Bale Bandung

Hingga September, Pemkab Bandung Tangani 351 Kasus Kebakaran

×

Hingga September, Pemkab Bandung Tangani 351 Kasus Kebakaran

Sebarkan artikel ini
Kadisdamkar Kab Bandung Kawaludin jadi narasumber Ngawangkong Bari Ngopi di Taman Uncal Soreang, Jumat (27/9/19). by Humas Pemkab
Kadisdamkar Kab Bandung Kawaludin jadi narasumber Ngawangkong Bari Ngopi di Taman Uncal Soreang, Jumat (27/9/19). by Humas Pemkab

SOREANG, Balebandung.com – Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bandung menunjukan sampai 26 September 2019, telah terjadi sebanyak 351 kasus kebakaran yang tersebar di 31 kecamatan Kabupaten Bandung. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu 313 kasus.

Kepala Disdamkar (Kadisdamkar) Kabupaten Bandung Kawaludin menilai, peningkatan jumlah tersebut disinyalir bukan karena bertambahnya jumlah kejadian kebakaran. Namun karena adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk melapor.

“Dari jumlah awal tiga pos, pada tahun 2018 kami berupaya menambah jumlahnya menjadi sembilan pos. Dengan bertambahnya pos ini, jumlah kesadaran masyarakat untuk melapor kebakaran meningkat. Ini bisa dibuktikan dengan data hasil evaluasi kami, untuk tiga pos yang sudah ada dari dulu, jumlahnya tidak banyak berubah karena warga sudah terbiasa melapor. Tetapi untuk pos baru ini banyak yang masuk, sehingga jumlahnya meningkat cukup tajam,” ungkap Kadisdamkar saat menjadi narasumber dalam acara Ngawangkong Bari Ngopi di Taman Uncal Soreang, Jumat (27/9/19).

Tiga pos eksisting yaitu di Soreang, Ciparay dan Cicalengka. Sedangkan enam pos baru, sebut Kawaludin, berlokasi di Taman Kopo Indah (TKI) Margaasih, Ciwidey, Pangalengan, Kertasari, Majalaya dan Cileunyi.

Kawaludin juga menyebutkan nomor kontak kesembilan pos tersebut, yaitu Pos Soreang (022-5891113), TKI (022-54427065), Ciwidey (022-85922231), Pangalengan (022-45335327), Kertasari (085314009113), Ciparay (022-5951992), Majalaya (022-84222950), Cicalengka (022-7949113) dan Pos Cileunyi (022-63740019).

“Dengan bertambahnya jumlah pos kami, selain kesadaran melapor pada masyarakat meningkat, respon time (waktu merespon) jajaran kami untuk sampai ke TK 65 (lokasi kebakaran yang dilaporkan) juga semakin tinggi. SPM (Standar Pelayanan Minimal) kami 15 menit, di tahun 2018 presentasinya hanya tercapai 66% dari total penanganan. Tetapi dengan penambahan jumlah pos, capaian SPM di bawah 15 menit ini meningkat menjadi 83%,” terangnya.

Selain pemadaman, petugas damkar juga melakukan penghitungan jumlah kerugian dan aset yang berhasil diselamatkan. Sepanjang tahun 2018 urainya, dari 313 penanganan kasus, kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp. 50 miliar dan nilai aset yang terselamatkan mencapai kisaran Rp. 257 miliar.

“Sedangkan pada 2019 ini berdasarkan laporan, tercatat kerugian mencapai lebih dari Rp. 25 miliar dan terselamatkan aset senilai kurang lebih Rp. 85 miliar,” ungkap Kawaludin.

Dari 351 kasus kebakaran sepanjang 2019, lanjut Kawaludin, didominasi oleh rumah tinggal sebanyak 128, 16 gudang, 34 pabrik dan lainnya seperti kendaraan, gudang rongsokan, lahan semak belukar dan juga hutan mencapai 173 kali kejadian.

Selain kebakaran, beberapa laporan warga terkait permintaan evakuasi dan penyelamatan juga ditangani pihaknya. Tercatat pula sebanyak 209 kasus, antara lain evakuasi hewan, orang tenggelam, sarang tawon, pohon tumbang dan kasus penyelamatan lainnya.

“Total armada kami yang beroperasi berjumlah 18 unit. Terdiri dari 2 mobil tanki, 4 mobil pompa jepang dan lainnya mobil pancar biasa serta mobil rescue. Jumlah ini masih sangat kurang, idealnya harus ada 11 WMK (Wilayah Manajemen Kebakaran), 1 WMK itu minimal 1 pos, 1 pos idealnya 2 mobil. Di mako (Pos Soreang) minimal 10 mobil, ditambah di pos rata-rata 2 mobil berarti ada 20 mobil, tentunya kita masih banyak kekurangan armada dan personil,” ucapnya.

Untuk tahun 2020, pihaknya tengah berupaya mendapatkan tambahan fasilitas pelayanan. Di antaranya penambahan pos di wilayah tengah (Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Pameungpeuk.

“Tahun 2020 kita akan bangun pos di Baleendah. 1 pos itu berarti satu sistem, mulai dari infrastruktur gedung, unit kendaraan, personil dan juga biaya serta kelengkapan operasionalnya,” lanjut Kawaludin.

Dengan segala keterbatasan sejak awal dibentuk pada tahun 2017 lalu, pihaknya senantiasa melaksanakan tugas dengan berpedoman pada Panca Dharma (Lima Pengabdian). Di antaranya Melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap terjadinya kebakaran, Melakukan pemadaman sekuat, secepat, seoptimal dan seefisien mungkin dan Melakukan operasi penyelamatan.

“Selanjutnya, Melakukan upaya-upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dini kebakaran, membantu operasi pemadam kebakaran dan meminimalisasi kerugian yang terjadi jika ada kebakaran. Yang terakhir, yaitu Penanganan bahan beracun dan berbahaya. Bahkan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris) menjadikan kami tim inti, manakala ada tindakan terorisme yang menggunakan bahan KBRN (Kimia, Biologi, Radioaktif/racun, Nuklir),” paparnya.

Terkait peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dini kebakaran, pihaknya telah melakukan serangkaian kegiatan. Di antaranya penyuluhan/sosialisasi, pelatihan keterampilan, edukasi anak usia dini, pembentukan Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar) dan Sistem Ketahanan Kebakaran Lingkungan (SKKL), dan kegiatan inspeksi dan pengawasan sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung.

“Sampai Agustus 2019, sebanyak 2.238 warga telah mendapatkan edukasi/penyuluhan/pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Antara lain di Puskesmas (368 orang), industri (342 orang), TK/RA/PAUD (1.160 orang), desa/kecamatan (270 orang), sekolah/universitas (33 orang) dan rumah sakit (65 orang),” urai Kadisdamkar.

Edukasi, sosialisasi dan pelatihan tersebut, senantiasa dilakukan pihaknya sebagai upaya preventif (pencegahan) untuk meminimalisir angka kejadian kebakaran. “99% kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia. Jadi kami akan terus berupaya memberikan edukasi, agar masyarakat mengetahui apa-apa saja yang bisa menyebabkan kebakaran, dan bagaimana penanganan dini saat kebakaran itu terjadi,” pungkas Kawaludin.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya membangun generasi berkarakter melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Selain menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, MPLS diharapkan menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik sekaligus memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, ramah anak, bebas dari perundungan (bullying), serta terbebas dari praktik pungutan liar. Bupati […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Monumen Kopi Kabupaten Bandung Mendunia yang baru diresmikan Pemerintah Kabupaten Bandung pada akhir Juni 2026 turut menjadi bagian dari temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Temuan tersebut disebut telah ditindaklanjuti melalui pengembalian kerugian negara sesuai rekomendasi BPK. Anggota DPRD Kabupaten Bandung Toni Permana mengatakan hasil pemeriksaan BPK merekomendasikan pengembalian anggaran sekitar Rp100 juta […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) mengajak seluruh orang tua di Kabupaten Bandung meluangkan waktu untuk mengantar putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah sebagai bagian dari pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang dimulai 13 Juli 2026. Ajakan tersebut disampaikan KDS melalui kampanye yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Bunda PAUD Kabupaten […]

Bale Bandung

MAKASSAR, balebandung.com – Produk kriya unggulan Kabupaten Bandung mendapat perhatian pengunjung pada pameran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (11/7/2026). Keikutsertaan tersebut menjadi ajang memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk UMKM Kabupaten Bandung ke tingkat nasional. Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung Margin Winaya Hermawan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kualitas keluarga melalui pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP). Sebanyak 490 akseptor ditargetkan mengikuti pelayanan KB permanen yang digelar di RSUD Oto Iskandar Di Nata, Soreang, Rabu (8/7/2026), sebagai hasil kolaborasi Dinas Pengendalian […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com – Ketua Umum Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Dadang Supriatna mulai mengonsolidasikan pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat kebijakan sanitasi nasional menjelang pelaksanaan City Sanitation Summit (CSS) XXIV dan Musyawarah Nasional (Munas) AKKOPSI di Banda Aceh, November 2026. Langkah tersebut ditandai dengan audiensi AKKOPSI bersama Direktur Jenderal Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dr. Then […]