Bale Bandung

Deding Ishak : Jangan Sampai Korban Banjir Terpapar Corona

×

Deding Ishak : Jangan Sampai Korban Banjir Terpapar Corona

Sebarkan artikel ini
Bakal Calon (Balon) Bupati Bandung dari Partai Golkar Deding Ishak meninjau warga terdampak banjir di Kec Baleendah dan Dayeuhkolot Kab Bandung, Sabtu (21/3/20). by KDI
Bakal Calon (Balon) Bupati Bandung dari Partai Golkar Deding Ishak meninjau warga terdampak banjir di Kec Baleendah dan Dayeuhkolot Kab Bandung, Sabtu (21/3/20). by KDI

BALEENDAH, Balebandung.com – Bakal Calon (Balon) Bupati Bandung dari Partai Golkar Deding Ishak meninjau warga terdampak banjir di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Sabtu (21/3/20).

Pada kesempatan itu Kang Deding Ishak (KDI) juga membantu meringankan warga terdampak banjir yang mengungsi, berupa kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kelurahan Baleendah dan Masjid Agung Assofi Dayeuhkolot.

“Sambil memberikan bantuan juga kami sosialisasikan kepada warga agar lebih waspada terhadap ancaman wabah Virus Corona. Jangan sampai warga pengungsi banjir ini juga malah terpapar Virus Corona,” ujar Deding dalam rilisnya, Minggu (22/3/20).

Mantan anggota DPR RI dua periode ini menambahkan, musibah banjir di tengah mewabahnya Virus Corona ini merupakan kudrat dan irodatnya, karena memang Allah SWT berkehendak.

“Maka kita pasrahkan saja kepada Alloh SWT, dengan makin mendekatkan diri pada Allah SWT dan menjauhkan dari segala maksiat,” ucapnya.

Deding menambahkan, masyarakat juga harus bisa menjaga kebersihan dan kesehatan, karena menjaga kebersihan dan kesehatan itu juga perintah agama.

“Dan, ketiga, jaga jangan sampai banyak kerumunan untuk mencegah terkena wabah Virus Corona sebagaimana yang dianjurkan oleh pemerintah,” pesannya. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]