Bale Bandung

Menang Pemilu 2019, Relawan Jokowi Gelar Syukuran

×

Menang Pemilu 2019, Relawan Jokowi Gelar Syukuran

Sebarkan artikel ini
Sekjen KAMI Indonesia Rian Andi Sumarno saat syukuran kemenangan Jokowi-Amin
Sekjen KAMI Indonesia Rian Andi Sumarno saat syukuran kemenangan Jokowi-Amin

BANDUNG, BaleBandung.com – Komunitas Milenial Ma’ruf Amin untuk Indonesia (KAMI Indonesia) menggelar syukuran kemenangan untuk pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Hotel Atlantic Bandung, Jumat (3/5/19).

Sekretaris Jenderal KAMI Indonesia Rian Andi Sumarno menuturkan, meski dari hitung cepat maupun penghitungan sementara pasangan Jokowi-Amin unggul, pihaknya tetap menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum.

“Kita mensyukuri bahwa proses Pemilihan Presiden sudah selesai. Tentunya kita menunggu hasil final dari KPU atau yang disebut dengan real count,” ujar Rian.

Data sementara dari Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU, dengan suara yang masuk 60%, masih menunjukkan keunggulan pasangan nomor urut 01 tersebut. Oleh karena itu, KAMI optimistis Jokowi-Amin akan memenangi Pilpres tahun ini. “Ya analisa kita, selisih (perolehan suara akhir) di angka 8 sampai 9 persen,” sebut Rian.

Rian menyerukan kepada pihak-pihak yang menuding adanya kecurangan pada pemilihan umum kali ini, untuk menempuh jalur hukum yang berlaku. Apalagi, pihaknya memandang penyelenggaraan pemilu serentak sudah cukup baik.

“Memang masih banyak kekurangan di sana sini, dan ini menjadi evaluasi bagi KPU juga atau pemerintah untuk penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahun mendatang,”ucap Rian.

Pihaknya memaklumi bila masih terdapat kekurangan mengingat pemilihan umum dilangsungkan serentak, mulai pemilihan presiden, anggota legislatif, hingga DPD.

“Pilpres kali ini disatukan dan pertama kali di seluruh dunia. Karena itu harus menyiapkan tenaga yang cukup luar biasa. Ya, kita paham dan maklumlah ketika masih ada kekurangan,” pungkasnya. (***)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]