Bale Bandung

10 Desa di Kab Bandung Jadi Prioritas Penanganan Stunting

×

10 Desa di Kab Bandung Jadi Prioritas Penanganan Stunting

Sebarkan artikel ini
Asisten Ekjah Setda Kab Bandung, Marlan, S.Ip, M.Si, didamping Kadinkes Kab Bandung, drg. Grace Mediana Purnami, M.Kes saat ‘Sabilulungan Rembug Stunting, di Hotel 88 Kota Bandung, Senin (29/4). by Humas Pemkab
Asisten Ekjah Setda Kab Bandung, Marlan, S.Ip, M.Si, didamping Kadinkes Kab Bandung, drg. Grace Mediana Purnami, M.Kes saat ‘Sabilulungan Rembug Stunting, di Hotel 88 Kota Bandung, Senin (29/4). by Humas Pemkab

BANDUNG, Balebandung.com – Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak, yakni terhambatnya pertumbuhan tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Hal ini terjadi karena pola asuh dan pola asupan gizi yang kurang baik. Sebagian besar desa di Provinsi Jawa Barat (Jabar) masih mengalami prevalensi stunting yang tinggi di atas 40%, termasuk di Kabupaten Bandung.

Sebanyak 10 desa yang tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Bandung menjadi prioritas penanganan stunting, karena prevalensinya yang cukup tinggi. Masing-masing adalah Desa Rancatungku (Kec. Pameungpeuk), Dampit, Narawita dan Tanjungwangi (Kec. Cicalengka), Mekarlaksana (Kec. Cikancung), Babakan (Kec. Ciparay), Girimulya (Kec. Pacet), Cihawuk (Kec. Kertasari), Karangtunggal (Kec. Paseh) dan Desa Cibodas (Kec. Pasirjambu).

Data tersebut mengemuka dalam acara ‘Sabilulungan Rembug Stunting melalui Konvergensi Intervensi’, di Hotel 88 Kota Bandung, Senin (29/4/19). Acara tersebut dibuka Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Kabupaten Bandung, Marlan, S.Ip, M.Si, dengan melibatkan para camat, kepala desa (kades) lokasi stunting, para praktisi kesehatan serta menghadirkan narasumber, Dr. dr. Brian Sri Rahastuti dari Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Kepresidenan.

Dalam rangka percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Bandung, kata Marlan, Pemkab Bandung telah melaksanakan beberapa hal pencegahan. Diantaranya adalah dengan memberikan tablet penambah darah pada remaja putri, dan kepada para ibu hamil sebanyak 90 tablet selama masa kehamilannya dan pemberian obat cacing serta makanan sehat tambahan.

Namun langkah-langkah tersebut menurut Marlan harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat dengan melakukan pola hidup sehat. Oleh karenanya melalui kegiatan tersebut, Marlan berharap seluruh peserta dapat ikut mensosialisasikan pencegahan stunting kepada masyarakat melalui beberapa tindakan.

“Diantaranya mau dan mampu bertindak sebagai agen perubahan sehingga dapat memberi kontribusi nyata terhadap upaya perbaikan gizi, baik intervensi spesifik maupun sensitif,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Marlan menjelaskan, Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas merupakan modal pembangunan. Hal itu, menurutnya selaras dengan salah satu misi pembangunan Pemkab Bandung yakni meningkatkan kualitas SDM.

“SDM yang berkualitas sangat dibutuhkan agar mampu bersaing dengan bangsa lain. Terlebih di era bonus demografi dan era globalisasi saat ini, kualitas generasi muda merupakan modal pembangunan,” terangnya.

Jika kualitas kemampuan individunya rendah, lanjut Marlan, akan berdampak pada minimnya produktivitas dan daya saing anak-anak bangsa sebagai sumber daya yang diandalkan. “Sehingga akan berpengaruh terhadap minimnya penghasilan dan perputaran ekonomi di sekitarnya,”papar Marlan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung, drg. Grace Mediana Purnami, M.Kes menuturkan, persentase 40% prevalensi stunting di Kabupaten Bandung adalah berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013. Sedangkan berdasarkan Riskesdas 2018, persentasenya menurun menjadi 35,2%.

“Persentase 40% berdasarkan Riskesdas 2013, merupakan angka tertinggi kedua setelah Kabupaten Garut. Sedangkan berdasarkan Riskesdas 2018, persentasenya menurun menjadi 35,2%, tapi masih lebih tinggi dari Jawa Barat (31%) dan nasional (31,1%),” tutur Kadinkes.

Grace menjelaskan, pertemuan rembug stunting itu bertujuan agar intervensi sensitif dan spesifik, dapat terintegrasi, terorganisir dan terpadu, untuk bersama-sama mencari kelompok prioritas stunting. Berikutnya adalah untuk meningkatkan komitmen bersama para pemangku kebijakan di Kabupaten Bandung terhadap upaya penurunan stunting.

“Dinkes hanya dapat menyelesaikan angka stunting sebanyak 30%, yaitu penanganan secara spesifik. 70% lagi adalah penanganan secara sensitif, yang bisa dilakukan oleh seluruh Perangkat Daerah (PD) terkait, tentunya dengan bantuan para kepala desa (kades) dan camat,” imbuh Grace.

Terakhir dirinya berharap, pertemuan tersebut dapat menjadi salah satu upaya dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Bandung. “Kita harapkan di Kabupaten Bandung dapat tercapai zero stunting dalam lima tahun ke depan,” ucapnya.

Sementara itu narasumber dari Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Kepresidenan Dr. dr. Brian Sri Rahastuti memaparkan, kunjungan kerjanya ke Posyandu Cempakasari Desa Rancatungku Kecamatan Pameungpeuk, memberikan gambaran tersendiri bagi posyandu lainnya dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Bandung.

“Jika dilihat sepintas, posyandu ini seperti posyandu pada umumnya di Indonesia. Namun Cempakasari bisa direplikasi daerah lain, bagaimana kita bisa memperkuat posyandu sebagai garda terdepan dalam mencegah stunting sebagaimana yang diamanatkan oleh presiden,” papar Brian Sri Rahastuti. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan bahwa pajak daerah bukan sekadar sumber penerimaan pemerintah, tetapi merupakan bentuk partisipasi dan kontribusi masyarakat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bandung. Hal tersebut disampaikan bupati yang akrab disapa KDS ini saat menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pajak Daerah Tahun 2026 yang digelar di Gedung Moch. Toha, […]

Bale Bandung

BALERAME, balebandung.com – Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup diungkapkan melalui perayaan, tetapi perlu diwujudkan dengan meneladani sifat beliau yang gemar memberi dan membantu sesama. Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., saat menghadiri […]

Bale Bandung

MARGAASIH, balebandung.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW semestinya tidak berakhir ketika pengajian selesai. Kecintaan kepada Rasulullah SAW justru harus terus hidup dan dapat dirasakan melalui perubahan akhlak, kepedulian sosial, serta perilaku sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta data ASN yang terindikasi terlibat judi online segera diverifikasi. Jika terbukti merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Bandung, KDS menegaskan akan memberikan tindakan tegas sesuai aturan disiplin ASN. KDS mengatakan, informasi yang beredar menyebut 1.066 ASN yang berdomisili di Kabupaten Bandung terindikasi terlibat judi online sepanjang 2025, dengan nilai […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tradisi dan budaya lokal sering kali menyimpan cerita panjang tentang bagaimana masyarakat menjaga hubungan antara masa lalu, keyakinan, dan kehidupan sehari-hari. Hal itu saya temukan ketika mengikuti kegiatan KKL pada 18–20 Mei 2026 di Ciseureuh, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. Selama kegiatan tersebut, saya berkesempatan mengenal sejumlah tradisi yang masih dilestarikan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung meraih Public Service Award Jawa Barat 2026 dari MarkPlus Institute. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen Disperdagin dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Bandung Marketing Week 2026 – Corporate Day yang mengusung tema “Winning The […]