Bale Bandung

Dukungan Pemekaran Bandung Timur Meluas

×

Dukungan Pemekaran Bandung Timur Meluas

Sebarkan artikel ini
Ketua KIP4KBT Alam S Natapura berjabat tangan dengan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, di Gedung MPR RI, Jumat (2/6). by KIP4KBT
Ketua KIP4KBT Alam S Natapura berjabat tangan dengan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, di Gedung MPR RI, Jumat (2/6). by KIP4KBT

MAJALAYA – Tim Komite Independen Pengawas Pembangunan Percepatan dan Pemekaran Kabupaten Bandung Timur (KIP4KBT) terus melakukan langkah-langkah koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat guna memperluas dukungan terhadap aspirasi pembentukan Kabupaten Bandung Timur (KBT) yang sudah delapan tahun terus diperjuangkan.

Setelah mendapat dukungan terhadap pembentukan daerah otonom baru (DOB) KBT dari DPD RI dan DPR RI, kali ini dukungan pun diraih dari Ketua MPR RI saat tim KIP4KBT mendatangi Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Gedung MPR RI pada Jumat (2/6/17) lalu.

“Tim KIP4KBT datang lagi ke Senayan untuk memenuhi undangan dari Ketua Umum Forum Nasional Percepatan Pembentukan CDOB se-Indonesia, dalam rangka menyatukan langkah untuk mendorong pemerintah pusat segera mengesahkan RPP tentang persiapan dan pembentukan daerah otonomi baru,” terang Wakil Ketua KIP4KBT Asep Juarsa Juandi kepada Balebandung.com, Sabtu (3/6/17).

Menurut Asju, sapaan Asep Juarsa, pada kesempatan pertemuan tersebut Zulkifli Hasan turut mendorong pemekaran CDOB KBT. Asju menerangkan langkah KIP4KBT ini dilakukan sejalan dengan saran dan petunjuk Bupati Bandung Dadang Naser, guna mengetahui peluang tentang pembentukan KBT, di mana dengan terdaftarnya KBT di DPD RI adalah merupakan hasil yang dapat dijadikan bahan untuk ditindaklanjut melalui usulan, sesuai yang diamanatkan dalam UU No 23 Tahun 2014 tentang Pembentukan Daerah Otonomi Baru, melalui hasil musyawarah desa.

“Hasil musyawarah desa yang merupakan syarat administrasi tersebut harus dipersiapkan secepatnya. Kami dari KIP4KBT berharap seluruh pihak bisa membantu dan memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran proses administrasi yang diperlukan,” ucap Asju yang juga Ketua DPC Hanura Kab Bandung ini.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]