Bale Jabar

Proyek ADB di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dievaluasi

×

Proyek ADB di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Konsultan ADB Dr Hikmat Ramdan yang juga Dosen di SITH ITB (kiri atas) saat FGD Terminal Evaluation Report (TER) yang difasilitasi ADB di Hotel Yasmin Puncak Cianjur, Jumat (22/16). ist
Konsultan ADB Dr Hikmat Ramdan yang juga Dosen di SITH ITB (kiri atas) saat  FGD Terminal Evaluation Report (TER) yang difasilitasi ADB di Hotel Yasmin Puncak Cianjur, Jumat (22/16).  ist
Konsultan ADB Dr Hikmat Ramdan yang juga Dosen di SITH ITB (kiri atas) bersama Kepala BBTNGGP Ir. Suyatno Sukandar, M.Sc (kanan) saat FGD Terminal Evaluation Report (TER) yang difasilitasi ADB di Hotel Yasmin Puncak Cianjur, Jumat (22/16). ist

CIANJUR – Asian Development Bank (ADB) mengevaluasi implementasi program Citarum Watershed Management and Biodiversity Conservation (CWMBC) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Program ini ditujukan guna meningkatkan kapasitas pengelolaan TNGGP yang juga menjadi salah satu wilayah hulu Sungai Citarum. Untuk mengevaluasi implementasi program tersebut diselenggarakan kegiatan FGD Terminal Evaluation Report (TER) yang difasilitasi ADB di Hotel Yasmin Puncak Cianjur, Jumat (22/4/16).

Sebelumnya Global Environment Facility (GEF) melalui ADB telah memberikan hibah selama 5 tahun yang akan berakhir tahun 2016 ini kepada Balai Besar TNGGP melalui program CWMBC.

Ada empat komponen program CWMBC tersebut antara lain penguatan data keanekaragaman hayati dan sistem manajemen taman nasional; restorasi dan pemulihan hutan; pengembangan dana berkelanjutan melalui mekanisme imbal jasa lingkungan; serta pemberdayaan masyarakat dan model desa konservasi.

FGD dibuka Kepala BBTNGGP Ir. Suyatno Sukandar, M.Sc dan diikuti oleh peserta dari pejabat dan staf BBTNGGP, Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial KLHK, Bappeda Kabupaten Cianjur, dan masyarakat petani.

Dalam kesempatan tersebut Konsultan ADB Dr Hikmat Ramdan yang juga Dosen di SITH ITB menjelaskan tujuan evaluasi implementasi program CWMBC untuk mengeksplorasi berbagai capaian dan permasalahan program tersebut secara langsung dari para pihak terkait.

Peserta FGD yang dipandu Dr Endang Hernawan (Ketua Prodi Magister Biomanajemen ITB) umumnya mengharapkan program tersebut bisa dilanjutkan dengan membenahi beberapa hal, misalnya (a) koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat ditingkatkan; serta (b) proses transfer pengetahuan dan teknologi dengan tenaga ahli yang lebih baik.

Di akhir kegiatan, Dr Hikmat Ramdan menyoroti pentingnya keberadaaan taman nasional tersebut sebagai salahsatu wilayah hulu Sungai Citarum dalam menyediakan berbagai jasa ekosistem yang menyangga sistem kehidupan masyarakat, seperti air, udara bersih, biodiversitas, wisata alam, dan simpanan karbon.

“Oleh karena itu upaya pelestarian kawasan konservasi harus didukung oleh semua pihak dan diintegrasikan dengan program pembangunan daerah setempat,” kata Hikmat.

Pihak TNGGP dan Pemerintah Kabupaten Cianjur pun telah membuat kesepakatan dengan 12 desa yang berada di empat kecamatan untuk melanjutkan program normalisasi hulu DAS Citarum. Nota kesepakatan pun ditandatangani Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh. Ke-12 desa adalah Desa Tegallega dan Kebonpeuteuy di Kecamatan Gekbrong, Desa Padaluyu, Cirumput, Sukamulya, Galudra, Sarampad, dan Sindangjaya (Kecamatan Cugenang), Desa Ciputri dan Sukatani (Kecamatan Pacet), Desa Ciloto dan Cimacan (Kecamatan Cipanas).

Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh berjanji membantu program lanjutan dari TNGGP untuk memulangkan sisa penggarap sebanyak 600 orang. Menurut Tjetjep, program ini akan bekerja sama dengan lembaga dan dinas yang ada di pemerintah Kabupaten Cianjur. “Ada enam dinas yang bisa mengalihkan program ke kawasan hulu DAS Citarum dalam bentuk kerja sama,” kata Tjetjep.

TNGGP akan menyelesaikan program lima tahun normalisasi hulu Daerah Aliran Sungai Citarum. Selama lima tahun, TNGGP telah membuat 300 penggarap lahan turun gunung dari total 900 penggarap.

Kerja sama dengan Asia Development Bank antara lain dengan memberikan penguatan ekonomi kepada 300 petani penggarap di 12 desa yang berbatasan dengan wilayah konservasi TNGGP. Masalah DAS Citarum adalah keselamatan Bandung dan Jakarta secara umum. Apalagi Sungai Citarum mendapat predikat terburuk di dunia.

Untuk menurunkan para penggarap yang sudah puluhan tahun menggarap di kawasan TNGGP bukan persoalan gampang. TNGGP harus mencarikan mata pencaharian, membantu perekonomian, dan membangun satu program hutan utuh agar masyarakat bisa hidup. Antara lain dengan memberikan modal peternakan kelinci, kambing, dan sapi. Membina usaha wisata alam, seperti pemandu, guest house, dan warung.

Untuk menurunkan 300 dari 900 orang yang menggarap di hulu, pihak ADB menggelontorkan bantuan sebesar Rp 5,2 miliar untuk 6 tahun.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com — Interkulturalitas dalam teater tak lagi cukup dilihat sebagai pertemuan berbagai budaya untuk melahirkan karya artistik. Di balik pertukaran itu terdapat persoalan etika, identitas, hingga relasi kuasa yang membuat gagasan interkulturalitas terus diperdebatkan. Persoalan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Interkulturalitas: Masih Mempesona atau Sudah Ditinggalkan?” yang digelar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Komunitas motor tidak hanya dituntut tertib di jalan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjaga kondusivitas dan membangun kepedulian sosial di Jawa Barat. Pesan itu disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat menghadiri rangkaian The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026–Wingday dan Deklarasi Bandung Kondusif di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Sinergi TNI, Polri dan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan Jawa Barat. Pesan itu mengemuka dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih hadir bersama jajaran Forkopimda Jawa Barat dalam upacara […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Pengusaha Pontjo Sutowo mengajak anak-anak yatim mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberi kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam memimpin Indonesia hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Ajakan tersebut disampaikan Pontjo saat menghadiri acara “Doa Bersama Anak-anak Yatim untuk Keselamatan Bangsa” yang digelar Aliansi Kebangsaan di Aula Gedung RRI Jakarta, Sabtu malam (15/8/2026). Pontjo […]

Bale Jabar

JAKARTA, balebandung.com – Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai sikap pengusaha Pontjo Sutowo dalam menghadapi sengketa Hotel Sultan menunjukkan bentuk nasionalisme yang tidak berhenti pada simbol, tetapi diuji ketika kepentingan pribadi berhadapan dengan kepentingan negara. Menurut Toto, sikap Pontjo yang tetap menempatkan kepentingan negara sebagai sesuatu yang harus dihormati, sekalipun […]

Bale Jabar

BANDUNG, balebandung.com – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-18, Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menggelar acara jalan santai bertajuk Batik Walk, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. Jambore tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai program utama, mulai dari […]