Bale Bandung

Korban Begal Diancam Pakai Golok

×

Korban Begal Diancam Pakai Golok

Sebarkan artikel ini
bb-begal-kasat
Kasat Reskrim Polres Bandung AKP Niko N. Adi Putra SH, SIK,MH (kedua dari kiri) menunjukkan barang bukti saat ekpos perkara di Mapolres Bandung, Selasa (28/6/16). by iwa/Bbcom

SOREANG – Korban aksi begal Marha Muhamad Dzikri (18), nyaris kehilangan nyawa saat dirinya melintas di Jl Raya Cipedung, Kec Kutawaringin, Kab Bandung, Minggu (25/3/16) malam. Masih beruntung, korban hanya kehilangan sepeda motornya dan hanya mendapat pukulan di bagian wajah oleh pelaku.

Saat melintas di jalan itu, Marha dipepet dua anak muda yang berboncengan. Tanpa tanya-tanya wajah korban pun dipukuli pelaku bernama Sopian. Saat korban terjatuh dari motornya, rekan pelaku Juju pun merampas motor korban.

“Korban waktu itu berusaha melawan, tapi pelaku Juju lantas mengancam menggunakan golok,” kata Kasat Reskrim Polres Bandung AKP Niko N. Adi Putra SH, SIK,MH sat ekspos perkara di Mapolres Bandung, Selasa (28/6/16).

Akibat motor Beat nopol D 4206 ZBJ milik korban dirampas, korban merugi Rp10 juta. Soalnya oleh pelaku motor itu dijual ke penadah bernama Tedi yang dijual lagi ke Kostaman.

Polisi membekuk Tedi dan Kostaman selaku penadah, sekaligus meringkus Juju Juhaman (24) dan Sopian Permana (21),kedua pelaku pembegalan yang diketahui juga anggota salahsatu geng motor.

“Menurut pngakuan tersangka, mereka sudah sembilan kali melakukan aksi di berbagai wilayah, termasuk tiga kali di wilayah hukum Polres Bandung. Mereka dikenai Pasal 365 dan 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tandas Nico.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – aum awighnam?stu (semoga tiada halangan / semoga selamat) Pupuh DHINGDANG  ndan kawana h sang r narendra haneng wilatika nagari hanma r hayamuruk prabhu subala…maka dikisahkanlah sang Sri Narendra yang berada di negeri Wilwatikta, bernama Sri Hayam Wuruk, raja yang perkasa… *** Dalam naskah Kidung Sundayana, Bubat bukan sekadar perang. Ia adalah dakwaan berdarah […]

Bale Bandung

BALEBANDUNG.COM – Pangeran Wastu Kancana ditinggal wafat ayahnya, Prabu Maharaja Linggabuana, ketika ia berusia 9 tahun. Ayahnya meninggal dalam Perang Bubat tahun 1357 M. Karena Wastu masih terlalu muda untuk menjadi Raja Sunda, pemerintahan lalu dipegang oleh pamannya, Sang Bunisora, sebagai pejabat sementara raja. Perang Bubat bukan cuma tragedi gugurnya Prabu Linggabuana, Dyah Pitaloka, dan […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Pusat Sumber Daya Komunitas atau PSDK DAS Citarum mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum. Desakan itu disampaikan menjelang 10 Tahun Hari Citarum yang diperingati setiap 24 Mei. Ketua PSDK DAS Citarum Ahmad Gunawan mengatakan evaluasi diperlukan karena sejumlah program […]

Bale Bandung

PARARATON umumnya diartikan sebagai “Kitab Para Ratu”. Akar katanya adalah ratu. Dalam Jawa Kuno/Jawa Pertengahan, ratu tidak selalu berarti “ratu perempuan” seperti dalam bahasa Indonesia modern. Ratu bisa berarti penguasa, raja, raja perempuan, atau monark. Jadi lebih aman diterjemahkan sebagai penguasa kerajaan. Sumber ringkas juga menjelaskan Pararaton berasal dari “para ratu” yang berarti para penguasa, […]

Bale Bandung

balebandung.com – Tragedi Bubat tidak bisa terus-menerus dibaca sebagai kisah cinta yang gagal. Di balik rencana pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan putri Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, ada perkara yang jauh lebih keras: kehormatan sebuah kerajaan yang dipaksa masuk ke dalam kalkulasi politik kekuasaan. Di titik itulah nama Gajah Mada tidak bisa dilepaskan. Ia bukan […]