Bale Bandung

Yena Iskandar Balonbup Pertama Serahkan Formulir Pendaftraran

×

Yena Iskandar Balonbup Pertama Serahkan Formulir Pendaftraran

Sebarkan artikel ini
Yena Iskandar Ma’soem mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Bupati/Wakil Bupati Bandung 2020-2025, di Sekretariat PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, Jl Jaksa Naranata Baleendah, Kamis (19/9/19). by iwa/bbcom
Yena Iskandar Ma’soem mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Bupati/Wakil Bupati Bandung 2020-2025, di Sekretariat PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, Jl Jaksa Naranata Baleendah, Kamis (19/9/19). by iwa/bbcom

BALEENDAH, Balebandung.com – Yena Iskandar Ma’soem, pengusaha Al Ma’soem Group menjadi bakal calon Bupati/Wakil Bupati Bandung 2020-2025 pertama yang mengembalikan formulir pendaftaran, di Sekretariat PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, Jl Jaksa Naranata Baleendah, Kamis (19/9/19) pukul 19.00 WIB.

Didampingi keluarga besar dan kerabat serta para pendukungnya, Yena hadir mengenakan kebaya hitam dan kerudung merah. Yena menyatakan siap untuk membangun Kabupaten Bandung ke depan.

“Kita harus mencari pola-pola baru dalam membangun Kabupaten Bandung untuk lebih maju ke depan. Untuk itu saya siap menjadi calon bupati dari PDI Perjuangan, siap membangun Kabupaten Bandung untuk memajukan bangsa,” tandas Yena dalam sambutannya.

Sektor pertanian dan budaya menjadi fokus pembangunan bagi alumni Unpad ini untuk memajukan Kabupaten Bandung. Sektor pertanian karena Kabupaten Bandung sendiri merupakan daerah agraris dan sektor budaya dengan kekayaan seni budaya yang lebih dioptimalkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

Tim pemenangan Balonbup Yena, Slamet Pinuji menambahkan pihaknya optimis Yena bisa jadi Balonbup Bandung dari PDI Perjuangan. “Kami yakin Bu Yena bisa lolos jadi balonbup dari PDI Perjuangan. Sebab dari awal kita sudah konsen dan komit untuk tetap bersama PDI Perjuangan,” tandas Slamet.

Slamet mengungkapkan dukungan kepada Yena pun terus mengalir dari berbagai komunitas yang membuat timnya makin optimis untuk bisa lolos menjadi calon Bupati Bandung dari PDI Perjuangan. Sebut saja beberapa diantaranya Gerakan Perempuan Parahyangan (GPP), Relawan Arus Baru Indonesia (Arbi), dan relawan Go Indonesia. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]