Bale Bandung

Kang Darus Dorong Perguruan Tinggi Proaktif Sikapi Sesar Lembang

×

Kang Darus Dorong Perguruan Tinggi Proaktif Sikapi Sesar Lembang

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana

CANGKUANG – Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana mendorong agar pemerintah dan perguruan tinggi untuk melakukan langkah antisipatif dalam menyikapi masih aktifnya sesar Lembang.

Kang Darus, sapaan Dadang Rusdiana berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pusat bersinergi memantau situasi dari ancaman bencana dan menyiapkan pola penanganannya.

“Jawa Barat itu kan daerah rawan bencana alam karena secara geografis didominasi kawasan pegunungan. Kabupaten Bandung dan Bandung Barat ada didalamnya,” ujar Darus kepada wartawan, usai kampanye caleg di Sanggar Indah Banjaran, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Sabtu (13/10/18).

Darus berharap masyarakat setempat harus juga meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di area lereng pegunungan. Menurut politis Partai Nasdem ini, bencana seperti gempa bumi masih sulit terprediksi melalui pendekatan sains atau teknologi. Meski begitu dirinya menyarankan agar mitigasi tetap dilakukan.

“Tentu mitigasi perlu karena bagian dari pola antisipasi. Apalagi sesar Lembang yang berstatus aktif dari dulu kita khawatirkan akan terus terjadi pergerakan,” kata Darus.

Darus juga mendorong agar perguruan tinggi ikut proaktif dalam menyikapi fenomena sesar Lembang ini. “Di kita kan banyak perguruan tinggi-perguruan tinggi seperti ITB, Unpad yang bisa bekerja sama dengan pemerintah gimana cara melakukan pola penanganannya,” terang Darus.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]