Bale Jabar

Ridwan Kamil: Target 5 Tahun Kopi Jabar Mendunia, Punya Kafe Seperti Starbucks di Luar Negeri

×

Ridwan Kamil: Target 5 Tahun Kopi Jabar Mendunia, Punya Kafe Seperti Starbucks di Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar Ridwan Kamil resmi membuka festival kopi Jabar bertajuk Ngopi Saraosna (Ngora) Vol 6 di Gedung, Jumat (12/10/18). by Humas Jabar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuka gelaran Ngopi Saraosna Vol.6 di halaman Gedung Sate, Jumat (12/10/18). Festival yang diselenggarakan pada 12-13 Oktober 2018 itu, diikuti petani dan pegiat kopi se-Jawa Barat yang diharapkan bisa lebih mengenalkan kopi Jawa Barat ke dunia internasional.

Dalam keterangannya, Ridwan Kamil mengatakan dalam lima tahun ke depan menargetkan kopi Jawa Barat mendunia. Bukan sekadar kopinya terekspor, tapi menginginkan punya Kafe Seperti Starbucks di luar negeri dengan kopi asli Jawa Barat.

Sebagai penanda, Emil sapaan akrabnya, melakukan coffee brewing atau meracik kopi yang kemudian dibagilan kepada pengunjung.

“Dengan ini acara Ngopi Saraosna Vol 6 secara resmi saya buka. Silahkan 2 hari ini datang ke Gedung Sate bersama keluarga nikmati kopi Jawa Barat,” kata Emil disambut meriah.

Berbagai acara menarik disajikan Ngora 6 hingga Sabtu (13/10). Di hari pertamanya, sejak siang sudah terlihat ratusan pengunjung memadati area Gedung Sate menikmati kopi dan aneka hiburan. Sebelum membuka acara, Emil bersama ratusan komunitas motor yang tergabung dalam Gentleman’s Ride melakukan city riding mengitari ruas jalan di Kota Bandung.

Setibanya ke Gedung Sate, Emil didampingi Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum langsung menghadiri salah satu rangkaian Ngora 6 yaitu “Ngawangkong Bersama Gubernur” di area timur Gedung Sate. Dalam acara yang dihadiri para petani kopi Jabar dan praktisi kopi itu, dibahas mengenai sejarah, perkembangan dan strategi menjadikan kopi Jabar juara di dunia.

Emil menuturkan bahwa, dalam masa kepemimpinannya ia memiliki target menjadikan kopi Jabar mendunia. Menurutnya, kopi adalah komoditi yang paling dicari, karena itu kualitas kopi menjadi ukuran.

“Saya bersama Pak Uu berkomitmen akan membawa kopi Jabar mendunia, itu targetnya. Sekarang komoditi kopi yang paling dicari karena makin kompetitif, maka kualitas menjadi ukuran,” ucapnya.

Untuk mencapainya, kata Emil, bukan hanya akan mengekspor kopi Jabar saja, namun ia berencana akan membuka cafe kopi di Eropa dan Amerika yang semua kopinya asli Jabar. “Saya ingin punya cafe di luar negeri dan kopinya semua kopi Jabar, saya akan cari pengusahanya,” tandasnya.

Selain itu pihaknya juga berencana membentuk forum kopi Jabar yang beranggotakan pemerintah, pengusaha dan petani kopi. “Nanti akan dibentuk forum kopi Jabar sehingga mereka yang punya teknologi canggih, punya ilmu dagang yang hebat, kita kombinasikan sampai ke level petani,” ujarnya.

Selain kopi Jabar mendunia, Emil juga akan menjadikan Jabar sebagai provinsi kopi di Indonesia. Ia mengatakan, Jabar sangat kaya akan kopi. Setiap gunung di Jabar terdapat kopi yang memiliki rasa khas.

Jabar kini juga telah memulai dihadirkannya sekolah kopi satu-satunya di Indonesia, tepatnya di Tanjungsari Sumedang yaitu SMK PPN (Pertanian, Pembangunan Negeri). Lulusan di sekolah kopi ini akan mendapatkan sertifikat yang bisa dipakai di seluruh dunia. Mereka tidak hanya dilatih jadi barista tetapi jadi petani kopi juga.

“Itulah dukungan-dukungan kita menjadikan Provinsi kopi dan Insya Allah 3 tahun juga kekejar saya akan turun langsung,” ujarnya.

“Kopi ini kita lindungi juga dengan Peraturan Daerah. Jadi pointnya pendidikan kita intervensi, peraturan kita intervensi, promosi, tinggal satu visi lagi membuat kafe di luar negeri kalau itu sudah ada lengkaplah dari hilir gunung-gunungnya sampai diminum orang luar negeri,” tambah Emil.

Di akhir acara, digelar lelang produk-produk kreatif Bandung yang hasilnya akan di donasikan untuk korban bencana gempa di Palu dan Donggala. Senilai Rp 45 juta didapat dari lelang tersebut dan Emil sendiri membeli sebuah sepatu.

Pada kesempatan yang sama diserahkan pula secara simbolis Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Jabar, Sukarelawati Permana, yang meliputi: Kajian Mapping Kebutuhan Pasar,Basis Produksi, dan baseline survei, Pendampingan Pengembangan Klaster Agribisnis, Workshop Quality Grader Coffee dan Produksi Hulu-Hilir, Bantuan Sarana Prasarana Produktivitas Kopi. Total bantuan PSBI senilai Rp1.6M.

Ngopi Saraosna Vol 6 hadir di Gedung Sate pada 12-13 Oktober 2018. Akan hadir dengan kemasan yang lebih santai & romantis. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap, budaya ngopi dengan gaya yang santai bisa menjadi sebuah tradisi di masyarakat. Line Up band yang sudah confirmed adalah d’Masiv, Mustache and Beard, Two Triple-O, Sore, dan Homogenic.

Pada hari kedua (Sabtu, 13 Oktober 2018) pukul 9 pagi di booth Koperasi Gesa Ngopisaraosna akan digelar juga lelang/auction kopi nanolog. Nanolog ini adalah istilah yang digunakan untuk lelang kopi di bawah 25 kg. Lelang ini akan dikuti oleh petani kopi yang berasal dari antara lain, Garut, Gunung Halu, Ciwidey, Pangalengan, Sumedang, Lembang, dan lain-lain.

Sedangkan pengisi stan di Ngopi Saraosna Vol. 6 atau Ngora Vol. 6 hampir seluruh wilayah di Jabar mengirimkan ‘wakilnya’. Kopi-kopi di Ngora Vol. 6 berasal dari Kab. Karawang, Kab. Subang, Kab. Sumedang, Kab. Majalengka, Kota Cirebon, Kab Tasikmalaya, Kab. Garut, Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kota Sukabumi, Kab. Cianjur, Kota Bogor, dan Kab. Purwakarta. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Seniman, budayawan, sekaligus pendekar silat Abah Nanu menitipkan filosofi kepemimpinan Sunda “Wana, Wani, Wanoh” kepada Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar, Bambang Melga, sebagai bekal mengawal penyelenggaraan festival yang akan memadukan seni, budaya, dan spiritualitas Islam. Dalam perbincangan yang berlangsung penuh kehangatan, Abah Nanu menekankan bahwa memimpin sebuah perhelatan besar tidak cukup hanya […]

Bale Jabar

Tantangan yang dihadapi dunia pers hari ini benar-benar tidak main-main. Di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ruang redaksi dituntut bergerak secepat kilat. Tapi, di balik kecepatan itu, ada harga mahal yang dipertaruhkan: kepercayaan publik. Realitas inilah yang mendasari pandangan Tantan Sulthon B, M.Sos., calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2026-2031. Baginya, organisasi […]

Bale Jabar

BOGOR, balebandung.com – Calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031 yang juga Pemimpin Redaksi InilahKoran, Tantan Sulthon Bukhawan menyambangi Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Soerjo nomor 4, Kecamatan Tanah Sareal pada Senin (3/8/2026). Tantan berdiskusi dengan jajaran PWI Kota Bogor perihal visi mewujudkan ‘PWI Jabar Istimewa’ dengan tagline ‘Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Tidak banyak orang yang memilih menjadikan musik sebagai jalan untuk mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an. Di tengah perkembangan berbagai metode pembelajaran, Drs. H. Ahmad Kholid HS, M.Li. justru mengambil jalur yang berbeda. Ia memadukan irama, seni baca Al-Qur’an, dan pendekatan pembelajaran yang lebih mudah diterima berbagai kalangan. Nama Ahmad Kholid dikenal sebagai pendiri Metode […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Festival Al Jabbar 2026 mulai memperkuat jajaran kreatifnya dengan menggandeng dua maestro seni pertunjukan Jawa Barat, Rosikin WK, S.Sn., M.Sn. dan aktor teater sekaligus film senior R. Irwan Guntari WK, S.Sn. Keduanya dipercaya menggarap konsep pembukaan dan penutupan festival yang diproyeksikan menjadi salah satu atraksi utama dalam perhelatan budaya tersebut. Kedua seniman itu […]