legislatif sebagai hambatan dalam pembahasan APBD.

Ia justru menyebut masukan fraksi sebagai bagian penting untuk memperbaiki kualitas perencanaan dan penganggaran.

“Pandangan umum fraksi-fraksi DPRD bukan sekadar bagian dari tahapan formal pembahasan APBD, tetapi merupakan energi penting untuk memperkuat kualitas perencanaan dan penganggaran daerah,” kata KDS.

Menurutnya, kritik dan saran DPRD akan menjadi bahan pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan dan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

KDS juga mengakui masih terdapat ruang untuk menyempurnakan berbagai capaian pemerintah daerah. Karena itu, catatan DPRD disebutnya sebagai bagian dari proses perbaikan.

“Kritik, saran, dan catatan dari DPRD kami pandang sebagai bagian dari proses perbaikan, bukan sebagai pembatas, melainkan sebagai penguat agar kebijakan yang kita hasilkan semakin tepat sasaran,” ujarnya.

Ia memastikan berbagai masukan fraksi terkait pendapatan, belanja, pembiayaan dan substansi RAPBD 2027 akan dibahas lebih lanjut bersama Badan Anggaran DPRD sesuai mekanisme yang berlaku.

Bagi KDS, tantangan APBD bukan berhenti pada keseimbangan angka pendapatan dan belanja. Setiap rupiah yang dialokasikan harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“APBD bukan hanya sekumpulan angka dalam dokumen anggaran. Di dalamnya ada harapan masyarakat, ada program pembangunan, dan ada tanggung jawab kita bersama untuk memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.

Karena itu, ia mengajak DPRD dan pemerintah daerah memperkuat pembahasan RAPBD 2027 dengan komunikasi dan kolaborasi. Perbedaan pandangan, menurut KDS, harus diarahkan untuk mencari solusi terbaik.

“Perbedaan pandangan hendaknya kita tempatkan sebagai kekuatan untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Kabel bawah laut menjadi salah satu infrastruktur penting yang menopang lalu lintas data kawasan Asia-Pasifik. Namun, penguatan jaringan tersebut tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Indonesia juga membutuhkan talenta yang memahami teknologi, regulasi hingga pengelolaan jaringan subsea. Kebutuhan itu menjadi fokus Connexus 2026: Limitless Waves (Bandung Series) yang digelar Telkom University (Tel-U) […]

Bale Bandung

MARGAHAYU, balebandung.com – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung tidak berhenti pada seremoni. Warga justru menjadikan malam puncak perayaan sebagai panggung budaya dengan menghadirkan pagelaran Wayang Golek Putra Giri Harja 5 dengan Dalang Kiki Mardani Subasrana Sunarya yang diselenggarakan Karang Taruna RW 03 Desa Sukamenak. Pagelaran tersebut digelar di Lapang RT […]

Bale Bandung

CANGKUANG, balebandung.com – Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bandung Susanti menilai Latihan Kader Dasar (LKD) menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas kader sekaligus membangun organisasi yang lebih solid hingga tingkat akar rumput. Hal itu disampaikan Susanti saat menghadiri LKD PC Fatayat NU Kabupaten Bandung di Pondok Pesantren Sirojul Muhtadin, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Sabtu-Minggu (12-13/9/2026). […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Yusuf Ali Tantowi mengajak jajaran MWC NU Rancaekek memperkuat gerakan berbagi dan mengedukasi masyarakat agar menjadi “tangan di atas”, yakni mereka yang mampu memberi dan membantu sesama. Pesan tersebut disampaikan Yusuf saat menghadiri Konferensi Wakil Cabang (Konfercam) MWC NU Rancaekek ke-3 di Pondok Pesantren Addzimat Da’i Indonesia, Desa […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Pimpinan Pondok Pesantren Addzimat Da’i Indonesia, KH Dai Nanang Qosim, mendorong MWC NU Kecamatan Rancaekek tampil lebih responsif dan inovatif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Menurut Dai Nanang, NU tidak boleh hanya menjalankan pola organisasi yang sudah ada. Kader dan pengurus NU harus cepat membaca perubahan serta menghadirkan program yang benar-benar dibutuhkan warga. […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – KH. Ending Jauharudin dikukuhkan dan ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah terpilih MWC NU Kecamatan Rancaekek masa khidmat 2026–2031. Sementara Ajengan Wildan terpilih sebagai Rais Syuriyah. Keduanya terpilih dalam Konferensi Wakil Cabang (Konfercam) MWC NU Rancaekek ke-3 yang digelar di Pondok Pesantren Addzimat Da’i Indonesia, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Minggu (13/9/2026). Dalam pemilihan Ketua […]