Bale Bandung

12 Koperasi Diikutsertakan pada Evaluasi Kegiatan Inkubasi

×

12 Koperasi Diikutsertakan pada Evaluasi Kegiatan Inkubasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab. Bandung H. Dindin Syahidin./bb2/bbcomf

SOREANG,balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Bandung melakukan evaluasi kegiatan inkubasi pengembangan dan pemberdayaan usaha koperasi berpotensi dengan melibatkan 12 koperasi potensial di Kabupaten Bandung.

Ke-12 koperasi itu, yakni Koperasi Produsen Karyawan Gunung Tilu,
Koperasi Produsen Berkah Niaga Agro Dinamika, Koperasi Produsen Amanah Sejahtera, Koperasi Produsen Pemuda Motekar Sinergi, Koperasi Pemasaran Pondok Pesantren Baitunnajah, Koperasi Simpan Pinjam Citra Mandiri Jawa Barat. Selain itu, Koperasi Konsumen Goah Sambing Ambu, Koperasi Serba Usaha Ikatan Mitra Usaha Cileunyi, Koperasi Konsumen Syariah Baitul Mu’min, Koperasi Produsen Kelompok Tani Tricipta, Koperasi Konsumen Istri Mekar Binangkit dan Koperasi Produsen Bangbara Sadulur Makmur.

“Inkubasi koperasi ini adalah kegiatan yang dilaksanakan Dinas Koperasi untuk meningkatkan kapasitas koperasi. Ada 12 peserta (koperasi) dalam kegiatan inkubasi koperasi yang dilaksanakan di Grand Sunshine Resort Soreang pada Selasa (22/11) kemarin,” kata Bupati Bandung HM Dadang Supriatna melalui Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung H. Dindin Syahidin kepada wartawan di ruang kerjanya di Soreng, Rabu (23/11/2022).

Didampingi Kepala Bidang Kelembagaan dan Pemberdayaan Koperasi Rudi Purwanto, Dindin mengatakan, bahwa dari 12 koperasi itu dalam kegiatan inkubasi koperasi ini berbeda dengan kegiatan bimtek yang biasa dilaksanakan. Pelaksanaannya selama tiga bulan, yaitu pada bulan April, Mei dan Juni 2022.

“Selama tiga bulan itu, kita kerjasama dengan salah satu lembaga melakukan identifikasi terhadap persoalan dan potensi yang ada di koperasi, yaitu di 12 koperasi tersebut,” kata Dindin.

Kemudian, imbuhnya, para peserta itu melaksanakan tatap muka di dalam kelas sebanyak 4 kali dalam tiga bulan tersebut. “Kebanyakan, mereka (peserta/koperasi) dicek oleh tim ke lapangan dan perkembangannya dimonitor,” katanya.

Yang paling membanggakan, imbuh Dindin, dari 12 koperasi itu, terjalin kerjasama antar koperasi tersebut. “Jadi koperasi yang butuh dana atau modal disuport oleh koperasi lain, yang masuk pada 12 koperasi tersebut,” katanya.

Dindin mengungkapkan melalui kegiatan inkubasi koperasi itu timbul inovasi-inovasi dalam pengembangan usaha di koperasi tersebut. “Misalnya, ada salah satu koperasi bekerjasama dengan koperasi lainnya, salah contoh menyiapkan modal untuk pengembangan usaha di koperasi salah satu koperasi itu. Kemudian kerjasama antar koperasi dalam hal pengembangan kawasan wisata yang dikelola koperasi. Itu salah satu contoh, dan ada tujuh koperasi yang terlibat dalam kerjasama. Nilai kerjasama sebesar Rp 3,48 miliar. Selain suport anggaran, juga pengadaan bibit dan lain sebagainya,” tuturnya.

Satu hal, kata Dindin, dikaitkan dengan kondisi ekonomi masyarakat, dan Bupati Bandung HM Dadang Supriatna sering menyampaikan, bahwa ada dukungan dari APBD yang berkaitan dengan inflasi.

“Nah ini, kegiatan yang kemarin kita laksanakan itu insya Allah berkontribusi terhadap penanganan inflasi daerah. Karena apa, tentu dengan kerjasama antar koperasi ini memangkas rantai pasok pemasaran produk,” ujarnya.

Dengan demikian, kata Dindin, harga bisa lebih rendah. Ia mengungkapkan, 12 koperasi yang dilibatkan dalam kepesertaan kegiatan inkubasi itu adalah koperasi yang sehat dan baik. “Sehat sudah jelas. Mereka minimal dua tahun berturut-turut melaksanakan kegiatan RAT (rapat anggota tahunan). Dan itu diseleksi oleh tim, penempatannya juga seluruhnya kita serahkan kepada tim, mana yang terpilih,” katanya.

Dindin mengungkapkan, kegiatan tersebut tentunya memberikan suport terhadap program-program Bupati Bandung. “Terutama yang berkaitan dengan penanganan inflasi. Juga termasuk program prioritas,” ucapnya.

Selama ini, kata Dindin, Pemerintah Kabupaten Bandung, khususnya dari Dinas Koperasi bertangungjawab terhadap yang berkaitan dengan dana bergulir. “Ternyata memang juga koperasi-koperasi itu sudah berperan dalam memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi, seperti bank emok dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Dindin menyebutkan, ke 12 koperasi itu kebanyakan koperasi produsen. “Mereka koperasi yang kebanyakan melakukan kegiatan usaha, misalnya pertanian seperti yang dilaksanakan koperasi Tricipta dalam pertanian bawang, dan koperasi lainnya yaitu pertanian palawija, banyak sekali produknya,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, timbul inovasi-inovasi di koperasi, misalnya di koperasi Tricipta, salah satu koperasi yang dibina oleh BI (Bank Indonesia) yang berkaitan dengan penanganan inflasi. “Jadi banyak dari luar kota yang datang ke sana (Tricipta). Nah, ini juga jadi inovasi, bagaimana kedatangan dari luar kota memberikan kontribusi terhadap koperasi,” katanya.

Menurutnya, melalui kegiatan inkubasi koperasi itu yang paling penting adalah terjalin kerjasama. Karena selama ini, yang kita tangkap, antara satu koperasi dengan koperasi lain itu, mereka seperti kompetitor. “Tetapi dengan proses kegiatan inkubasi koperasi, yang diselenggarakan oleh bidang kelembagaan dan pemberdayaan koperasi ini, justru menjadi potensi mendatangkan penghasilan untuk koperasi. Itu yang penting,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan inkubasi koperasi baru diselenggarakan tahun ini. Nantinya, bisa dikembangkan dengan koperasi-koperasi lainnya karena koperasi di Kabupaten Bandung sangat besar.

“Kenapa baru ditangani 12 koperasi. Karena keterkaitan ketersediaan anggaran. Tapi di luar itu, kita juga menyelenggarakan, yaitu melaksanakan bimtek yang disesuaikan dengan kebutuhan koperasi,” tuturnya.

Ia juga menyatakan, ke 12 koperasi itu sepakat untuk menjaga komitmen kebersamaan. “Kami juga menyarankan agar memperluas, bekal ilmu mereka itu dibawa dengan koperasi lain yang tidak ikut. Karena mereka sekarang bisa membaca potensi diri untuk mengembangkan dan bekerjasama dengan koperasi yang lain,” ujarnya.

Disebutkan, di Kabupaten Bandung dari 1.746 koperasi, yang aktif sebanyak 919 koperasi dan sisanya 827 tidak aktif. Yang tidak aktif dan kurang aktif ini, katanya, tentunya menjadi tantangan bagi Dinas Koperasi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan.
“Yang tidak aktif, bisa jadi karena keanggotaannya yang pasif,” katanya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, KH. Dr. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al-Fathu, Soreang Jumat (6/11/2026). Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah memahami hakikat keberuntungan dan kesuksesan hidup berdasarkan tuntunan Al-Qur’an. Mengangkat Surah Al-‘Ashr dan Surah Al-Mu’minun ayat 1–10, ia menjelaskan bahwa kesuksesan sejati tidak […]

Bale Bandung

SOREANG, balebadung.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS) meminta Galih Hendrawan yang terpilih sebagai Ketua DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung periode 2026–2031 untuk merangkul seluruh kepala desa dan menjaga soliditas organisasi. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bandung. Pesan tersebut disampaikan KDS seusai […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Kepala Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Galih Hendrawan, terpilih sebagai Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Merah Putih (APDESI MP) Kabupaten Bandung periode 2026–2031. Galih meraih kemenangan telak dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VI yang digelar di Gedung Moh. Toha, Soreang, Jumat (6/11/2026). Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penghitungan suara, Galih yang […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan komitmen negara untuk memenuhi seluruh hak keluarga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Komitmen tersebut disampaikan Agus saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) pemakaman militer Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bandung, Kamis (5/11/2026). Agus menyebut […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengukuhkan kepengurusan Forum Kabupaten Bandung Sehat (FKBS) periode 2026–2030 sekaligus menghadiri rapat koordinasi bersama jajaran pengurus dan pemangku kepentingan terkait, di Gedung M Toha Soreang, Kamis (5/11/2026). Dalam sambutannya, KDS menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus FKBS yang telah dikukuhkan. Ia menegaskan pembangunan Kabupaten Sehat tidak dapat hanya […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Perkembangan pasar modal Indonesia belakangan ini menjadi perhatian publik, terutama setelah munculnya berbagai isu terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dinamika tersebut tidak hanya menjadi perhatian investor, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai kondisi ekonomi nasional dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis […]