Bale Bandung

Ketua DPRD Kab Bandung Sugianto Raih Penghargaan Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat

×

Ketua DPRD Kab Bandung Sugianto Raih Penghargaan Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kab Bandung, Sugianto, mendapat penghargaan sebagai Tokoh Muda Inspiratif dan Terbuka dari Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat, di Ruang Ketua DPRD Kab Bandung di Soreang, Kamis (23/7/20). by ist
Ketua DPRD Kab Bandung, Sugianto, mendapat penghargaan sebagai Tokoh Muda Inspiratif dan Terbuka dari Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat, di Ruang Ketua DPRD Kab Bandung di Soreang, Kamis (23/7/20). by ist

SOREANG, Balebandung.com – Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Sugianto, mendapat penghargaan sebagai Tokoh Muda Inspiratif dan Terbuka dari Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat.

Piagam Penghargaan diserahkan langsung Ketua Umum Komite Pencegahan korupsi Jawa Barat Piar Pratama, di Ruang Ketua DPRD Kabupaten Bandung di Soreang, Kamis, (23/7/20).

Sugianto dinilai layak mendapat penghargaan karena dengan inspirasinya secara terbuka mampu mendorong masyarakat khususnya generasi muda dalam pencegahan korupsi di wilayah Kabupaten Bandung.

“Hasil survei kami ke masyarakat di semua wilayah Kabupaten Bandung dari mulai Januari 2020, menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja DPRD Kabupaten Bandung mencapai 87,2 persen, mengalahkan DPRD Kota Bandung,” jelas Piar dalam rilisnya, Jumat (24/7/2020).

Piar mencontohkan beberapa indikator sehingga pihaknya menganugerahi penghargaan kepada Ketua DPRD Sugianto dan jajarannya. “Hingga saat ini pimpinan DPRD Kabupaten Bandung dan jajarannya tidak ada yang terjerat masalah hukum korupsi. Itu yang menjadi acuan kita memberikan penghargaan ini,” imbuh Piar.

Penghargaan ini merupakan tanda support Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat kepada DPRD Kabupaten Bandung untuk lebih peduli terhadap keluhan masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Sugianto mengapresiasi dan berterimakasih kepada Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat. Menurut Kang Sugih, sapaan Sugianto, penghargaan ini pada hakekatnya layak diberikan untuk seluruh mayarakat Kabupaten Bandung.

Kang Sugih menambahkan, selama ini pihaknya selalu membangun keterbukaan antara semua pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Bandung dalam merespon aspirasi dari masyarakat.

“Sampai kapanpun selama manusia hidup, permasalahan itu selalu ada. Hanya bagaimana kita secara bertahap menyelesaikannya, baik secara peraturan perundang-undangan maupun secara kemasyarakatan,” tegas Sugianto.

Menurutnya penghargaan ini pun tidak hanya merupakan kebanggaan, tetapi juga amanah. “Ini juga tantangan agar ke depan, kita terus bisa menjaga keterbukaan dan menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Meski pada prakteknya banyak yang di luar fungsi utama kita sebagai legislator yaitu anggaran, kontrol dan legislasi,” ungkap Sugih.

Sugianto mengakui selama dirinya berkiprah di DPRD Kabupaten Bandung, baru ada sebuah lembaga yang memberikan respon, kritik dan masukan secara konstruktif seperti yang diberikan Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat.

“Untuk masyarakat Kabupaten Bandung, saya terbuka menerima kritikan atau informasi. Silahkan sampaikan melalui WhatsApp atau medsos, pasti kami tindaklanjuti sepanjang berdasarkan data dan fakta. Jangan membuat informasi yang abu-abu, membuat berita yang abal-abal atau informasi yang adu domba,” pesan Sugianto, Ketua DPRD Kabupaten Bandung.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah terhadap mahapatih yang mengubah perkawinan menjadi penaklukan. Perang Bubat sering datang kepada kita dalam kalimat-kalimat pendek. Dalam Carita Parahyangan, ia hanya muncul sebagai jejak singkat: orang-orang berperang di Majapahit. Dalam Pararaton, ia dicatat lebih terang, tetapi tetap ringkas: ada peristiwa Pasunda […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]